Home Blog Page 626

Penuhi Kriteria, KPPAD Linga Apresiasi Desa Benan jadi Desa Layak Anak

WARTAKEPRI.co.id, LINGGA – Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kabupaten Lingga memberi respon positif dengan dideklarasikannya Desa Benan Kecamatan Senayang sebagai desa layak anak oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos-PPPA) Lingga akhir September lalu.

KPPAD Lingga menilai penetapan yang dilakukan oleh dinas tersebut telah sesuai apa yang telah menjadi harapan mereka selama ini.

” Desa Benan merupakan desa terdepan dan pintu masuk wilayah Kabupaten Lingga. Benan juga merupakan salah satu desa wisata yang banyak dikunjungi orang atau wisatawan dari berbagai daerah. Jadi ini tepat sekali,” kata Encik Afrizal, Ketua Komisioner KPPAD Lingga, Kamis (5/10/2017)

Menurutnya, ditunjukkannya desa Benan itu juga sangat berpengaruh sekali bagi perkembangan dan pertumbuhan anak-anak disana.

” Ada lima kluster menjadi pandangan KPPAD, seperti, hak pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan seni dan budaya, hak kesehatan dan kesejahteraan anak, hak sipil, dan kewarganegaraan, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, serta perlindungan khusus,” ungkapnya

Lanjut Encik, penetapan desa/kecamatan layak anak telah menjadi komitmen pemerintah dalam melindungi dan memenuhi hak-hak anak di desa/kecamatan oleh pemerintah Kabupaten Lingga.

” Hendaknya menjadi komitmen kita bersama baik pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, media, dan orang tua dalam pembangunan yang responsif terhadap anak. Semoga ini menjadi rol model dan merambah ke desa/kecamatan lain di Kabupaten Lingga,” harapnya.

Dengan adanya komitmen pemerintah dalam melindungi dan memenuhi hak anak, sudah barang tentu akan mencerdaskan generasi dalam menyongsong kemajuan negeri.

” Semua itu punca dari terwujudnya generasi Kabupaten Lingga yang maju, cerdas, sejahtera dan berakhlak mulia. Semoga apa yang di rencanakan ini akan menuai hasil yang baik pula,” imbuhnya.

Kata Encek Afrizal lagi, untuk menambah pemahaman dan mengedukasi masyarakat terhadap perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak di desa-desa, dia menghimbau kepada pemerintah desa, agar dapat menganggarkan melalui dana desa untuk melakukan pemberdayaan masyarakat desa terkait perlindungan anak.

” Kami dari KPPAD Lingga sangat berharap sekali, kalau bisa seluruh desa yang ada di Kabupaten Lingga dapat menganggarkan pada Tahun 2018 nanti,” pungkasnya berharap. (*)

hms/humas/raviazhar

‎ E Money Milik Tokopedia Bukalapak Shopee dan Paytren Dihentikan BI

WARTAKEPRI.co.id, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) telah menghentikan layanan isi ulang sejumlah uang elektronik yang diterbitkan oleh e-commerce. Salah satunya Paytren, atau uang elektronik milik Ustadz Yusuf Mansyur.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, mengatakan perusahaan e-commerce harus menuruti aturan BI.

“Kalau belum ada izin ya harus ajukan dulu. Tapi jangan dibikin susah ya,” kata Rudiantara, di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (6/10/2017).

Rudiantara menjelaskan, e-commerce juga harus mengikuti aturan yang diterapkan oleh regulator sistem pembayaran. 

“Ya penyelenggara harus mengikuti kebijakan BI sebagai policy maker,” imbuh dia.

Sebelumnya BI telah menghentikan layanan isi ulang uang elektronik milik 4 perusahaan seperti TokoCash milik Tokopedia, ShopeePay milik Shopee, dan yang terbaru BukaDompet milik Bukalapak.

Sekedar informasi layanan uang elektronik dari Tokopedia, Tokocash untuk sementara waktu tidak dapat digunakan. Terhitung 13 September 2017. 

Namun, seluruh fitur TokoCash seperti transaksi, cashback, refund dan redeem Gift Card masih berfungsi seperti biasa.

Pada laman resmi Bukalapak, tertulis mulai 2 Oktober 2017, fitur top up (tambah saldo) BukaDompet akan dinonaktifkan karena Bukalapak akan menjalankan proses untuk mendapatkan lisensi e-money dari Bank Indonesia.

Dari laman resmi Shopee, efektif per 18 September 2017 layanan isi ulang atau Top Up Shopeepay tidak tersedia untuk sementara.(detik.com)

Presiden Minta Rumah Tempat Ibadah hingga Tambak Diurusi Sertifikat

Janji Presiden akan Serahkan 140.000 Sertifikat ke Masyarakat Kalsel Tahun Ini

WARTAKEPRI.co.id, JAKARTA – Presiden Joko Widodo memberikan perhatian penuh terhadap persoalan ketimpangan penguasaan tanah dan akses terhadap tanah yang dimiliki masyarakat. Mulai dari tanah yang digunakan untuk tempat tinggal, tempat ibadah, lahan pertanian, hingga pertambakan.

Oleh karena itu, dalam kunjungan kerja ke Provinsi Kalimantan Utara, Presiden Joko Widodo kembali membagikan 1.422 sertifikat tanah untuk rakyat di halaman Kantor Bupati Bulungan, Kabupaten Bulungan pada Jumat, 6 Oktober 2017.

“Agar tambak-tambak rakyat yang ada di Kalimantan Utara itu segera disertifikatkan. Tambak-tambak milik rakyat ini yang harus segera disertifikatkan,” ujar Presiden kepada masyarakat yang hadir.

Tak hanya itu, Presiden juga berharap dengan diterbitkannya sertifikat tersebut, maka sengketa tanah yang sering terjadi di masyarakat dapat diselesaikan dengan baik.

“Setiap saya pergi ke provinsi manapun keluhannya adalah masalah sengketa lahan, sengketa tanah. Karena apa? Rakyat tidak pegang yang namanya sertifikat. Ini (sertifikat) adalah tanda bukti hak hukum atas tanah,” ungkapnya.

Kepala Negara pun memberikan kebebasan kepada masyarakat untuk memanfaatkan sertifikat sebagai penambah modal usaha maupun hal-hal produktif lainnya.

“Mau ‘disekolahkan’, saya tahu, tidak apa-apa silakan. Tapi dihitung, dikalkukasi bisa menyicil setiap bulan atau tidak. Kalau tidak bisa, jangan. Hati hati kalau mau pinjam ke bank,” ucap Presiden.

Mengingat pentingnya fungsi dan manfaat sertifikat tersebut, tak lupa Presiden berpesan kepada masyarakat untuk menjaga dan menyimpan sertifikat yang dimiliki di tempat yang aman.

“Saya titip, ini (sertifikat) disimpan baik-baik, ditaruh di plastik biar kalau rumahnya bocor tidak kehujanan sertifikatnya. Dan difotokopi (sertifikatnya) agar kalau hilang masih punya fotokopinya untuk diurus lagi ke BPN biar cepat,” ucap Presiden.

Turut hadir mendampingi Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo dalam acara tersebut adalah Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki dan Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie.(*)

Bey Machmudin
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden

Kepri Miniatur Indonesia, Kita Saling Jaga agar dapat Jadi Contoh bagi Provinsi lain‎

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memberikan apresiasi yang tinggi kepada umat Budha se-Indonesia yang ikut merawat kesatuan Indonesia dan memberikan kontribusi yang tinggi dalam membangun Indonesia.

“Saya terkesan dengan sambutan ketua Majelis Nichiren Shoshu Buddha Dharma Indonesia yang mengatakan umat Budha siap menjadi tiang, mata dan bahtera bagi bangsa ini. Ungkapan ini penuh makna dan penting bagi Indonesia,” kata Lukman saat membuka doa bersama umat Budha di Hotel Radison, Batam, Kepulauan Riau, Jumat (6/10/2017).

Indonesia, merupakan negara paling majemuk jika dibandingkan dengan negara lain di dunia ini. Bahkan saking majemuk nya, Indonesia jadi satu-satunya negara yang mempunyai lebih dari tujuh ratus etnis dan bahasa serta belasan ribu pulau. Semuanya itu, dapat disatukan dalam satu buah payung bernama Bhineka Tunggal Ika. Peran agama selanjutnya mengikat dan memperkaya khasanah ke-Indonesiaan itu.

“Selain dipersatukan karna sebangsa, kita disatukan karena kita memiliki kesamaan tujuan yaitu menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan. Disini kita juga diajarkan bagaimana agar nilai-nilai agama itu mampu memanusiakan manusia,” papar Lukman.

Jadi, sambungnya, esensi agama tidak hanya kepada Tuhan yang Maha Esa, tidak hanya bentuk pengabdian kita, tidak hanya bentuk ketundukan kita kepada Tuhan, namun yang tidak kalah pentingnya bagaimana kita hidup dengan sesama. Karna kita sebagai satu bangsa harus saling mengisi, saling melindungi agar peradaban kita semakin baik.

Berangkat dari dasar itulah, Ia percaya persatuan Indonesia dapat disatukan oleh agama. “Kalau kita menemui ada sebagian saudara-saudara kita menggunakan agama membuat kita berjarak, saling merendahkan dan bahkan meniadakan, Saya pikir kita harus melakukan evaluasi diri, refleksi diri, melihat kembali apa betul ajaran agama seperti itu,” tegasnya.

Ditempat yang sama, Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak mengatakan bahwa semangat kesatuan dan persatuan sudah ada di Kepri. Di Kepri, semua agama dan suku hidup berdampingan dengan harmonisnya. “Semua mempunyai kesempatan yang sama di Kepri. Antar agama saling melindungi, saling menyayangi,” tegas Jumaga.

Atas dasar itu, Ia dan Gubernur bersama seluruh elemen masyarakat berjanji untuk terus memupuk semangat persatuan itu. Tanpa itu, Kepri tidak akan maju. Senada dengan Jumaga, Gubernur Kepri Nurdin Basirun mengatakan bahwa seluruh suku agama dan ras hidup rukun di Kepri. “Kepri ini miniatur Indonesia. Kita terus saling menjaga agar dapat dijadikan contoh bagi provinsi lain,” ucap Nurdin.

Sebelumnya, ketua Majelis Nichiren Shoshu Buddha Dharma Indonesia Aiko Senosoenoto mengatakan bahwa umat Budha siap mengambil peran dalam pembangunan. “Kami siap menjadi mata, tiang dan bahtera bagi kemajuan bangsa Indonesia,” ucap Aiko.

Maka dari itu, umat Budha berusaha terus merawat bangsa ini dengan ikut menebar kasih keseluruh pelosok Indonesia. Agar nantinya, Indonesia damai, penuh dengan kasih dan sejahtera. (*)

Tulisan : Andi Pratama
Editor : Dedy Swd

Sekilas Info Seputar Kolam Renang Terbesar di Asia Treasure Bay di Bintan

Treasure Bay Bintan Kepri

WARTAKEPRI.co.id, BINTAN – Objek wisata pantai di Kepri sangat banyak‎. Tergantung dana, mau murah ada pantai rakyat. Kalau dana berlimpah dan ingin merasakan sensasi, objek wisata dikelola pihak swasta bisa jadi pilihan.

Salah satunya yang menjadi pembicaraan sejak dibuka hampir 3 tahun lalu adalah Trasure Bay Bintan, dengan objek Wisata kolam renang terbesar di Asia Tenggara

Info bagi Anda yang ingin liburan ke sini, dapat disimak penjelasan di bawah ini.

Sekilas memang nampak bagaikan serpihan laut dengan tepian pantai pasir putih dan air yang super duper biru bening, namun sebenarnya adalah sebuah kolam raksasa yang pasti bikin kamu ingin nyebur dan merasakan sensasi berenang di kolam ini.

Karena lokasi kolam renang Lagoi ini yang berada di satu kawasan resort di Pulau Bintan, maka ongkos untuk bisa menikmati suasana kolam dan entertainmentnya pun bisa dibilang tidak murah loh.

Tiket masuknya dibanderol dengan harga Rp 100.000 per orang, termasuk karcis senilai Rp 50.000 yang bisa kamu pakai untuk bermain water sport ataupun mendapatkan diskon saat berbelanja di restoran dan cafenya.

Selain itu, juga ada toko souvenir dimana kamu bisa berbelanja baju-baju kaos, baju renang, perlengkapan berenang ataupun peralatan water sport lainnya, dan tentu saja harganya lumayan mahal ya gaes, mirip-mirip harga di toko-toko souvenir Disneyland atau Universal Studio gitu deh.

Tapi klo memang penasaran pengen koleksi atau pun beli souvenirnya untuk kenang-kenangan, ya monggo aja, secara belum tentu bisa balik lagi ke tempat ini.

Treasure Bay Pulau Bintan

Masuk ke lokasi akan ada pemeriksaan barang bawaan, intinya tidak diperbolehkan membawa makanan dan minuman dari luar, jadi semuanya harus dibeli didalam area ini.

Area kolam Lagoi ini memang sangat besar dan luas dan bisa bikin kamu olahraga kalo memang niat mengelilingi kolamnya dengan jalan kaki.

Cara lain adalah bisa menyewa sejenis motor kecil mirip scooter gitu, ataupun naik speedboat yang ada di kolam ini.

Karena cuaca sedang panas dan bikin gue keringatan melulu, maka pilihanku pun jatuh pada speedboat yang tampilannya sangat menyenangkan itu, dengan harga karcis Rp 20 ribu per orang, maka kamu bisa menikmati keliling kolam Lagoi di atas speedboat bermesinkan tenaga surya alias tanpa bahan bakar.

Karena memang didesain tidak boleh mengotori air kolamnya dengan limbah bahan bakar.

Aneka Water Sport di Treasure Bay, Bintan. Buat kamu yang males berenang dan hanya ingin bermain water sport, juga tersedia beberapa jenis water sport, diantaranya Aquaglide (Rp 190 ribu per 30 menit), Bumper Boat (Rp 125 ribu per 15 menit), Kayaking (Rp 160 ribu per 30 menit/single), Sea Scooter (Rp 370 ribu per 30 menit), dan bahkan Jetovator yang harganya nyaris Rp 2 jutaan per 30 menit.

Objek wisata ini rekomen untuk Anda yang memang membawa dana cukup besar. (*)

Sumber: net/jelajahku.com

Staf Desa di Anambas Terjaring Razia Pekat Bersama Wanita asal Jakarta

WARTAKEPRI.co.id, ANAMBAS – Razia gabungan yang dilakukan oleh Satuan polisi pamong praja Kabupaten Kepulauan Anambas beserta TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Darat, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dan Dinas Sosial kabupaten Kepulauan Anambas.‎

Razia tersebut terbagi dua tim terdiri dari tim satu dipimpin oleh kepala satuan polisi pamong praja Kabupaten anambas, beserta anggota TNI Angkatan Darat,staf disduk capil, sekretaris dan staf dinas sosial.

Sedangkan tim kedua terdiri dari kepala provos satpol PP T.Maman Faruk beserta Anggota TNI Angkatan Laut,staf disduk capil,staf dinas sosial kabupaten anambas.

Target razia adalah perhotelan, penginapan,kos-kosan,dan tempat-tempat hiburan yang berada di kawasan tarempa sebagai ibu kota kabupaten Kepulauan anambas.

Dari razia tersebut terjaring 3 pasangan yang terdiri dari sepasang bukan pasangan suami istri di sebuah kamar Hotel Ungu yang terletak di Tanjung Lambai Tarempa Barat.

Sedangkan yang satunya lagi terjaring di jalan menuju pasir merah yang mana tempat tersebut gelap gulita dan tidak ada lampu penerangan nya.

Saat ditanya oleh petugas terkait identitas, mereka tidak bisa menunjukkan, makanya langsung di bawa ke markas satpol PP Anambas.

Dari pasangan bukan suami istri tersebut adalah pejabat aparatur Desa Tiangau menjabat sebagai Kaur pembangunan di Desa Tiangau tersebut.

Sementara dari pihak wanitanya menuturkan berasal dari Jakarta namun tidak bisa menunjukkan identitas yang jelas saat ditanya oleh staf disduk capil kabupaten Anambas.

Eko selaku kastpol PP anambas menuturkan kepada media ini terkait staf desa yang terjaring razia tersebut akan ditindak lanjuti kepada kepala desanya dan Bupati Kepulauan anambas untuk di berikan sangsi yang mana sangsi tersebut agar membuat efek jera terhadap aparatur desa yang lainnya tutur Eko.

Satpol PP sesuai tugas pokok dan fungsi satuan polisi pamong praja selaku penegak peraturan daerah nomor 04 tahun 2014 tentang ketertiban Umum.

“Kegiatan tersebut akan dilakukan secara rutin dan Minggu depan akan menuju kecamatan Palmatak dan kecamatan Jemaja,” tutup Eko.(Rama)

Klarifikasi Judul : Kami dari Redaksi WartaKepri mengedit dan mengganti judul baru sesuai keterangan dalam berita benarnya adalah staf desa.

Maaf jika ada kekeliruan dalam penulisan.

(redaksi)

Majelis Nichiren Shoshu Buddha Dharma Gelar Doa Bersama di Batam

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Majelis Nichiren Shoshu Buddha Dharma Indonesia, mengadakan kegiatan pembinaan umat berskala Nasional, dengan menyelenggarakan “Doa Bersama Untuk Kerukunan Bangsa” di Ball Room Radisson Hotel, Sukajadi – Batam. Jum’at, (06/10/2017)

Kegiatan ini akan berlangsung hingga tanggal 8 Oktober 2017, dan selain acara kerohanian pihak panitia juga menyediakan stand yang menjual beragam produk dimulai dari pakaian, kosmetik, makanan dan lainnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh Menteri Agama Republik Indonesia.(*)

Tulisan Andi Pratama

Presiden Apresiasi Kinerja Cepat PLN Atasi Pasokan Listrik Tanah Air

WARTAKEPRI.co.id, SERANG – Efisiensi harus menjadi prioritas dalam pembangunan setiap infrastruktur. Hal ini dilakukan guna menekan biaya transportasi dan produksi.

Pernyataan ini disampaikan Presiden Joko Widodo ketika menghadiri acara pembangunan Coal Terminal 20 Juta Ton, groundbreaking PLTU IPP Jawa 7, 9 dan 10, peresmian PLTU IPP Banten Kapasitas 660 MW di Desa Terate, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, pada Kamis, 5 Oktober 2017,

“Saya titip kepada PLN ini masalah efisien agar semua biaya yang ada dicek betul secara detail baik yang berkaitan dengan batu bara maupun biaya transportasi,” ujar Presiden.

Mengawali sambutannya, Presiden mengapresiasi kerja cepat Perusahaan Listrik Negara (PLN) dalam mengatasi masalah kekurangan listrik di Tanah Air. Padahal tiga tahun lalu saat berkunjung ke sejumlah daerah di Tanah Air, Kepala Negara sering kali mendapatkan keluhan dari masyarakat terkait langkanya pasokan listrik.

Namun tiga tahun berselang, Presiden menyatakan bahwa keluhan tersebut sudah mulai tidak terdengar.

“Artinya kerja “ngebut” yang telah dilakukan PLN itu sudah mulai dirasakan oleh masyarakat. Meskipun pembangkit listrik yang sedang dibangun dan yang proyeknya masih diproses juga masih banyak,” ujar Presiden.

Melihat kerja cepat tersebut, Presiden pun menargetkan Indonesia akan mendapatkan pasokan listrik yang cukup pada tahun 2019 mendatang.

“Seluruh provinsi dari Sabang sampai Merauke semuanya teraliri listrik karena listriknya cukup,” ungkapnya.

Target tersebut bukanlah sekedar harapan, mengingat listrik adalah sebuah investasi jangka panjang bagi sebuah negara dan memiliki berbagai manfaat didalamnya.

Salah satunya adalah membuka lapangan pekerjaan yang menyerap ribuan tenaga kerja. Bahkan, berdasarkan laporan yang diterima Presiden, proyek-proyek tersebut menyerap tenaga kerja hingga 10 ribu karyawan.

“Ini investasi yang kita tinjau, yang selalu saya katakan perlunya investasi, ini membuka lapangan pekerjaan. Selain itu juga memberikan manfaat listrik-listrik di provinsi itu tidak byarpet,” tutur Presiden.

Oleh karena itu, Presiden telah memerintahkan jajarannya untuk segera menyelesaikan proyek-proyek infrastruktur pemerintah. Utamanya pembangkit listrik yang dapat mengaliri listrik di seluruh Tanah Air.

“Apapun kebutuhan baik rumah tangga, industri, perhotelan, pariwisata baik di provinsi, di daerah itu kan semuanya itu membutuhkan listrik. Jadi, saya terus kejar ke Pak Menteri ESDM, Bu Menteri BUMN, Dirut PLN agar kecukupan itu betul-betul kita cukupi,” ucap Presiden.

Turut mendampingi Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo dalam acara tersebut adalah Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir dan Gubernur Banten Wahidin Halim.(*)

Bey Machmudin
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden

Bupati Natuna Kesal dengan Jaringan Lelet Seluler Telkomsel, Apalagi di Pulau Laut

WARTAKEPRI.co.id, NATUNA – Kunker ke Kecamatan Pulau Laut Bupati Natuna perjuangkan Listrik segera menyala seluruh Desa serta inspraturuktur jalan Akan kembali di bangun tahun Depan.

Rombongan menggunakan tranpotasi Kapal Ferry baru Pemda Natuna Indra Perkasa yang bernomor lambung 159 itu bertolak dari pelabuhan Tanjung Payung Penagi Ranai, sekitar pukul 7.30 WIB

Menuju Kecamatan Pulau Laut dan tiba di Pelabuhan Pulau Laut pada pukul 9.55 WIB

Setiba di pelabuhan Tanjung Batu Pulau laut, Bupati langsung disambut oleh Camat Pulau Laut Sudirman.

Beserta ratusan masyarakat serta para pelajar dari SD, SMP dan SMA yang ada di Pulau Laut.

Bupati beserta rombongan lansung menuju tempat acara pertemuan Gedung Madah Kencana Kecamatan Pulau Laut.

Camat Kecamatan Pula Laut Sudirman, kata sambutannya mengatakan,

“Kami masyarakat Kecamatan Pulau Laut, sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati dan Ibu Wakil beserta rombongan sudah datang ke Kecamatan Pulau ini. Mudah mudah ada lagi Kujungan seterusnya.” ucapnya.

Sudirman pada kesempatan itu Juga menyampaikan beberapa hal, mulai dari jaringan selalu bermasalah (lelet) PLN yang belum maksimal.

Camat juga menyampaikan bahwa di Kecamatan Pulau laut lagi di kebut pengerjaan Embung Tampungan Air bersih.

Bupati Natuna Hamid Rizal, menyampaikan, Tujuan adanya silaturahmi ini guna mendengar berbagai masukan masukan dari Bapak Ibu masyarakat di sini.

“Kami sangat mengharapkan adanya masukan masukan dari Bapak semuanya.
Karena Kecamatan Pulau Laut ini yang merupakan daerah perbatasan, maka dari itu daerah Kecamatan Pulau ini menjadi prioritas bagi pemerintah pusat,” kata Hamid.

Masyarakat harus menikmati pelayanan kesehatan maksimal, maka dari itu pembangunan puskesmas di pulau ini harus di kebut pengerjaannya.

Terkait listrik kata Hamid, sesuai program presiden paling lambat tahun 2019 mendatang semua Desa di seluruh Indonesia sudah teraliri oleh penerangan PLN.

Itu makanya saya selalu mengingatkan, menyurati PLN. Untuk pelabuhan perintis pada tahun 2018 mendatang sudah selesai dapat dinikmati oleh masyarakat.”tambah Hamid lagi.

Terkait keluhan masyarakat Kecamatan Pulau Laut terhadap jaringan Telekomsel, Hamid mengaku jengkel dengan ulah Telekomsel.

“Jangankan pulau ini, di Ranai saja, di rumah kediaman Bupati Sendiri juga lelet, untuk WA dan Fecebook saja kita susah. Saking jenkelnya saya, rasa mau saya bongkar tiang tiang Tower seluler itu rasanya,” ungkap Hamid di hadapan ratusan warga Pulau Laut itu.

Hamid Juga berpesan kepada seluruh kepala Desa di Kecamatan Pulau Laut, agar menggunakan dana desa sesuai peruntukannya, agar tidak kena masalah dikemudian hari.

Diakhir acara Bupati menyerahkan Alat Peraga untuk TK Negeri Kecamatan Pulau Laut.

Usai bersilaturahmi dengan masyarakat,rombongan langsung menuju tiga proyek pembangunan yang lagi berjalan. Yaitu, Proyek pembangunan Puskesmas di Desa Air Payang dan Pembangunan Proyek Embung Air Bersih di Desa air Payang dan Proyek Jalan Semen beton berulang dari kampung baru ke Desa Air Payang di Kecamatan Pulau terujung itu.

Ikut rombongan Istri Nurhayati Hamid Rizal, juga nampak Wakil Bupati Ngesti Yuni Suprapti, serta pimpinan DPRD Natuna, Wakil Ketua DPRD Daeng Amhar, Ketua Komisi I Wan. Sofian, Yohanes, Jarmin , dan Marzuki. Kadis PU Tasrif, Kadis Perkim, Agus Supardi, Kadisdikpora Marka Dj , Kadis Sosial dan Perlindungan Anak. Kartina Riawita, Kabag Humas Budi Darma, dan beberapa kepala OPD Pemda lainya.(*)

Rikyrinov

Kucurkan Rp 12 M, Bupati Bintan akan Evaluasi Hasil Program Desa

WARTAKEPRI.co.id, BINTAN – Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos meminta agar Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Bintan dapat mengevaluasi program-program di Desa sebagai prioritas dalam menyelaraskan dengan Program Pemerintah Daerah.

Menurutnya, evaluasi program Desa dimaksudkan agar dapat mengidentifikasi serta bisa mengukur pencapaian dari setiap program desa tersebut.

” Kita inginkan agar setiap keberhasilan suatu program di desa, haruslah diukur dan diidentifikasi melalui rapat evaluasi yang dilakukan secara periodik agar setiap programnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat ” ujarnya di Kantor Bupati Bintan, Rabu (5/10/2017).

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Bintan Ronny Kartika, S.STP mengatakan bahwa beberapa kegiatan dan rancangan sudah dibuat terkait pembinaan aparatur perangkat desa sekaligus penyelarasan program pembangunan di pedesaan dengan merujuk rpjm kabupaten.

Untuk itu, anggaran sebanyak Rp 12 miliar rupiah melalui alokasi dana desa yang diperuntukkan bagi 36 desa di APBDes P Tahun 2017 ini, akan dimaksimalkan melalui program-program, agar bisa dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat.

“ Kita akan koordinasikan bersama perangkat desa agar dapat memanfaatkannya secara maksimal melalui Program pemberdayaan ekonomi masyarakat salah satunya melalui pengembangan BUMDes dan peningkatan kapasitas aparatur,” ujarnya .

Menurutnya saat ini, Kabupaten Bintan telah memiliki sekitar 28 BUMDes Assosiasi Badan Usaha Milik Desa (BUM-Des). Nantinya melalui Program BUMDes lah, pencapaian program-program desa tersebut akan dicapai.(*)

Humas Bintan