Abdul Rahman Nelayan yang Hilang Tiga Hari Berhasil Diselamatkan Coast Guard Malaysia

Abdul Rahman Nelayan yang Hilang Tiga Hari Berhasil Diselamatkan Cosguard Malaysia





WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Proses evakuasi terhadap salah satu nelayan yang mengalami Lost Contact bernama Abdul Rahman (51) warga RT/RW 002/001 Kelurahan Teluk Uma Kecamatan Tebing Karimun, pada sabtu pagi (28/9/2019) berjalan dengan aman dan lancar.

Tim gabungan dari Satpol air Polres Karimun, posal Takong Iyu dan Leho Lanal TBK, Tim SAR, Basarnas, BNPP, berhasil mengevakuasi pria yan mempunyai tiga orang putra tersebut.

Kapolres karimun AKBP. Yos Guntur melalui Kasat Polair polres Karimun, Iptu Sahata Sitorus mengapresiasi dengan ditemukannya nelayan yang hilang, berkat kerjasama yang baik dengan instansi beserta stakeholder terkait lainnya.

“Proses evakuasi sendiri berjalan dengan lancar, dan sempat tertunda, karena titik koordinatnya berubah, dan Alhamdulillah pukul 09.000 wib pagi ini dapat melaksanakan evakuasi bersama dengan maritim malaysia (Coast Guard Malaysia) di Selat Malaka,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sahata juga mengatakan untuk cuaca sendiri sangat mendukung dan baik saat melakukan evakuasi, selain itu juga mengimbau kepada seluruh nelayan, untuk persiapan melaksanakan atau mencari nafkah di laut harus benar-benar dipersiapkan sedemikian rupa, sehingga dapat dengan baik dan tidak berakibat fatal.

“Sekecil apapun harus dipersiapkan, yang pertama harus mempersiapkan life jacket, safety serta bekal-bekal yang lainnya, alat komunikasi atau hp, keselamatan dilaut sangat berharga,”pintanya.

Sementara itu, nelayan yang berhasil ditemukan dengan keadaan selamat, sangat bersyukur karena masih diberikan keselamatan, dan dapat berkumpul kembali bersama keluarga, setelah selama empat hari mengapung di lautan.

“Alhamdulillah masih diberikan keselamatan dan kesehatan, hingga dapat berkumpul kembali bersama seluruh keluarga,” ungkap pria yang selama tiga hari tersebut mengapung di lautan bebas.

Rahman juga menceritakan bahwa selama tiga hari tersebut, dirinya hanya bisa pasrah dan selalu berdoa, agar diberikan keselamatan, dan selama ditengah laut tetap bertahan hidup dengan memakan beras mentah, tanpa dimasak terlebih dahulu, karena persediaan tabung gasnya tidak bisa dapat digunakan juga.

“Selama tiga hari tiga malam, tetap bertahan hidup dengan memakan beras mentah, hingga melewati pulau pisang perbatasan Indonesia (Karimun), dengan Malaysia,”kenangnya.

Pria berusia 51 tahun ini juga menyampaikan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh instansi dan anggota yang dapat mengevakuasi dirinya beserta kapal pompong yang mengalami kendala, dimana mesinnya mati saat menjaring ikan.

“Allah masih menyelamatkan saya, dan jumpa dengan kapal Maritim Malaysia, sehingga saya diberikan, makan, minum, pakaian dan perlengkapan Shalat lainnya,” kata pria yang mempunyai tiada henti-hentinya mengucapkan rasa syukur dan terimakasihnya.

Kini, Rahman dapat berkumpul dan bersatu kembali bersama keluarga tercintanya, dan akan melaut, dan akan menjaring ikan kembali, tetapi dengan peralatan yang lengkap, sesuai himbauan dari Tim gabungan, agar selalu mengutamakan keselamatan berlayar dilaut, khususnya para nelayan yang mencari ikan.(*)

Kiriman : Aziz Maulana
Editor : Dedy Suwadha





DEWAN PERS WARTAKEPRI PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
PEMKO BATAM
DPRD BATAM
PEMKAB ANAMBAS
DPRD ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD
WIRARAJA