Tingkatkan Pelayanan, PT TJK Lakukan Pemeliharaan Major Pembangkit PLTU Tanjung Kasam





WARTAKEPRI.co.id,BATAM–PT TJK Power Perusahaan penyedia tenaga listrik swasta berbahan bakar batu bara di Batam berencana akan melakukan pemeliharaan major untuk mesin 1 (kesatu) pembangkit PLTU Tanjung Kasam akan dilaksanakan mulai tanggal 5 Oktober hingga November 2019.

“Pemeliharaan tersebut dilakukan demi mendukung kehandalan mesin PLTU, Rencana pemeliharaan major untuk mesin 1 (kesatu) pembangkit PLTU Tanjung Kasam tersebut diputuskan setelah berkoordinasi dengan Bright PLN Batam sebagai otoritas pengelola kelistrikan di Batam,”Ujar Direktur Pengembangan Bisnis dan Usaha PT TJK Power, Ahmad Baihaqi Basyarah Jumat, (27/9/2019) saat Konferensi Pers di Anambas Kopi Tiam, Batam Centre.

Dikatakannya, kita cukup lega dengan dikeluarkannya izin pemeliharaan major dari Bright PLN Batam tersebut. Masalahnya jadwal pemeliharaan PLTU Tanjung Kasam sendiri telah beberapa kali mengalami penundaan.

“Seharusnya pemeliharaan major untuk mesin 1 (kesatu) pembangkit dijadwalkan pada awal Juli 2019 dan untuk mesin 2 (kedua) di bulan Agustus 2019. Namun, demi mendukung Bright PLN Batam, kami sepakat untuk memundurkan jadwal pemeliharaan major hingga bulan Oktober 2019,”katanya.

Maka dari itu, langkah ini dilakukan menimbang kebutuhan masyarakat kota Batam dan Kabupaten Bintan yang semakin meninggi dan juga salah satunya karena permintaan dari Bright PLN Batam,”imbuhnya.

”Berdasarkan kesepakatan dengan Bright PLN Batam, rencananya pemeliharaan major untuk mesin 1 (kesatu) pembangkit PLTU Tanjung Kasam dijadwalkan tanggal 5 Oktober 2019, kemudian dilanjutkan pemeliharaan untuk mesin 2 (kedua) pada tanggal 17 November 2019.

Sementara untuk pemeliharaan major ini sendiri kami perkirakan akan memakan waktu hingga 35 hariperunit,”ucap Ahmad Baihaqi Basyarah.

Ahmad Baihaqi melanjutkan, TJK Power sebelumnya telah beberapa kali memundurkan jadwal pemeliharaan major yang seharusnya dilakukan pada bulan Juli lalu. Yang kami khawatirkan adalah apabila hal ini tidak dilakukan secepatnya maka kemungkinan mesin pembangkit mengalami kerusakan hingga berpotensi,”lanjut dia lagi.

menimbulkah kerusakan atau bahkan mati total dan untuk perbaikan mesin hingga dapat dioperasionalkan kembali akan memakan waktu 2-3 bulan dan tentunya hal ini akan semakin memperburuk keadaan kelistrikan di Kota Batam,tutup Baihaqi.

Sampai saat ini PLTU Tanjung Kasam yang dioperasionalkan oleh PT TJK Power yang berkapasitas 2×55 Mega Watt (MW), merupakan pembangkit yang cukup handa! dimana PLTU tersebut telah dan akan memasok listrik bagi PT PLN Batam selama 3O tahun.

Sejak mulai beroperasinya PLTU Tanjung Kasam pada tahun 2012 lalu, sampai saat im’ telah berhasil memasok listrik diatas 85% per tahun untuk kedua,”tambahnya lagi.

Sementara itu, unit pembangkit di atas target yang ditetapkan oleh Bright PLN Batam,”tutupnya.

Kiriman :Taufik Chan





DEWAN PERS WARTAKEPRI PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
PEMKO BATAM
DPRD BATAM
PEMKAB ANAMBAS
DPRD ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD
WIRARAJA