Pekan Bebas vektor, Bupati Karimun Berharap Kasus Demam Berdarah Dapat Ditekan

Pekan Bebas vektor, Bupati Karimun Berharap Kasus Demam Berdarah Dapat Ditekan





WARTAKEPRI.co.id KARIMUN – Dengan menggandeng Instansi serta stakeholder terkait dan juga para pelajar, pada Senin pagi (16/7/2019) di Padimas Ball room lantai VII hotel Aston, Kantor kesehatan pelabuhan kelas II Tanjungbalai karimun yang didukung oleh Kementerian kesehatan Republik Indonesia menggelar kegiatan pertemuan pekan Bebas vektor dan pencanangan pemasangan 1000 Lavitrap.

Para peserta sangat antusias yang turut serta dihadiri oleh Bupati karimun H. Aunur Rafiq beserta organisasi perangkat daerah (OPD) serta duta Jumantik anak sekolah.

Seusai Pelaksanaan kegiatan, Orang nomor Wahid dijajaran pemerintah Kabupaten karimun, H. Aunur Rafiq sangat mengapresiasi serta mengucapkan terimaksih kepada kementerian kesehatan melalui Direktur Penguatan program pencegahan dan pengendalian penyakit tular vektor dan zoonosis (P2PTVZ).

“Tentunya dalam hal ini pemberontak daerah mengapresiasi serta menyampaikan ucapan terimakasih kepada kementerian Republik Indonesia melalui Direktur P2PTVZ Kemenkes, dr. Siti nadia tarmizi, M.Epid,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bupati Rafiq mengharapkan bahwa dengan kegiatan ini akan mengurangi dan menekan kasus-kasus terjadinya demam berdarah, dimana untuk jumlah diKabupaten karimun sendiri cukup tinggi.

“Memang kalau ditinjau fluktuasi pernah terjadi kasus pada tahun 2015 sebanya 350, kemudian 2016 meningkat menjadi 400, lalu 2017 turun menjadi 70 dan pada tahun 2018 naik lagi menjadi 170, serta pada tahun 2019 ini sampai dengan bulan September ini sudah terdapat 166 kasus demam berdarah,” ungkapnya.

Kata Rafiq juga, walaupun angka kematiannya dibandingkan beberapa tahun yang lalu terjadi penurunan, akan tetapi kita juga harus tetap waspada dan juga tidak akan pernah berhenti bagaimana penanganan tentang masalah DBD ini dengan melibatkan elemen masyarakat.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, dr. Siti nadia tarmizi, M.Epid, juga menyampaikan terimaksih kepada pemerintah daerah karimun (bupati) yang tentunya sudah sangat memperhatikan permasalahan kesehatan di wilayah Kabupaten karimun sendiri.

“Kami sangat bangga dengan prestasi bapak bupati untuk beberapa penyakit dan permasalahan kesehatan lainnya sudah dapat diselesaikan, seperti penyakit malaria, dan pada kesempatan ini dengan dukungan beliau, KKP kelas II Tanjungbalai karimun bersama dengan dinas kesehatan dan pendidikan kabupaten karimun dapat melaksanakan kegiatan ini,” ujarnya.

Dengan dilaksanakannya kegiatan pertemuan pekan Bebas vektor dan pencanangan pemasangan 1000 Lavitrap diharapkan penyakit demam berdarah dapat segera tereliminasi di wilayah Karimun.

Dimana Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) sendiri merupakan bentuk kegiatan pencegahan seperti Menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan, Menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk, Menggunakan kelambu saat tidur, Memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk, Menanam tanaman pengusir nyamuk, Mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah, Menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang dapat menjadi tempat bersarangnya nyamuk.

Sehingga Pemasangan lavitrap diharapkan mampu menekan risiko penyebaran berbagai virus yang dibawa nyamuk Aedes aegypty.(*)

Tulisan : Aziz Maulana





DEWAN PERS WARTAKEPRI PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
PEMKO BATAM
DPRD BATAM
PEMKAB ANAMBAS
DPRD ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD
WIRARAJA