Kerjasama dengan Apple Foundation dan Nongsa Digital, ITEBA Cetak Mahasiswa Handal siap Kerja





WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Institut Teknologi Batam (ITB) bersama Yayasan Vitka bertekad mendukung program pemerintah dalam mewujudkan revolusi industry 4.0 di wilayah Batam, Kepulauan Riau khususnya dan Indonesia pada umumnya.

“Kami memang mempersiapkan generasi muda Batam serta kepulauan Riau dalam menyongsong revolusi industry 4.0 itu. Sebagai institusi pendidikan teknologi, sains dan seni desain, kami memiliki misi dan visi untuk mewujudkan hal tersebut sesuai kondisi nyata saat ini dan di masa depan,”ujar Rektor Institut Teknologi Batam (ITEBA) Dr Ing. M Sukrisno Mardyanto kepada awak media Rabu (18/9/2019) pada acara Sidang senat terbuka.

Menurutnya, salah satu langkah yang layak dan perlu dilakukan untuk mendukung program pemerintah dalam mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dalam bidang teknik, sains dan desain sesuai dengan tuntunan dan kebutuhan industri di Indonesia kawasan asia tenggara dan dunia internasional.

Kami telah menjadi salah satu perguruan tinggi yang menjalin kerjasama dengan Apple corporation. Hal ini diwujudkan dalam program “Apple Foundation” berapa kelas jangka pendek (1 bulan) yang dirancang dengan metode Challenge based Learning untuk memberikan kesempatan kepada calon word Class Developers untuk mendalami Framework Apple agar mampu merancang prototipe aplikasi dalam ekosistem Apple.

Ini merupakan salah satu persiapan untuk mencetak para calon ahli Teknologi Informasi kelas dunia. Sedangkan kerjasama dengan industri di Batam, ITEBA telah menjajaki kerjasama dengan PT Labtech dan kawasan industri lainnya yang terkait dengan itu.

Adapun bentuk kerjasama lainnya adalah dengan Nongsa Digital park (NDP) merupakan kerjasama jangka panjang, dimana mahasiswa dapat melakukan kerja praktek di industri animasi sesuai dengan bidangnya.

Tidak hanya itu, Kampus ITEBA dipersiapkan juga sebagai sebuah Smart and green campus, dimana kemajuan teknologi. Hal ini sejalan dengan konsep kampus sebagai kumpulan kaum intelektual yang seharusnya menjadi contoh atau panutan kepada institusi atau masyarakat lain akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

Sementara itu, Pembina sekaligus Owner Yayasan Vitka, Asman Abnur mengatakan bahwa revolusi industri ke 1 pada abad ke 18 yang diawali dengan mekanisme terhadap industri tekstil, pengembangan teknik pembuatan besi dan peningkatan penggunaan batubara merubah peradaban ciri khas society 2.0 dan memicu 3.0 melalui revolusi industri menjadikan, masyarakat mempromosikan industrialisasi sehingga terjadi urbanisasi besar besaran dari desa yang merupakan basis pertanian menuju kota kota pusat industri.

“Jika kita melihat sisi dari bawah, sambung Asman, kemarin kita belum punya kampus belum selesai kampusnya, nah sekarang kita bisa membangun kampus kedua yang sudah bisa kita nikmati bersama moga-moga ke depan kampus ini bermanfaat buat kita semua,”kata Asman Abnur Rabu (18/9/2019) saat menyampaikan pidatonya dihadapan para mahasiwa baru.

Tidak akan maju, kalau tidak melihat sesuatu yang di depan kita kita lihat negara-negara maju itu, jangan pernah kita malu mencontoh yang baik itu, tetapi malu lah jika mencontoh yang tidak baik.

“Jangan gengsi kita mencontoh jangan malu kalau kita meniru meniru yang bagus itu tidak ada salahnya Kalau waktu ujian itu mencontek itu baru salah.

Jadi Sekali lagi saya atas nama pimpinan Yayasan Vitka berbahagia pada pagi hari ini bisa menyaksikan adik-adik bergabung di Institut Teknologi Batam tahun pertama kemarin kita belum punya kampus belum selesai kampusnya sekarang sudah berdiri kokoh kampus nya,”terangnya.

Adek adek sekalian jangan berharap kita hanya menjadi pegawai negeri saja, tetapi kalau memang ada peluang untuk jadi pengusaha itu sangat lebih baik. Jadi jangan gengsi dengan capaian kita,”tutupnya.(*)

Kiriman : Taufik Chan
Editor : Dedy Suwadha





DEWAN PERS WARTAKEPRI PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
PEMKO BATAM
DPRD BATAM
PEMKAB ANAMBAS
DPRD ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD
WIRARAJA