Dua Pelaku LGBT di Karimun yang Kedapatan Mesum di Rumah Kosong, Ditangkap Oleh Polisi





WartaKepri.co.id, Karimun – Dua pria atan (27) beserta pasangannya upih alias upe (27) yang kedapatan melakukan tindak asusila yang diduga sebagai Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgenser (LGBT) pada salah satu rumah kosong pada minggu (15/2019) sekitar pukul 15.30 WIB, di jalan Dwikora Tanjung batu, Karimun berhasil di amankan oleh Polsek kundur Selasa (16/9/2019).

Kedua pria yang yang diduga mengalami gangguan mental tersebut juga menyukai anak-anak kecil. Identitas Pelaku atan sendiri di ketahui warga Gang M. Daud RT/RW 001/004 Kelurahan Tanjung Batu Kota Kecamatan Kundur, Karimun, serta rekan pasangannya sesama jenis, upih (27) warga jalan pramuka Kelurahan Tanjung Batu Kota Kecamatan Kundur Karimun.

Saat di konformasi terkait kejadian tersebut, Kapolsek Kundur, Kompol Endi Endarto melalui Kanit Reskrim Polsek kundur, Ipda Alfajri membenarkan bahwa diwilayah hukumnya telah terjadi tindak asusila yang dilakukan oleh dua pria yang diduga melakukan Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgenser (LGBT).

“Sehubungan dengan beradarnya video asusila dimedia sosial yang dilakukan oleh dua orang pria dewasa tersebut, menindak lanjuti perintah Kapolsek Kundur Panit I Reskrim bersama anggota melakukan penyelidikan dan mendapatkan sebuah video asusila yang dilakukan oleh dua orang pria tersebut,” terangnya.

Lanjutnya, kemudian mencari keberadaan para pelaku dan berhasil menemukannya. Lalu kemudian menggelandang kedua pelaku yang sulit diajak komunikasi tersebut ke Polsek Kundur.

“Berdasarkan informasi dari masyarakat bahwa kedua orang pelaku ini mengalamai gangguan jiwa, namun demikian akan dilakukan pemeriksaan kejiwaannya,” terang perwira yang pernah menjabat di Polsek Meral karimun tersebut.

Sementara itu, Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) kabupaten karimun, Raja Abu samah mengutuk perbuatan keji itu, selain melanggar norma adat, juga sangat di larang oleh Agama.

“Sangat menolak LGBT dalam bentuk apapun, baik diKabupaten karimun umumnya maupun diseluruh Indonesia, kepada instansi terkait yang bersangkutan diharapkan orang-orang yang masih terlibat LGBT ini agar tingkah lakunya dapat dipulihkan kembali kepada perilaku laki-laki yang normal,” ujar Abu.

Ungkap Abu, kehidupan LGBT tersebut sangat tidak baik bagi kehidupan bermasyarakat, khususnya di wikayah bumi berazam.

“Oleh Karena itu perlunya memberikan penjelasan kepada orang-orang yang terlibat LGBT tersebut, baru adanya tindakan tegas,” pinta Abu.

Hingga saat ini, kedua pelaku masih dilakukan proses penyelidik lebih lanjut.

Kiriman : Aziz Maulana





DEWAN PERS WARTAKEPRI PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
PEMKO BATAM
DPRD BATAM
PEMKAB ANAMBAS
DPRD ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD
WIRARAJA