Keluarga Balita Bilqisya Bryliani Demo Pengadilan Karimun Protes vonis Bebas Terdakwa

Demo Menuntut Keadilan Anak Tewas Tersengol Mobil





WARTAKEPRI.co.id KARIMUN – Keluarga Bilqisya Bryliani dan warga Sungai Lakam RT 05/RW 03, Kolong Karimun mendatangi kantor Pengadilan Negeri (PN) Karimun, pada Kamis (12/9/2019). Warga datang dengan membawa keranda dan beragam spanduk berisi tulisan memprotes putusan hakim, yang diketuai oleh Joko Dwi atmoko, beserta hakim anggota Yudi Rozadinata dan Yanuarni Abdul Gaffar.

Pihak keluarga memprotes vonis bebas murni terdakwa B – D pada kasus kecelakaan yang mengakibatkan balita perempuan mungil Bilqisya Bryliani tewas pada Selasa pagi 30 April 2019 silam. Orang tua korban, Roziana (25) hanya menuntut keadilan atas meninggalnya putri tunggalnya yang masih berusia 28 bulan.

“Kami rakyat kecil dan miskin tidak mau dibodoh-bodohi oleh hukum, seenaknya saja kasih keputusan seperti itu, sehingga dari pihak kejaksana sendiri sudah mengajukan kasasi, jadi tinggal menunggu waktu saja,” ujar wanita yang sudah dua kali menikah tersebut.

Sementara itu, menanggapi aksi demo itu sendiri, Kepala kejaksaan negeri karimun Taufan Zakaria mengatakan bahwa, dari substansi Kejari sendiri, dimana sebagai penuntut umum tentunya berpedoman kepada hukum acara pidana, kemudian juga berpedoman kepada ketentuan teknis internal Kejaksaan Republik Indonesia, dimana mengatur tentang pedoman tuntutan pidana, dan sikap penuntut umum suatu putusan.

“Suatu putusan Pengadilan kita pelajari dan pertimbangan-Pertimbangan hukumnya, bagaimana Hakim memutuskan, mempertimbangkan perkara itu tidak terpenuhi unsur pembuktiannya, jadi itulah langkah-langkah penuntut umum yang dapat dilakukan sesuai dengan hukum acara pidana,” terang Taufan.

Lebih lanjut, Taufan juga menegaskan bahwa tentunya juga keadilan masyarakat dalam pembuktian selama pemeriksaan persidangan ini, dan juga pastinya Hakim mempunyai pertimbangan, dan Kejaksaan sendiri juga dalam rangka Menganalisa putusan itu untuk mempersiapkan upaya hukum kasasi.

“Tentunya penuntut umum dalam prosedur menangani suatu perkara sangat teliti, syarat-syarat yang menyangkut pada aspek formal dan materiil, khususnya syarat materiil ini antara lain substansi dari perkara itu tadi, pembuktian unsur pasal, bagaimana saat itu pemeriksaan dilakukan oleh penyidik terhadap perkara tersebut,” ungkapnya.

Lebih dalam lagi, Taufan menjelaskan setelah pemberitahuan bahwa hasil penyidikan sudah lengkap (P21), perkara itu akan dibawa ke persidangan kemudian dilanjutkan dengan proses pemeriksaan persidangan.

“Persidangan berjalan secara optimal, tentunya sebagai peran JPU dapat membuktikan perkara itu selama proses pemeriksaan persidangan,” kata Taufan.

Disinggung kecewa atau tidak dengan keputusan Hakim, Taufan mengungkapkan bahwa ukurannya bukan persoalan kecewa, Kalau penuntut umum dalam kaitan tugas tentunya berusaha untuk membuktikan persidangan, dengan tujuan guna mencapai dan memenuhi kriteria rasa keadilan masyarakat, juga putusan pengadilan dalam pemeriksaan suatu perkara itu adalah kemanfaatan selain itu aspek formalnya kepastian atas perkara.

“Jadi tiga aspek itulah kepastian, kemanfaatan serta keadilan,” ujarnya.

Aksi warga sungai Lakam barat beserta mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian. Satu pleton pasukan Pengendali Massa (Dalmas) dikerahkan, termasuk bantuan personel dari Polres Karimun.

Para pendemo akhirnya membubarkan diri masing-masing dan berjalan dengan aman dan lancar, setelah pihak pengadilan negeri menerima lima perwakilan dari pihak keluarga korban.

Sebelumnya, Permohonan kasasi telah diajukan dan ditandatangani oleh Jaksa Penuntut Umum di Pengadilan Negeri dengan Akta Permohonan Kasasi Nomor 3/akta.pid.k/2019/PN.tbk.(*)

Kiriman : Aziz Maulana





DEWAN PERS WARTAKEPRI PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
PEMKO BATAM
DPRD BATAM
PEMKAB ANAMBAS
DPRD ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD
WIRARAJA