KM Bukit Raya tidak Sandar Penumpang Rogoh Kantong 10 Ribu Rupiah Untuk Ongkos Tambahan





Wartakepri.co.id, Anambas – Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) KM Bukit Raya yang mengalami kendala saat menurunkan penumpang dan menaikkan penumpang memang benar adanya yang di sebabkan oleh masalah teknis kerusakan BT pada baling-baling depan sebelah kiri dan kanan, terpaksa KM.Bukit Raya berlabuh di tengah laut.Rabu, 11/9/2019.

Akibat kerusakan yang di alami kapal KM.Bukit Raya pada baling-baling depan sebelah kiri dan kanan, para penumpang sudah ada yang panik, namun pihak Kapal KM. Bukit Raya sudah menginformasikan sebelumnya kepada Kepala Agen Pelni Tarempa, untuk supaya sesegera mungkin mengantisipasi para penumpang yang akan turun dan penumpang yang naik bahwa Kapal KM.Bukit Raya tidak bisa sandar di pelabuhan Tarempa dan di pelabuhan letung begitu juga nantinya di pelabuhan Bintan.

Muhammad Ikhsan Kepala Agen Pelni Tarempa Kabupaten Kepulauan Anambas membenarkan adanya kejadian itu, ia juga memberi penjelasan penyebab kerusakan yang dialami oleh Kapal KM Bukit Raya, dan saat ini KM Bukit Raya sedang dipelajari untuk perbaikan di Tanjung Pinang, namun jika kerusakannya parah Kapal tersebut akan di perbaiki di Jakarta, Ucap M.Iksan.

“Sekarang lagi di Tanjung Pinang, sedang dipelajari apanya yang rusak, kalau memang di Tanjung Pinang tidak memungkinkan perbaikan, nanti akan langsung dibawa ke Jakarta, nanti info lebih lanjut kita sampaikan ke rekan rekan” ucap M.Iksan kepada Wartakepri.co.id.

Muhammad Ikhsan, juga mengatakan bahwa sebanyak 92 orang penumpang yang turun, sebanyak 251 penumpang naik, dan ada 385 penumpang lanjutan, hal ini dapat dilihat bahwa Kapal KM Bukit Raya masih menjadi alat transportasi terfavorit di kabupaten kepulauan Anambas.

Kapal kayu atau yang biasa disebut masyarakat Tarempa pompong, sudah siap mengangkut penumpang yang naik dan penumpang yang turun.

Hal ini dibenarkan oleh Muhammad Ikhsan.

Ketika Kapal KM Bukit Raya tidak sandar di pelabuhan Tarempa para penumpang harus merogoh kantong untuk Ongkos tambahan untuk membayar kapal kayu atau sering disebut Pompong, dan itu belum termasuk tiket (diluar tiket kapal), Penumpang dikenakan biaya sebesar Rp 10 ribu.(Rama)





DEWAN PERS WARTAKEPRI PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
PEMKO BATAM
DPRD BATAM
PEMKAB ANAMBAS
DPRD ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD
WIRARAJA