Mantap, 18 September Mendikbud luncurkan literasi digital di Natuna



WARTAKEPRI.CO.ID – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhajir Effendy mengatakan segera meluncurkan literasi digital di Natuna, Kepulauan Riau pada 18 September 2019.

Literasi digital adalah pengetahuan dan kecakapan untuk menggunakan media digital, alat-alat komunikasi, atau jaringan dalam menemukan, mengevaluasi, menggunakan, membuat informasi, dan memanfaatkannya.

“Nanti 18 September kita launching di Natuna, ini salah satu perangkat literasi yakni literasi digital,” kata Mendikbud Muhajir disela peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) 2019 yang dipusatkan di Kota Makassar, Sabtu.

Dia mengatakan, literasi digital itu untuk membekali warga termasuk anak-anak sebagai generasi milenial memiliki imunitas menghadapi berita-berita menyesatkan, berita negatif dan termasuk hoax, sehingga harus memiliki kemampuan untuk melakukan filterisasi.

Berkaitan dengan hal itu, lanjut dia, salah satu tugas pemerintah untuk memberikan literasi digital karena banyak informasi yang harus disaring untuk menghindari hal yang tidak diiinginkan.

Sementara pengentasan buta aksara yang sudah dilakukan pemerintah secara besar-besaran sejak awal kemerdekaan hingga Orde Baru dengan membuat banyak sekolah Inpres.

Khusus mempersiapkan generasi emas menghadapi era 4.0, kini tidak cukup dengan literasi membaca, tulis dan berhitung (Calistung) saja, tetapi ditingkatkan ke literasi yang lebih fungsional seperti literasi digital, literasi finansial atau keuangan dan literasi budaya.

Pada kesempatan yang sama Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah mengatakan, pengentasan buta aksara di Sulsel sudah tuntas, sehingga ini mendukung peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Berdasarkan data BPS Sulsel diketahui, tingkat IPM Sulsel pada 2018 mencapai 70,90 dengan status literasi tinggi tujuh kabupaten/kota diantaranya Kota Makassar, Kota Palopo dan Kabupaten Enrekang.

Sedang lainnya terdapat 11 kabupaten satus sedang dan selebihnya enam kabupaten yang masih status rendah.

“Dengan kemampuan literasi yang meningkat, ini akan memberikan multiplier effect pada pertumbuhan ekonomi dan angka harapan hidup,” katanya.

Seusai melakukan kegiatan seremonial, gubenur Sulsel dan Dirjen Paud dan Dikmas Haris Iskandar mendampingi mendikbud mengunjungi sejumlah stand pameran dari berbagai privinsi di Indonesia.(rds)

Sumber: ANTARA







DEWAN PERS WARTAKEPRI PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
PEMKO BATAM
DPRD BATAM
PEMKAB ANAMBAS
DPRD ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD
WIRARAJA