Kantor Karantina II Tanjungbalai Karimun akan Tingkatkan Kewaspadaan di Pelabuhan Tikus

Kantor Karantina II Tanjungbalai Karimun akan Tingkatkan Kewaspadaan di Pelabuhan Tikus



WARTAKEPRI.co.id KARIMUN – Bertempat di Gedung Pertemuan Karantina Pertanian Karimun pada Jumat (23/08/2019), telah digelar pembinaan kewaspadaan dengan menghadirkan Kepala Pusat Kepatuhan, Kerjasama dan Informasi Perkarantinaan (KKIP).

Pada kegiatan yang turut serta dihadiri bersama oleh kantor Karantina Pertanian Batam dan Karantina Pertanian Tanjungpinang Kepulauan Riau tersebut, merupakan wilayah di Provinsi Kepri sendiri yang banyak memiliki pelabuhan serta akam tetapi belum ditetapkan secara resmi oleh pemerintah.

Mulai dari Batam, dan Tanjung Pinang hingga Tanjung Balai Karimun, dimana ketiga daerah tersebut merupakan UPT Badan Karantina Pertanian yang sangat rawan terjadi penyelundupan komoditas pertanian.

Hal ini disebabkan letak geografisnya yang berdekatan dengan Malaysia dan Singapura sehingga berpengaruh terhadap harga komoditas pertaniannya.

Disela – sela kegiatan, Kepala Karantina Pertanian Karimun, Priyadi menjelaskan bahwa tiga UPT di Provinsi Kepulauan Riau memiliki masalah yang sama dalam menangani kasus penyelundupan komoditas pertanian.

“Salah satu faktor yang melatarbelakangi kasus penyelundupan atau pelanggaran karantina karena banyaknya pelabuhan tidak resmi atau pelabuhan tikus, yang tidak mampu terkontrol secara keseluruhan,” ungkapnya.

Guna menghadapi permasalahan tersebut, Sujarwanto selaku Kapus KKIP menyampaikan agar segala macam bentuk pelanggaran karantina dengan modus kejahatan berupa apapun harus diselesaikan secara hukum dan sesuai peraturan perkarantinaan yang ada.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Kabid Kepatuhan Barantan Suryo Irianto Putro mengatakan agar tetap memperhatikan kaidah-kaidah yang sesuai dengan peraturan termasuk aspek administratifnya.

Dimana, perlu diketahui bahwa Zona selat Malaka yang berbatasan dengan negara Malaysia dan Singapura ini menjadi fokus Badan Karantina Pertanian (Barantan) dalam hal pengawasan khususnya bahan-bahan kebutuhan pokok masyarakat.

Selain pada pos lintas batas negara, upaya penyelundupan komoditas pertanian yang tidak terjamin kesehatan dan keamanannya, tidak saja berbahaya dari ancaman potensi masuknya hama penyakit hewan dan tumbuhan, tetapi juga berbahaya bagi kesehatan masyarakat akibat mengonsumsinya.

Kepala Karantina Pertanian Batam dan Tanjungpinang yang turut hadir dalam acara yang di isi dengan pemberian cinderamata tersebut juga menyamakan pemahaman dan saling bersinergitas dengan instansi terkait dalam pengawasan dan tindakan karantina di zona rawan agar tetap terjaga kelestarian sumber daya hayati Indonesia.(*)

Tulisan : Aziz Maulana







DEWAN PERS WARTAKEPRI PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
PEMKO BATAM
DPRD BATAM
PEMKAB ANAMBAS
DPRD ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD
WIRARAJA