PT TJK Power Tanjung Kasam Siap Bangun Pembangkit Listrik Fase 2, Tapi Tunggu Izin PLN Batam





WARTAKEPRI.co.id, BATAM – PT TJK Power merupakan perusahaan penyedia tenaga listrik yang sedang membangun dan mengelola Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbahan bakar batu bara di wilayah Tanjung Kasam kota Batam, menyatakan kesiapannya untuk mendukung sistem kelistrikan di Pulau Batam dengan membangun tambahan pembangkit listrik dalam dua tahun kedepan.

Direktur Pengembangan Bisnis dan Usaha PT TJK Power Ahmad Baihaqi Basyarah mengatakan bahwa rencana ini sudah kita sampaikan ke pihak PLN Batam, bahwa kami sudah siap melaksanakan rencana Fase 2 tersebut. Hanya saja PT TJK belum berani membangunnya karena belum ada perintah dari PLN, meski begitu saya rasa dalam waktu dekat ini sudah mulai lah. Supaya suplay listrik lancar dan tidak ada lagi gangguan.

” Seperti kita ketahui bersama, PLTU Tanjung Kasam yang berkapasitas 2×55 MW telah beroperasi sejak 2012 lalu yang merupakan pembangkit listrik yang cukup handal dimana rata-rata kami berhasil memasok listrik di atas 85% (availabilityfactor/AF) kepada PT PLN Batam sejak beroperasi hingga saat ini,” kata Direktur Pengembangan Bisnis dan Usaha PT TJK Power Ahmad Baihaqi Basyarah Pada Sabtu (10/8/2019) pada saat penyerahan hewan kurban di Mesjid Nurul Hidayah Punggur.

Baihaqi menjelaskan, pihaknya juga Bahkan di sepanjang tahun 2019 ini, mendukung PT PLN Batam yang meminta untuk mengundurkan jadwal pemeliharaan Major yang seharusnya setiap lima tahun sekali dari bulan Juli 2019 menjadi bulan Oktober 2019.

” Meskipun pengunduran pemeliharaan Major ini meningkatkan risiko gangguan di mesin pembangkit, namun kami berharap positif agar saat pemeliharaan Minor di bulan Agustus dan pemeliharaan Major di Oktober nanti,kondisi pembangkit lain dipulau Batam yang mengalami
gangguan bisa berjalan normal dan mengurangi pemadaman pada masyarakat,”terang Baihaqi.

Terkait rencana PLTU tahap kedua ini kami sudah mengajukan proposal beberapa tahun lalu dan akan mengirimkannya kembali ke pihak PLN Batam sudah tersedia.

“Infrastruktur pendukung sudah siap,tinggal persetujuannya saja, dan diharapkan dalam waktu sekitar dua tahun sudah bisa beroperasi,”imbuhnya.

Asal tahu saja, Lanjut Baihaqi, sesuai Peraturan Pemerintah (PP)no 23 tahun 2014 dimana penambahan kapasitas pembangkitan ada pusat pembangkit tenaga listrik yang telah beroperasi di lokasi yang sama dapat dilakukan dengan mekanisme penunjukan langsung.

Dengan adanya aturan ini, maka pengembangan PLTU TJK Power fase 2 dapat dilakukan TJK di lokasi yang sama dimana lokasi lahan saat ini memang sudah di siap kan untuk empat (4) unit PLTU. Dengan adanya mekanisme penunjukan langsung ini maka tidak diperlukan mekanisme tender sehingga TJK memiliki hak untuk pengembangan bisnis fase 2.

Ahmad Baihaqi juga menyatakan bahwa kecukupan energi listrik di Batam menjadi hal vital jika melihat banyak nya pembangunan infrastruktur, perumahan, kawasan wisata dan industri serta sejalan dengan upaya kita dalam menarik dan meningkatkan investor
asing serta turis mancanegara kepulau Batam dan sekitarnya.

” Maka dari itu, Kamisiap membangun pembangkit baru sesegera mungkin,”ujar Baihaqi.

Sekilas tentang PT TJK Power PT TJK Power merupakan sebuah perusahaan penyedia tenaga listrik swasta berbahan bakar batu bara berkapasitas 2×55 MW yang berada di Tanjung Kasam Batam. PLTU tersebut dibangun diareal seluas 32 hektar pada kawasan pantai dimana telah mempunyai dermaga sendiri untuk menampung pasokan batubara.

PT TJK Power sahamnya mencapai 90% di miliki pihak swasta nasional (PT Petra Unggul Sejahtera dan PT PLN Batam (10%).

“PLTU pertama yang dimiliki TJK Power tersebut telah beroperasi sejak tahun 2012 mempunyai peran yang cukup signifikan dalam menyuplai kebutuhan listrik untuk masyarakat Batam dan sekitarnya,”tutupnya.

Tulisan : Taufik Ch



DEWAN PERS WARTAKEPRI PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
PEMKO BATAM
DPRD BATAM
PEMKAB ANAMBAS
DPRD ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD
WIRARAJA