Simak Penjelasan Jubir KPK Terkait Polemik Reklamasi di Kepri dan Perkembangan Kasus OTT Gubernur Kepri

Simak Penjelasan Jubir KPK Terkait Polemik Reklamasi di Kepri dan Perkembangan Kasus OTT Gubernur Kepri





Simak Penjelasan Jubir KPK Terkait Polemik Reklamasi di Kepri dan Perkembangan Kasus OTT Gubernur Kepri

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Juru Bicara KPK Febri Diansyah memberi kesempatan selebar lebarnya bagi Jurnalis di Kepri untuk bertanya seputar perkembangan kasus Gubernur Kepri Non Aktif Nurdin Basirun dan bawahannya. Pertanyaan apakah ada kemungkinan bertambah tersangka baru dan apakah ada pengembangan kasus Gratifikasi terkait Lelang Jabatan, serta adakah rekomendasi KPK untuk kawasan reklamasi yang telah dibooking oleh pihak swasta saat ini di Kepri.

Simak Video Terkait Polemik Reklamasi di Kepri dan Perkembangan Kasus OTT Gubernur Kepri Non Aktif Nurdin Basirun di Chanel Youtube WartaKepri TV:

Dijelaskan Febri Diansyah, pada Selasa (6/7/2019) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengeluarkan panggilan untuk dua orang saksi dari pihak swasta. Namun, yang datang baru satu orang. Satu lagi saksi atas nama Kok Meng tidak hadir.

KPK langsung menginformasikan juga untuk saksi nama Kok Meng telah dicegah untuk pergi keluar negeri. Kok Meng sendiri, pada minggu lalu, telah diperiksa KPK di Polresta Barelang Batam untuk mendalami kasus dugaan suap izin prinsip di Tanjungpiayu, Batam.

“ Yang bersangkutan (Kok Meng) dilarang keluar negeri untuk mendalami lagi kasus dugaan suap izin prinsip di Tanjungpiayu,” ungkap Febri kepada wartawan usai Pelatihan” Jurnalis Melawan Korupsi” di Kampus Uniba, Batam.

Febri mengatakan, sesuai agenda, Kok Meng hari ini dijadwalkan menjalani pemeriksaan di KPK, Jakarta. Namun pengusaha tersebut tidak datang. KPK belum mendapatkan pemberitahuan resmi ketidakhadiran Kok Meng.

“Belum ada pemberitahuan terkait alasan ketidakhadiran Kok Meng hari ini di KPK,” ujarnya.

Selain saksi Kok Meng, saksi lain yakni Johannes Kodrat juga dijadwalkan diperiksa KPK. Johannes juga diperiksa terkait dugaan suap izin prinsip di Tanjungpiayu, dimana dalam kasus ini KPK telah menetapkan Gubernur Kepri nonaktif Nurdin Basirun sebagai tersangka.

“Ada dua saksi yang diperiksa hari ini, yakni Kok Meng dan Johannes. Namun Kok Meng tidak memenuhi panggilan KPK untuk diperiksa,” ujar Febri.

Dalam kasus dugaan suap ini, KPK menetapkan empat orang tersangka. Selain Nurdin, tersangka lain yakni Kepala DKP Provinsi Kepri Edy Sofyan, seorang pejabat di lingkungan DKP Kepri, dan pihak swasta Abu Bakar.

Febri menyebut, penyelidikan dan penyidikan atas kasus dugaan suap dan gratifikasi ini masih panjang. Sehingga tak menutup kemungkinan KPK akan memeriksa lagi saksi lainnya. “Apabila ada perkembangan akan kami sampaikan lebih lanjut,” pungkasnya.

Febri Diansyah hadir di Batam menjadi pembicara dalam Workshop Jurnalis Melawan Korupsi yang diadakan KPK, bekerja sama AJI Indonesia, dan Tempo Institute. Pelatihan ini diikuti puluhan jurnalis dari berbagai media cetak, online, dan televisi di Kepri.

Selain Febri Diansyah, juga hadir sebagai pembicara, yakni Rektor Uniba Prof. Dr. Ir Chablullah Wibisono, MM, dan Koordinator Wilayah AJI Indonesia Hendra Makmur.(*)

Editor : Dedy Suwadha





DEWAN PERS WARTAKEPRI PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
PEMKO BATAM
DPRD BATAM
PEMKAB ANAMBAS
DPRD ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD
WIRARAJA