Olahraga Gasing Maknet Wisata Natuna



WARTAKEPRI.CO.ID, NATUNA – Gasing Sebuah permainan rakyat yang sempat redup berapa tahun terakhir kini kembali semarakan, bulan lalu permainan rakyat ini sempat ditampilkan pada perayaan hari Bayangkara 73 oleh Polres Natuna.

Gasing sejatinya menjadi daya tarik pariwisata, pada perayaan ulang tahun kota Ranai permainan gasing kembali turut ikut andil dan dilombakan dalam memeriahkan Funtouristic Festival 2019.

Bertempat di Bukit Cemaka Ranai, Lomba Gasing Tradisiona secara resmi telah dibuka oleh Kepala Dinas pariwisata Kabupaten Natuna Hardinansyah, Senin (29/07/2019).

Pertandingan gasing merupakan warisan seni budaya asli Natuna yang harus dijaga kelestariannya.

Salah satu cara dalam menjaga kelestarian seni budaya Natuna adalah mengagendakannya kedalam event-event besar seperti Funtouristic Festival yang diselenggarakan oleh Dinas Periwisata dan Kebudayaan Kabupaten Natuna.

“Yang paling penting harus diingat adalah permainan gasing ini merupakan seni budaya asli natuna yang harus dijaga kelestariannya.

Jadi saya harap kedepan ini lebih dapat ditingkatkan lagi” ujar Hardinansyah dalam sambutannya sebelum membuka acara Festival Gasing secara resmi.

Sebagai Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Natuna, Hardinansyah berencana akan menjadikan lapangan permainan gasing yang ada di Bukit Cemaka tersebut akan diusulkan menjadi lapangan permanen untuk permainan gasing Natuna serta akan menjadikan salah satu objek wisata Natuna.

Hardinansyah juga berharap permainan gasing ini tidak hanya akan dimainkan atau dilombakan setahun sekali seperti pada event Funtouristic ini, akan tetapi bagaimana juga dapat dilaksanakan permainan dalam peringatan atau dalam rangka kegiatan lainnya.

Dalam laporan Ketua Panitia Pelaksana yang disampaikan oleh Hairunnazar, pelaksanaan Festival Gasing ini akan dilaksanakan selama dua hari yaitu pada tanggal 29 s/d 30 Juli 2019.

Jumlah peserta yang mengikuti festival ini ada 10 group, yang tiap group terdiri dari 10 sampai 15 orang.

Sedangkan total hadiah yang telah dipersiapkan untuk para pemenang sebesar Rp. 20.000.000 yang dipotong pajak. Untuk Juara I berhak mendapatkan hadiah sebesar Rp. 5.625.000, Juara II Rp. 4.125.000, Juara III Rp. 3.000.000 , dan Juara IV sebesar Rp. 2.225.000.

Sebagai tanda dimulainya Festival Gasing tersebut, Kepala Disparbud Natuna Hardinansyah bersama Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Natuna Zakimin, diperkenankan untuk memutarkan memutar gasing dan menangkal gasing pertamakali.

Pada penutupan festival, Plt. Gubernur Kepri H. Isdianto menyakan sangat mendukung atas setiap kegiatan kepariwisataan, terutama yang bertujuan mendongkrak dunia pariwisata.

Oleh sebab itu adik mendiang H. Muhammad Sani ini memastikan jika tahun 2020 nanti lomba gasing tingkat Kepri agar dipusatkan di Natuna.

Dan semua akibat daripada itu Dinas Pariwisata Kepri yang menanggung seluruhnya.

Untuk kegiatan Fantouristic Festival sendiri Isdianto sangat mengapresiasi. Apalagi didalamnya ada berbagai kegiatan seperti lomba lagu melayu, band, gasing, layang-layang, nyuluh dan bazar.

“Perbanyak iven-iven yang menarik agar lebih banyak turis yang datang ke Kepulauan Riau. Dan jika turis sudah datang mari kita buat mereka nyaman. Dan yang terpenting ingin saya sampaikan jangan antipati dengan budaya asing,” kata Isdianto.

Isdianto memberi semangat dia mengatakan dihadapan masyarakat soal turnamen Gasing tingkat Provinsi kepri dan langsung di amini kepala dinas Parivisata Provinsi Kepri,

“Tahun 2020 Natuna saya harap harus bisa menjadi tuan rumah turnamen Gasing tingkat Provnisi kepri, tentu rangkaian even pariwisata ini dalam,” sebut Isdianto.(Rky)







DEWAN PERS WARTAKEPRI PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
PEMKO BATAM
DPRD BATAM
PEMKAB ANAMBAS
DPRD ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD
WIRARAJA