Selamat Hari Anak Nasional, Bahagialah Seluruh Anak Indonesia



WARTAKEPRI.CO.ID, Hari ini (23/7/2019) tepat 35 tahun yang lalu pertama kalinya dalam sejarah pemerintah menggelar perayaan Hari Anak Nasional (HAN). Hari Anak Nasional ini pertama kalinya dicetuskan oleh Presiden Soeharto melalui Keputusan Presiden RI Nomor 44 tahun 1984.

Hari Anak Nasional sendiri diperingati untuk mengingatkan bahwa anak-anak Indonesia merupakan aset yang sangat penting dan berharga bagi bangsa Indonesia sendiri.

“[…] dari Istana Negara ini, saya ingin menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh anak Indonesia. Bergembiralah dan tumbuhlah menjadi anak-anak yang sehat, cerdas, taat kepada orang tua, patuh kepada bapak dan ibu guru, taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan cinta kepada Tanah Air kalian yang indah dan luas ini,” kata Soeharto seperti dilansir melalui Tirto.id.

Tiga puluh dua tahun setelah HAN perdana dirayakan, survei Varkey Foundation di Inggris (September-Oktober 2016) menyebut anak-anak Indonesia yang berusia 15-21 tahun adalah anak-anak paling bahagia di dunia—dengan skor bersih 90 persen.

“Ini mungkin menunjukkan bahwa tinggal di negara yang relatif makmur dan maju secara ekonomi tak serta merta menjamin kebahagiaan,” terang tim peneliti Varkey Foundation, sebagaimana dilansir BBC.

Survei tersebut juga menerangkan saat anak-anak muda di berbagai negara merasa pesimis dengan masa depan mereka, anak-anak muda di Indonesia, Cina, dan India justru menunjukkan optimisme.

“Bagi anak-anak muda di Indonesia, optimisme masa depan disebabkan nilai-nilai yang mendukung perdamaian yang dipegang mereka, sementara kekhawatiran terbesar di masa depan adalah konflik dan perang.”

“Kualitas pengasuhan dan keluarga sangat penting dalam upaya-upaya perlindungan anak,” kata Sekretaris Menteri PPPA Pribudiarta Nur Sitepu. Ia menambahkan, tujuan HAN dirayakan adalah memunculkan kepedulian semua pihak untuk mewujudkan lingkungan yang berkualitas bagi anak dan arti penting peningkatan kualitas anak melalui pola pengasuhan yang berkualitas.

“Anak adalah harapan dan investasi bangsa Indonesia di masa depan. Kualitas anak-anak akan menentukan Indonesia menjadi bangsa yang kuat atau lemah,” pungkasnya. Jika anak-anak Indonesia tumbuh dengan kualitas yang menjanjikan, publik patut menyadari bahwa hari esok akan lebih baik dari hari sekarang—dan kita percaya hal itu bukanlah utopia.

Dilansir melalui : Tirto.id







DEWAN PERS WARTAKEPRI PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
PEMKO BATAM
DPRD BATAM
PEMKAB ANAMBAS
DPRD ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD
WIRARAJA