Keluhan Penumpang KM Kelud Batam ke Medan Untuk Mendapatkan Lima Tiket Kapal


Polres Anambas

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Sulitnya mendapatkan tiket Kapal KM Kelud di kantor PT. Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Batam dengan tujuan Belawan (Sumatra Utara) menjadi keluhan sejumlah penumpang, pada Minggu (07/07/2019).

Penumpang yang ingin berangkat dari Batam tujuan Belawan Medan harus membeli tiket dari masyarakat dengan harga yang jauh lebih mahal, dibandingkan harga yang diterapkan oleh kantor Pelni Kota Batam. Penumpang Kelud, Hermansyah menceritakan sulitnya dapat tiket Kelud tujuan Batam – Belawan.

” Tepatnya hari Senin (01/07/2019) lalu, saya sudah datang ke loket tiket kantor Pelni, Sekupang. Namun kata petugas loket menyampaikan tiket habis,” ucap Hermansyah dengan nada kecewa.

Masih menurut Hermansyah bahwa dirinya tidak patah arang untuk mendapatkan tiket Kapal Kelud maka dirinya beserta keluarga mencoba mencari tiket online di Alfamart dan Indomaret. “Namun tiket kapal Kelud tidak juga ada,” keluh Hermansyah.

Hermansyah menceritakan bahwa dirinya kembali mendatangi loket tiket Pelni, Sekupang pada Kamis (04/07/2019) namun tetap tidak ada tiket.

“Keluar dari loket tiket di kantor Pelni dengan kesal dirinya didatangi oleh seorang yang menawarkan tiket kapal Kelud dengan harga Rp. 350.000/orang,” kata Hermansyah.

Hermansyah menambahkan bahwa harga tiket sebenarnya Rp. 220.000/orang untuk kelas ekonomi, tetapi karena membeli dari orang di sekitar kantor Pelni harus Rp. 350.000. Marjin harga tiket beli dari orang tersebut Rp. 130.000/orang. Sementara kami ada lima orang.

“Kami harus buang uang Rp. 650.000 untuk mendapatkan tiket supaya dapat pulang ke Kota Medan,” tambah Herman.

Hermansyah mengkuatirkan jika dalam pelayaran terjadi musibah yang mengakibatkan kapal Kelud tenggelam maka dirinya beserta keluarga tidak akan mendapatkan asuransi sebab nama dalam tiket berbeda dengan nama di KTP.

“Hal tersebut merupakan sesuatu yang sangat menjadi ketakutan kami, semoga nanti bisa sampai dengan kondisi aman dan selamat sampai di Belawan nantinya,” tutup Hermansyah.

Kepala Operasional PT Pelni Batam Bantah Ada Calo

Kepala Operasi PT. Pelni, Dicky Dermawandi mengutuk keras jika ada masyarakat yang menyebutkan ada calo tiket di lingkaran PT. Pelni cabang Batam.

” Jika benar ada calo dan bekerjasama dengan petugas Pelni maka akan saya pecat,” sumpah Dicky saat dikonfirmasi.

Dicky meyakini bahwa petugas Pelni tidak ada kong kali kong dengan calo. “Kalau ada masyarakat yang menuding Pelni bekerjasama dengan calo untuk penjualan tiket maka akan saya gugat atau somasi,” tegas Dicky.

Dicky mengatakan bahwa jika ada orang yang menjual tiket kapal Kelud dengan online maka itu hak pribadinya. “Namun apabila dirugikan dengan perbuatan tersebut silahkan laporkan kepada polisi dan Pelni,” kata Dicky.

Masih menurut Dicky bahwa dirinya pernah mengusir para calo tiket yang berada di lingkaran kantor PT. Pelni cabang Kota Batam tetapi para calo tetap degil dan tetap datang lagi. (Joni Pandiangan)



DEWAN PERS WARTAKEPRI PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
PEMKO BATAM
DPRD BATAM
PEMKAB ANAMBAS
DPRD ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD
WIRARAJA
AWAL BROS