Banyak Hal Positif Dengan Adanya Pedagang Jagung Bakar di Deretan Jembatan I dan II



WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Kehadiran pedagang jagung bakar deretan jembatan I dan II banyak positifnya menurut Ketua RT 01 RW 04 Pulau Nipah Kelurahan Setokok. Ketua RT 01 RW 04 Pulau Nipah Kelurahan Setokok, Ruslan Jakfar mengatakan, kehadiran pedagang ini sudah cukup lama, sekitar tahun 2000-an.

Bahkan banyak pedagang yang sudah menyekolahkan anaknya dari hasil dagangan. Terkait berdarnya penggusuran di wilayah RT 01 RW 04 Kelurahan Setokok, Jakfar membenarkan pedagang yang berada di RT-nya tersebut tidak dikasih tahu soal penggusuran.

“Ini RT masuk Kelurahan Setokok.Jadi kita di sini. Tidak tahu penggusuran. Kita dikasih SP1 SP2 SP3 Sp4. Seharusnya kita diajak berunding dulu. Terus di sini. Kami mengharpakan diajak berunding yang ngasih SP. Alasan penggusurannya apa,” sebutnya, Minggu (16/6/2019).

“Keberadaan kami tahun 2000 sudah ada. Di sini.Kita siap ditata. Kami jangan dihilangkan. Dilihat keuntungan positif,” ujarnya.

Ciri khas Jagung Bakar di Barelang sudah menjadi ikon bagi pengunjung yang berkunjung ke jembatan barelang, bahkan ini sangat membantu program pariwisata.

“Pemerintah di sini lihat kami. Kami di tata. Kalau dihilangkan. Sepi di sini. Ayok di tata bersama-sama. Kami keberatan kalau kami digusur tanpa alasan yang jelas,” ujarnya.

Sebagaimana surat dari dinas terpadu, surat tebusan itu sampai camat lurah. Namun Ke RT dan RW juga nggak sampai di sini. Lurah tidak menginformasikan. RT Pulau Nipah nggak tahu surat ini.Seharusnya ini, terang Jakfar, Pak Lurah menginformasikan.

” Ini dari atas. Kalau Yang jelas RT RW tidak dilibatkan. Kita kecewa. Kami berharap tolong lihat kami dari sisi positifnya,”ujarnya.

” Selaku RT Keberadaan kawan kawan disini jangan dihilangkan. Karena kawana kawan disini menunjang pariwisata.Yang jelas kawan kawan disini. Ada koordinasi. Kawan kawan di sini semua cari makan. Nggak ada yang cari kaya. Cukup makan,”ujarnya.

Asiah, pedagang berusia 70 tahun, mengaku jualan jagung bakar sudah menjadi profesinya sehari-hari dan mampu menghidupi keluarganya dari hasil usaha jualan jagung di kiosnya. “Pendapat ibuk. Kepada semua, tolonglah bantu jualan di sini. Karena ibuk sudah tidak layak kerja lagi di mana-mana,”ujarnya.

Dikatakan, ia berharap tidak dipindahkan dilokasi usahanya. Dan pemerintah memperhatikannya. “Maunya kita tidak pindah. Usaha jualan di sini. Pemerintah mendata dan memperhatikan nasib kita,” ujarnya.

Terpisah, ikatan pedagang jagung bakar Barelang Delka, mengakui usaha mereka di row jalan. Namun mereka mau dibina dan ditata sebagai pedagang jagung di Barelang. Bahkan pernah ke menyalurkan aspirasi ke DPRD Kota Batam.

Namun orang yang mereka jumpai tidak ada di tempat. “Mungkin karena masih lebaran.Kita bersedia ditata dan dibina. Tolong perhatikan masyarakat kecil ini,”ujarnya (adt)

Wisata Jembatan Barelang :







DEWAN PERS WARTAKEPRI PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
PEMKO BATAM
DPRD BATAM
PEMKAB ANAMBAS
DPRD ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD
WIRARAJA