BC Batam: Impor Bahan Plastik Sesuai Permendag, Wiraraja: Kami Sumbang PAD ke Pemko

Bea Cukai dan Kontainer Bahan Plastik



WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Batam Susila Brata kepada media menyampaikan kalau Pihak Bea Cukai belum menemukan adanya indikasi limbah non B3 pada 65 kontainer di pelabuhan Batu Ampar. Saat memeriksa sejumlah kontainer tersebut, Bea Cukai masih melakukan pemeriksaan dan uji laboratorium.

” Ada beberapa kontainer yang kita periksa dan segel, tapi belum tentu melanggar,” ujar kata Susila Brata di pelabuhan Batu Ampar, Batam, Jumat (14/3/2019).

Susila Brata menambahkan, bahwa ada beberapa perusahaan yang mengimpor scrub plastik. Semua izin dan dokumen importasinya lengkap. Ada empat perusahaan yang menjadi importir yang tengah diperiksa ada empat perusahaan.

” Importir tersebut sudah mengimpor sesuai dengan dokumen PP FTZ 01, dan atas persetujuan dari Menteri Perdagangan dan pemeriksaan lab dari KSO Surveyor, dari negara asal sudah disurvei yang sudah ditunjuk,” ujar Susila Brata.

” Sebagai dasar itu adalah sudah memenuhi standar surveyor dari negara muat. Dengan harapan masuknya sudah sesuai dengan Permendag No 31 Tahun 2016,” ujar Susila Brata.

Kendati demikian, Soesila mengatakan, masih menunggu hasil laboratorium untuk membuktikan adanya indikasi soal limbah B3 tersebut. “Sudah kita ambil sampel ada tiga, empat sudah kita rilis, hasilnya kita tunggu dalam satu atau tiga hari ini,” ujar Susila Brata.

Barang-barang tersebut, kata Soesila Brata, berasal dari Amerika Serikat (AS) dan sejumlah negara lainnya di Eropa. Importirnya adalah importir produsen. “Untuk diolah,” ujar Susila.

Menurut Soesila Brata, sebelum diimpor ke Batam, sudah disurvei oleh KSO Surveyor. “Bahwa dalam dokumennya sudah memenuhi izin Permendag no 31,” ujar Susila Brata.

Susila Brata mengatakan, Bea Cukai akan menguji juga sampel yang sudah diambil. “Hasilnya, satu hingga tiga hari,” ujar Susila Brata.

Selain Bea Cukai ada juga petugas dari Kementerian Bidang Kemaritiman dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam.

Wiraraja: Industri Kami Sumbang PAD ke Pemko Batam

Sementara itu, satu dari beberapa industri yang telah bergerak dibidang ini adalah Wiraraja. Menanggapi pemeriksaan Bea Cukai tersebut, Budiwansyah Direktur Wiraraja mengatakan selama ini tidak pernah mendatangkan limbah beracun.

” Kami mendatangkan bahan baku untuk produk ekspor. Kami tidak ada mendatangkan limbah seperti yang diberitakan, itu tidak benar. Kami mendatangkan bahan baku plastik, justru kami mendatangkan devisa untuk negara,” ujar Budi, Direktur PT Wiraraja, Jumat (14/6/2019).

Industri kami tidak saja plastik, tapi juga produk jadi dan banyak turunannya. Kemudian dari industri tersebut kami bisa mendatangkan devisa bagi negara, membuka lapangan kerja serta memberikan PAD bagi Pemerintah Kota Batam.

Bagi seorang pengusaha, kata Budi, reputasi sangat penting. Sehingga kami berusaha menjaga tersebut dan tidak ingin menciderainya. “Kami merasa kesal dengan berita yang diduga hoaks tersebut,” ujar dia.

Produk Wiraraja, seratus persen ekspor. Tujuannya ke China, Korea dan Vietnam. “Produk jadi kami sekarang kami kirim ke Amerika,” ujar Budi.

Waktu tujuh kementerian terkait mengenai hal tersebut, tidak ada komplain, dan mereka juga mengunjungi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Budi mengatakan, pihaknya tidak ada mengirim bahan yang tak ramah lingkungan tersebut. Menurutnya, sejauh ini juga tidak ada limbah bahan berbahaya beracun seperti tudingan tersebut. Menurut Budi, bahan baku plastik tersebut merupakan material yang bisa diolah kembali.

“Jadi tidak benar mengenai adanya limbah beracun dalam kontainer tersebut,” ujar Budi.(*)

Sumber: bnews
Editor: Dedy
Foto : WAG Andi







DEWAN PERS WARTAKEPRI PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
PEMKO BATAM
DPRD BATAM
PEMKAB ANAMBAS
DPRD ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD
WIRARAJA