Warga Kelurahan Belian Batam Datangi Walikota Minta Kepastian Anak Diterima SMP 42 Batam

WARTAKEPRI.co.id,BATAM – Proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) untuk tahun ajaran 2019-2020 sudah usai, namun banyak calon peserta didik baru umumnya tingkat SMP tahun ini tidak keluar namanya di papan pengumuman.

Hal tersebut dinilai sangat tidak wajar jika sistem Zonasi tidak menjamin anak kita bisa diterima. Maka dari itu kami dari wali murid mengadu ke Wali kota Batam agar ada solusi untuk membantu anak anak kami masuk sekolah menengah pertama (SMP).

“Kami tinggal di Kelurahan Belian Kecamatan Batam Kota datang ke kantor Walikota Batam untuk mengadu agar membantu anak-anaknya masuk Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 42 Kota Batam karena sekolah tersebut dekat dengan kelurahan Belian, masak nggak diterima anak-anak kami,”ujar Santi Perwakilan warga kelurahan Belian, Kota Batam Senin (10/6/2019) saat menyampaikan keluhannnya.

Menurutnya, orang tua murid kesal dalam penerimaaan PPDB pada tahun ini, sebab saat waktu pendaftaran beberapa waktu lalu, kami tidak ada dipersoalkan datanya, tapi saat pengumuman kelulusan,nama anak-anak kami tidak ada keluar.

“Kalau memang anak kami tidak bisa masuk di SMPN 42 itu kenapa tidak dibilang saat pendaftaran kemaren terus kenapa berkas anak kami diterima. Kalau disampaikan kemaren tidak bisa diterima kami tidak akan daftar,”katanya.

Maka dari itu, kedatangan kami ke kantor Walikota Batam untuk menyelesaikan persoalan itu sebab menurutnya mereka itu masuk dalam zonasi sekolah SMPN 42 itu namun anak-anaknya tidak diterima.

Untuk itu, lanjut Santi pelaksnaan PPDB di SMPN 42 itu banyak terjadi tidak ketransparan dan keadilan dari panitia dan pihak sekolah, karena ada dugaan sebagian anak-anak diterima dan sebagian tidak padahal mereka tinggal berdekatan.

“Seharusnya kalau memang PPDB tahun ini pakai sistem zonasi harus ada alternatif kedua buat masyarakat, yaitu sekolah negeri yang ada di kelurahan itu. Itu alternatif yang harus berikan kalau tidak tahun ke tahun akan seperti ini terus yang terjadi,”ucapnya.

Kemudian, misalkan jika anak kami tidak diterima di SMPN 42 setidaknya ada upaya agar anak kami diterima di SMPN 52 nyatanya anak kami tidak diterima sama sekali.

“Jadi anak kami akan sekolah dimana lagi pak,” sesalnya.

Sebelumnya, pihak sekolah juga memberikan pemberitahuan bahwa pengumuman di sekolah SMPN 52 itu, yakni di sekolah itu bahwa bagi siapa yang tidak puas dengan hasil PPDB maka silahkan datang ke kantor Walikota Batam, berdasarkan pengumuman itulah kami datang ke kantor Walikota Batam.

“Jika tidak ada pengumuman itu maka kami tidak akan berani datang ke kantor Walikota Batam, saya ini tidak tau apa apa pak, yang penting anak kami sekolah sudah cukup itu,”tegasnya.

Sementara itu Rani, Warga Cendana, Kelurahan Belian menambahkan bahwa meminta kepada pak Walikota Batam untuk menyelesaikan permasalahan itu.

” Sebab kami ini hanya ingin anak kami, sekolah di sekolah negeri itu saja pak,”tambahnya.

“Saya heran saja kenapa seperti ini, hanya mau anak saya sekolah di negeri saja susahnya minta ampun. saya orang tidak mampu pak, suami saya hanya seorang tukang ojek, kalau sekolah di swasta mau dibayar pakai apa biayanya nanti,” ucap Rani.

Intinya, sambung Rani, kami ingin anaknya sekolah, kalau disuruh masuk swasta kami tidak ada biaya. “Tapi kalau Walikota Batam mau membayar biayanya boleh boleh saja anak-anak kami masuk swasta,”terangnya.

Masih kata Rani, saya menilai sistem penerimaannya pakai zonasi, jarak rumah kami sekolah itu dekat kok.

” Tapi tidak diterima, orang yang jauh jaraknya diterima, mana keadilan itu,”katanya geram.

Sementara Koordinator rombongan saat menyampaikan keluhan ke kantor Walikota Batam, Freddy Tanod mengungkapkan bahwa kedatangan kami ini bersama rombongan itu tidak diterima langsung oleh Walikota Batam, karena Walikota Batam sedang berada di luar kantor.

“Seharusnya kami ingin pak Wali kota Batam langsung menerima kedatangan Kami, namun diterima oleh Asisten III Pemko Batam Bapak Zarefriadi. Pak Zaref tadi bilang bahwa dia tidak bisa mengambil keputusan tapi aspirasi kami diterimanya dan akan segera disampaikan kepada Sekda, Wakil Walikota Batam dan Walikota Batam,” ungkap Freddy.

Freddy menuturkan bahwa kedatangan kami ke kantor Walikota Batam ini bukan hanya sekedar hoax saja, tapi kami mempunyai data orang-orang yang mendaftar di SMPN 42 tersebut.

“Jadi keputusan yang akan dilakukan oleh Pemko Batam akan dilakukan setelah daftar ulang nantinya dan kalau bisa akan diusahakan lebih cepat lagi. Perjuangan kami tidak akan sampai disini saja. Kita akan upayakan supaya anak kami bisa sekolah,”sebutnya.

“Adapun jumlah kami yang datang ke kantor Walikota Batam yakni sebanyk 70 orang, sesuai dengan yang terdata, tapi masih ada yang belum terdata oleh kami,”tutupnya.(*)

Kiriman: Taufik Ch
Editor : Dedy Suwadha

Ikuti Berita Terbaru Kami

  • 0

DEWAN PERS WARTAKEPRI PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
PEMKO BATAM
DPRD BATAM
PEMKAB ANAMBAS
DPRD ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD
WIRARAJA
AWAL BROS