Waspadai Jenis Makanan Ini yang Memicu Kanker Darah, Seperti Diderita Alm Ibu Ani Yudhoyono

WARTAKEPRI.co.id, Seperti diketahui, Ibu Ani Yudhoyono wafat saat menjalani perawatan medis di National University Hospital, Singapura. Ani Yudhoyono dikabarkan meninggal dunia pada pukul 11.50 waktu Singapura atau 10.50 WIB.

Ani Yudhoyono mengalami sakit kanker darah kurang lebih selama empat bulan. Ani sempat menjalani perawatan intensif di Singapura sejak 2 Februari 2019. Pada Jumat 31 Mei 2019, kondisi Ani Yudhoyono dikabarkan kembali memburuk hingga tak sadarkan diri. Ibu Ani wafat setelah berjuang melawan kanker darah yang diidapnya.

Lantas, apa sebenarnya kanker darah? Apa Saja Gejalanya?

Dilansir dari HelloSehat, kanker darah adalah jenis kanker yang menyerang produksi dan fungsi sel darah normal dalam tubuh. Hampir semua kasus kanker darah bermula dari sumsum tulang, tempat di mana darah diproduksi.

Hampir semua kasus kanker darah bermula dari sumsum tulang, tempat di mana darah diproduksi.

Ada 3 jenis kanker darah yang paling umum. Apa saja dan bagaimana gejalanya? Dalam dunia medis, kanker darah disebut juga sebagai kanker hematologi. Jenis kanker darah yang paling umum adalah leukimia, limfoma, dan myeloma.

Masing-masing jenis kanker ini nyatanya menyerang bagian darah yang berbeda, sehingga mungkin memunculkan gejala yang berbeda, dan membutuhkan pengobatan yang juga mungkin berbeda.

1. Leukimia

Leukimia adalah jenis kanker darah yang menyerang sumsum tulang sehingga tidak lagi mampu untuk memproduksi cukup sel darah putih leukosit untuk melawan infeksi. Di saat bersamaan, sel kanker leukimia juga merusak dan menghancurkan leukosit yang sudah ada dalam tubuh.

Itu kenapa ketika seseorang mengalami leukemia, tubuhnya akan lebih rentan kena infeksi dan peradangan yang sangat sulit sembuhnya. Kanker leukimia kemudian dibedakan lagi menjadi dua jenis berdasarkan seberapa cepat perkembangannya serta jenis sel darah putih yang diserang, yaitu akut dan kronis.

Leukemia kronis jauh lebih berbahaya dan sulit diobati. Gejala leukimia juga termasuk cukup sulit untuk dideteksi karena jenis kanker darah ini tidak memunculkan ciri yang khas.

Namun, pada umumnya waspadai tanda-tanda ini:

Anemia. Sering mengalami perdarahan seperti memar, mimisan, atau gusi berdarah karena darah sulit membeku, Mudah jatuh sakit karena infeksi, Nyeri sendi atau di area tulang belakang, Nafsu makan dan berat badan menurun drastis, Berkeringat berlebih di malam hari

2. Myeloma

Myeloma atau multiple myeloma adalah jenis kanker darah yang terbentuk dari sel plasma ganas. Sel plasma menghasilkan antibodi yang membantu tubuh menyerang dan membunuh kuman. Sel plasma normal ditemukan di dalam sumsum tulang dan merupakan bagian sistem imun yang penting. Selain sel plasma, sumsum tulang juga memproduksi sel-sel khusus yang membangun jenis sel darah lainnya.

Beberapa gejala kanker darah myeloma yang khas, di antaranya:

Anemia, Sering mengalami perdarahan dan memar, Gangguan tulang dan kalsium sehingga menyebabkan tulang mudah patah, Rentan mengalami infeksi, Gangguan atau kerusakan ginjal, Kaki bengkak, Myeloma atau multiple myeloma adalah jenis kanker darah paling umum kedua setelah leukimia.

3. Limfoma

Jenis kanker darah limfoma secara spesifik menyerang limfosit. Limfosit adalah sel darah putih di sistem kekebalan tubuh yang khusus memerangi infeksi, dan ini termasuk kelenjar getah bening, limpa, timus, serta sumsum tulang. Fungsi limfosit yang tidak normal dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh. Kanker darah limfoma dibagi lagi menjadi dua kategori utama, yaitu: limfoma non-Hodgkins dan limfoma Hodgkins.

Namun, gejala kanker limfoma yang umum adalah: Adanya tonjolan di bawah kulit, selangkangan, leher, atau ketiak, Demam dan menggigil, Batuk yang tak kunjung sembuh dan membaik, Sesak napas dan nyeri dada, Gatal-gatal di seluruh tubuh Keringat berlebih di malam hari, Sakit perut, punggung, atau nyeri tulang, Selalu merasa lemah, lesu, dan tidak bersemangat, Berat badan turun drastis tanpa alasan jelas, Nafsu makan menurun, Muncul darah dalam tinja atau muntah.

Haid dengan volume darah yang berlebihan Limfoma adalah jenis kanker darah yang tidak umum.
Namun, risiko untuk mengidapnya dapat meningkat pada pria berusia 60 tahun atau lebih yang kelebihan berat badan dan/atau punya daya tahan tubuh lemah karena penyakit seperti rematik, lupus, HIV/AIDS, atau hepatitis C.

Risiko seseorang juga dapat meningkat jika ada riwayat kanker yang sama dalam silsilah keluarganya.

Makanan Pemicu kanker darah

Faktor makanan dan minuman juga menjadi faktor yang memicu perkembangan sel kanker darah lebih giat. Penelitian dari American Journal of Obstetrics & Gynecology menunjukkan kalau Ibu hamil yang mengonsumsi lebih dari dua gelas kopi setiap hari akan meningkatkan potensi bayi mengidap leukimia sampai 60%.

Secara mendalam faktor makanan ternyata juga memiliki dampak besar untuk memicu. Dikutip TribunnewsBogor.com dari Bonemarrowmx.com via Sajian Sedap Grid, satu makanan penyebab kanker darah bisa datang dari makanan populer yang favorit dikonsumsi semua orang.

Makanan tersebut adalah daging olahan yang banyak beredar di pasaran. Misalnya saja sosis dengan aneka jenis, atau daging patty pada burger. Laman dari Angeles Health International membeberkan penelitian sebuah rumah sakit terbesar di Meksiko.

Disebutkan bahwa anak-anak yang mengonsumsi produk daging olahan secara reguler akan rentan terkena kanker darah 74% lebih besar daripada anak-anak lain yang mengonsumsi sayur dan tofu.

Pasalnya, daging olahan sebagian besar mengandung sodium nitrit dan nitrat. Dua bahan tersebut biasanya digunakan untuk preservatif sehingga makanan terlihat enak untuk dimakan.

Pada tahun 2009, sebuah penelitian menemukan bahwa 2 bahan tambahan ini ada erat kaitannya sebagai penyebab berkembangnya sel kanker, khususnya kanker darah.

Sebenarnya, kedua bahan ini penting untuk ditambahkan karena juga bisa menurunkan resiko penyakit botulisme, yakni kondisi keracunan serius namun jarang terjadi.

Namun kalau konsumsinya dalam jumlah banyak, bahan tambahan ini bisa berbalik menjadi penyakit, salah satunya mengaktifkan sel kanker. Soalnya di dalam tubuh nitrit bisa mengkonversi diri menjadi nitrosamin, yang merupakan bahan kimia karsinogenik atau pembentuk kanker darah.

Beberapa sayuran seperti seledri dan bayam juga mengandung nitrit.

Namun di dalam sayuran tersebut juga mengandung antioksidan, vitamin, dan mineral alami yang menyeimbangkannya.

Kalau konsumsinya dalam jumlah banyak, bahan tambahan ini bisa berbalik menjadi penyakit, salah satunya mengaktifkan sel kanker.

Soalnya di dalam tubuh nitrit bisa mengkonversi diri menjadi nitrosamin, yang merupakan bahan kimia karsinogenik atau pembentuk kanker darah.

Beberapa sayuran seperti seledri dan bayam juga mengandung nitrit. Ada juga vitamin C dan D yang bisa menghambat terbentuknya nitrosamin di dalam tubuh

Jadi daripada memberikan anak daging olahan secara terus menerus, lebih baik ganti dengan sayur atau tofu yang lebih sehat.

Pastikan juga tidak mengonsumsi produk daging olahan lebih dari satu kali dalam seminggu.

Selain itu, kita juga wajib menghindari makanan yang mengandung bahan pengawet atau mengandung bahan kimia. (TribunBogor/Kompas/SajianSedap)

Editor : Dedy Suwadha

Ikuti Berita Terbaru Kami

  • 0

DEWAN PERS WARTAKEPRI PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
PEMKO BATAM
DPRD BATAM
PEMKAB ANAMBAS
DPRD ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD
WIRARAJA
AWAL BROS