Kesaksian Dua Komisioner Bawaslu Batam Tentang Politik Uang M Yunus, Berawal dari Hubertus

Kesaksian Dua Komisioner Bawaslu Batam Tentang Politik Uang M Yunus, Berawal dari Hubertus



WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Dua Komisioner Bawaslu Kota Batam, Bosar Hasibuan dan Mangihut Rajagukguk menjadi saksi mendalam persidangan kasus tindak pidana pemilu dengan terdakwa Caleg DPRD Batam dari Partai Gerindra Muhammad Yunus di Pengadilan Negeri Batam, Rabu(29/5/2019). Menurut Bosar kronologi dugaan pelanggaran pemilu yang diduga dilakukan terdakwa Muhammad Yunus pada tanggal 16 April 2019.

“ Awalnya dari Bapak Hubertus datang ke Bawaslu pada tanggal 25 April dan berniat melaporkan dugaan pelanggaran pemilu, tapi pada saat itu beliau tidak jadi melaporkannya. Pak German kemudian mempertanyakan kenapa (Hubertus) tidak jadi melaporkan, karena saksi tidak lengkap kata pak Hubertus,” ucap Bosar menyahut pertanyaan Majelis Hakim.

Selanjutnya Bosar menerangkan bahwa German kembali mendatangi Bawaslu dengan membawaka para saksi pada tanggal 27 april 2019, Setelah itu dibuatlah laporan. “Laporan tersebut tidak memenuhi syarat formil karena sudah lebih dari 7 hari sejak diketahui,” kata Bosar.

Masih menurut keterangan Bosar bahwa dilakukan pleno dan disepakati untuk dijadikan temuan dan langsung melakukan pembahasan pertama dengan Sentra Gakkumdu terkait dengan pemenuhan syarat materil.

“Dalam pleno di kantor Bawaslu dengan elemen sentra Gakkumdu yaitu Bawaslu, Kepolisian dan Kejaksaan bersepakat bahwa perkara ini menjadikan temuan. Selanjutnya Bawaslu melakukan pemanggilan terdakwa namun tidak hadir” jelasnya.

Bosar menambahkan bahwa Muhammad tidak mau datang memenuhi undangan Bawaslu. Selanjutnya Bawaslu meminta keterangan para saksi menjadi penguat telah terjadi dugaan politik tanggal 16 April 2019 tersebut.

“Setelah melakukan klarifikasi kepada saksi-saksi kemudian kita simpulkan. Lalu kita rapat lagi pembahasan kedua dengan Sentra Gakkumdu,” jelasnya.

Kata Bosar, dalam rapat pembahasan kedua dengan Sentra Gakkumdu tersebut, pihaknya menjelaskan hasil penyelidikan bahwa saksi-saksi yang diperiksa menguatkan ada dugaan politik uang yang dilakukan Muhammad Yunus.

Dalam kesempatan yang berbeda Mangihut menerangkan kronologi saat saksi Hubertus mendatangi kantor Bawaslu Batam pada tanggal 25 April 2019.

“Pada saat itu kami di kantor, Hubertus datang membawakan 1 amplop. Didalam amplop ada uang dan contoh surat suara. Petugas di bagian bawah mengarahkan untuk naik ke lantai 2 untuk memberikan laporan,” ucapnya.

Menurut Mangihut bahwa saat datang di lantai 2 Bawaslu, Hubertus membuka contoh kertas suara dan didalamnya sudah dilipat kertas suara dan uang. “Ketika itu saya menerima(Hubertus), kita melihat contoh kertas suara yang ada fotonya pak Yunus dari partai Gerindra Dapil 3, dan disitu ada uangnya,” paparnya dihadapan Majelis Hakim.

“Saksinya belum ada yang dihadirkan oleh Hubertus saat Muhammad Yunus melakukan politik uang tersebut,” tambah Mangihut.

Menurut pengakuan Mangihut bahwa tanggal 27 April 2019, saksi German Simanjuntak datang ke Kantor Bawaslu untuk melaporkan.“Pastinya Bawaslu menyambut baik masyarakat yang datang untuk melaporkan. Kita minta staf untuk menerima laporan, dan dipenuhi bukti-bukti. Ada stiker, baju, ada juga uang, contoh kertas suara dan kalender,” tambahnya.

“Selanjutnya kita lakukan pemeriksaan saksi-saksi dan pada akhirnya diketahui dari pemeriksaan tersebut ternyata dugaan politik uang Muhammad Yunus terpecahkan, sebab didapatkan alat bukti dan saksi-saksi, ” jelasnya.

Mangihut menjelaskan setelah ada laporan dari German Simanjuntak tersebut, Bawaslu membuat jadi temuan dan kemudian diplenokan pada tanggal 3 Mei 2019. Sentra Gakkumdu kemudian setuju untuk ditindak lanjuti karena sudah terpenuhi saksi-saksi dan barang bukti.

“Setelah kami lakukan temuan, kami pleno, ada barang bukti, ada saksi, terpenuhi minimal 2 alat bukti, kami langsung pleno dan kami limpahkan ke Gakkumdu,” tutup Mangihut. (Joni Pandiangan)







DEWAN PERS WARTAKEPRI PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
PEMKO BATAM
DPRD BATAM
PEMKAB ANAMBAS
DPRD ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD
WIRARAJA