OJK Kepri Nilai Pertumbuhan Kredit Perbankan Meningkat dan Nasabah Simpel Meluas





WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Kinerja keuangan bank umum konvensional dan syariah (BU/BUS) di Provinsi Kepulauan Riau pada triwulan I 2019 mengalami peningkatan. Aset BU/BUS tumbuh 3,55 persen (year on year/yoy) menjadi Rp66,32 triliun.

“Kreditnya juga tumbuh 6,53 persen (yoy) menjadi Rp36,67 triliun. Dana pihak ketiga Rp48,38 triliun tumbuh 3,51 persen (yoy),” kata Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kepri, Iwan M Ridwan di Batam Centre, dalam acara Buka Bersama Media di Batam, Kamis (23/5/2019).

Sementara loan to debt ratio (LDR) BU/BUS tercatat 78,19 persen, di bawah aturan maksimum Bank Indonesia (BI) sebesar 80 persen. Dan non-performing loan (NPL) atau kredit bermasalah 2,66 persen, juga masih di bawah batas aman yang ditetapkan BI sebesar 5 persen.

Stabilitas sektor jasa keuangan juga terlihat dari perkembangan jumlah bank dan industri jasa keuangan non bank (IKNB) di Kepri. Sampai dengan triwulan I tercatat ada penambahan jaringan kantor bank dan IKNB. Yakni satu kantor cabang BU di Kota Tanjungpinang, satu kantor cabang asuransi dan satu gadai swasta di Kota Batam.

Perkembangan keuangan Bank Perkreditan Rakyat (BPR/S) pun dinilai positif. Aset sebesar Rp7,33 triliun atau tumbuh 8,71 persen. Kredit sebesar Rp5,48 triliun tumbuh 6,70 persen, dan LDR sebesar 78,19 persen.

“Namun NPL atau kredit bermasalah untuk BPR/S masih cukup tinggi, 6,82 persen. Ini menjadi catatan kita,” tuturnya.

Simpanan Pelajar di Kepri

Pada kesempatan sama, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Riau, Iwan M Ridwan juga menjelaskan tentang Program Simpanan Pelajar (Simpel) terus meluas di Provinsi Kepulauan Riau. Sampai Maret 2019, tercatat pelajar dari 1.871 sekolah sudah memiliki tabungan Simpel.

“Total ada 20.304 rekening Simpel dengan nominal Rp13,45 miliar. Nilainya memang tidak besar. Tapi tujuannya adalah untuk edukasi sejak dini. Jangan sampai menabung tunggu di perguruan tinggi,” ujar Iwan M Ridwan.

Guna terus memperluas akses keuangan melalui Simpel, OJK akan terus lakukan sosialisasi. Iwan mengatakan tabungan bagi pelajar ini tidak memberikan persyaratan yang rumit. Bahkan untuk setoran awal maupun lanjutan sangat ringan.

“Di bank konvensional setoran awal minimal Rp5.000, di bank syariah Rp1.000,” tuturnya.

Pilihan bank untuk membuat rekening Simpel ini juga beragam. Baik bank umum konvensional maupun bank umum syariah. Nasabah Simpel juga mendapatkan fasilitas seperti nasabah bank umumnya. Antara lain buku tabungan atas nama sendiri dan kartu debit atau ATM. Bahkan beberapa bank menawarkan fasilitas sampai ke akses phone banking, mobile banking, dan internet banking.

Selain Simpel, TPKAD Kepri juga memiliki beberapa program lain. Seperti mendorong pertumbuhan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit Ultra Mikro (UMi). Per Maret 2019, total penyaluran KUR di Kepri sebesar Rp201 miliar dengan jumlah debitur mencapai 5.133 orang.

“Kalau UMi kita belum punya data. Tapi secara nasional tahun lalu Rp2,5 triliun, sekarang Rp3 triliun,” sebut Iwan.

Ia menjelaskan ada beberapa perbedaan antara KUR dan UMi. Industri jasa keuangan yang menyalurkan KUR adalah perbankan. Sedangkan dalam penyaluran UMi, Direktorat Jenderal Perbendaharaan Negara Kementerian Keuangan RI bekerja sama dengan PT Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM).

“Karena di Kepri belum ada cabang PNM, maka penyaluran UMi di sini dilakukan melalui PT Pegadaian,” ungkapnya.

Perbedaan lain antara KUR dan UMi adalah bantuan maksimal yang bisa didapat debitur. Untuk KUR nominal kredit yang diperoleh berkisar antara Rp25-500 juta. Sedangkan UMi maksimal Rp10 juta. Kemudian bunga KUR sebesar 7 persen, sementara UMi 3-4 persen.(*)

Sumber : MCBatam
Editor : Dedy Suwadha



DEWAN PERS WARTAKEPRI PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
PEMKO BATAM
DPRD BATAM
PEMKAB ANAMBAS
DPRD ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD
WIRARAJA