Ustadz Abdul Somad Unggah Hati yang Ridho, Ustadz Yusuf Mansur Unggah Tausiyah Habib Ali al Jufri



WARTAKEPRI.co.id – Ustadz Abdul Somad berbicara tentang ridho (ridha) pada ketetapan Allah SWT. Dalam akun Instagramnya, Minggu (19/5/2019), Ustadz Abdul Somad mengunggah sebuah kutipan yang ditulisnya dalam huruf Arab dan bahasa Indonesia.

Pada akun Instagram terverifikasi ini, Ustadz Abdul Somad menyatakan:

Dikatakan kepada kebahagiaan, “Dimana engkau berada?
Kebahagiaan menjawab, “Di hati orang yang ridha menerima ketetapan Allah”

Apakah unggahan Ustadz Abdul Somad ini terkait dengan rencana penetapan KPU terhadap hasil Pemilu 2019 pada 22 Mei 2019 mendatang?

Ustadz Abdul Somad tak memberikan keterangan lebih dalam unggahannya tersebut. Namun sejumlah Netizen memberikan berbagai komentar atas unggahan Ustadz Abdul Somad yang pada Pilpres 2019 ini memberikan dukungan kepada Prabowo Subianto.

Hanya dalam satu jam, sudah terdapat 591 komentar dengan 63.170 likes.Salah satu komentar yang juga mendapat tanggapan dari Netizen lainnya seperti yang diunggah @dhany_aribowo.

dhany_aribowo
Mohon maaf tadz mau tanya kl misal pak prabowo ga kepilih jd presiden ustad ridha ?? Cm bertanya.

Ustadz Yusuf Mansur Unggah Tausiyah Habib Ali al Jufri

Menjelang 22 Mei ini, Ustadz Yusuf Mansur mengunggah sebuah video tausiyah dari Habib Ali al Jufri yang diterjemahkan Habib Jindan di akun Instagramnya. Tak diketahui kapan dan di mana Habib Ali al Jufrie tersebut memberikan tausiyahnya.

Hanya saja, Ustadz Yusuf Mansur dalam unggahannya, Sabtu (18/5/2019) ini memberikan caption pendek:

“Agar jd perhatian kita semua. Ini dari Habib Ali al Jufrie dan Habib Jindan”

Berikut kutipan dari yang disampaikan Habib Ali al Jufrie tersebut:

Apa yang dikatakan oleh Bapak Gatot Edi dari kepolisian kami mengucapkan terima kasih dan kami paham betul, sebab kami saksikan sendiri di Timur Tengah kejadian serupa semacam ini.

Dan sungguh saya melihat sendiri, dan yang melihat itu berbeda dari yang mendengar saja. Di negeri kami di Timur Tengah ada berapa negara, dua negara, tiga negara, empat negara, yang sama menjadi luluh lantak dengan tanah.

Kenapa? Untuk apa? Di jalan siapa?

Ada yang mengklaim ini adalah jihad di jalan Allah untuk mendirikan khilafah yang Islami hasilnya meluluh lantakkan negeri. Yang satu yang klaim ini demi demokrasi dan menjaga kemanusiaan. Dan demi kemerdekaan, dan manusia menelan bulat-bulat kebohongan itu.

Dan mereka masuk terhanyut ke dalam ombak dan kekacauan ini.

Sehingga jadilah negeri kami, negeri-negeri muslimin yang luluh lantak dengan tanah. yang kemudian dipermainkan oleh negara-negara (lain) sehingga menjadikan negeri kami semakin luluh lantak.

Kalau kamu bertanya kepada mereka yang melakukan bom bunuh diri di tengah-tengah pasar, tujuan saya adalah membunuh tokoh muslimin yang menjadi target mereka, kalau ada korban lain, kalau niat mereka baik mereka akan masuk surga, saya hanya mempercepat jalan mereka menuju surga.

Bagaikan Tuhan dia memposisikan dirinya.
Saya katakan, jaga negeri kalian ini.
Saya tidak berbicara tentang pemerintahan, pemerintahan akan berubah-ubah.
Saya katakan negeri kalian ini.

Jangan kalian mudah terprovokasi oleh orang-orang yang mungkin berpakaian putih-putih mengatasnamakan agama, mengatasnamakan ilmu, kemudian menghasilkan meluluhlantakkan negeri ini.

Walaupun mengatasnamakan demokrasi, mengatasnamakan Islam, mengatakan apa saja, yang kemudian negeri ini akan luluh lantah. Berikut selengkapnya tausiyah dari Habib Ali al Jufri seperti diunggah akun Instagram Ustadz Yusuf Mansur:

Siapa Habib Ali al Jufri?

Habib Ali Zainal Abidin bin Abdurrahman al-Jufri dilahirkan di kota Jeddah, Arab Saudi tepat sebelum fajar pada hari Jumat, 16 April 1971 bertepatan 20 Safar 1391 H, dari orang tua yang masih keturunan Imam Hussein bin Ali ra.

Habib Ali bin Abdurrahman al-Jufri menjadi sosok ulama dan da’i muda yang nama dan kiprahnya dikenal luas di berbagai negeri muslim, bahkan juga di dunia Barat.

Habib Ali Zainal Abidin bin Abdurrahman bin Ali bin Muhammad bin Alawi bin Ali bin Alawi bin Ali bin Ahmad bin Alawi bin Abdurrahman Maulah Al-Arsha bin Muhammad bin Abdullah al-Tarisi bin Alawi al-Khawas bin Abu Bakar Al-Jufri putra Muhammad putera Ali putera Muhammad putera Ahmad al-Faqih al-Muqaddam Muhammad bin Ali bin Sahab Mirbat Muhammad bin Ali Khalil Alawi Qassam anak putera Muhammad putera Alwi putera Ubaidullah Ahmad al-Muhajir ila Allah Isa putera Muhammad al-Naqib bin Ali al -Uraidhi bin Jaafar as-Sidiq bin Muhammad al-Baqir bin Ali Zain al-Abidin putera dari Hussein (cucu Rasulullah saw) anak dari Ali bin Abu Thalib, suami dari Fatimah al-Zahra puteri Rasulullah .

Ibunya yang mulia puteri Marumah putera Hassan bin Alawi bin Alawi Hassan bin Ali al-Jufri.

Pendidikan:
Di antara guru-guru beliau adalah:
– Habib Abdul Qadir bin Ahmad Al-Saqqaf, Jeddah
– Habib Ahmad Masyhur bin Thaha Al-Haddad
– Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki, Makkah
– Habib Attas Al-Habsyi
– Habib Abu Bakar Al-Masyhur Al-Adani
– Habib Muhammad bin Abdullah Al-Hadar
– Habib Umar bin Hafiz, Yaman, menjadi guru sekaligus sahabatnya juga dari 1993 hingga 2003.(*)

Artikel ini dipublikasi tribunnews.com







DEWAN PERS WARTAKEPRI PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
PEMKO BATAM
DPRD BATAM
PEMKAB ANAMBAS
DPRD ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD
WIRARAJA