Densus Amankan Enam Bom Siap Ledak, Pak Jenggot Pernah Ikut Latihan di Gunung Ciremai



WARTAKEPRI.co.id, BOGOR – Polisi menggelar barang bukti perangkat bahan peledak milik terduga teroris Endang alias Abu Rafi alias Pak Jenggot yang diamankan dari rumah tersangka. Barang bukti itu digelar di depan kediaman tersangka.

“Kami amankan 6 botol TATP yang sudah jadi, sudah jadi bom. Lalu ada satu buku berisi cara pembuatan bom,” jelas Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di rumah Pak Jenggot, RT 2 RW 3, Nanggewer, Cibinong, Bogor, Sabtu (18/5/2019).

Dedi lalu memperlihatkan satu buku saku yang berisi panduan membuat bom. Selain bom siap ledak, benda berbahaya lainnya yang disita dari kediaman Pak Jenggot adalah jenis senjata tajam, airsoft gun dan replika senjata api.

“Perangkat pembuatan bom seperti gelas ukur kimia, rangkaian detonator paku, panci presto, nitrogliserin, sulfur, urea dan bahan-bahan kimia lainnya,” ucap Dedi.

Polisi mengamankan Pak Jenggot di sekitar rumahnya pada Jumat (17/5) pukul 15.30 WIB. Dia diduga terafiliasi dengan jaringan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS)

Di rumah tersangka, ditemukan sejumlah barang bukti dari bom jenis TATP atau dikenal juga dengan istilah mother of satan, hingga buku-buku jihad.

Pak Jenggot Pernah Ikut Pelatihan di Gunung Ciremai

Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap terduga teroris yang terafiliasi dengan jaringan ISIS di Indonesia. Tersangka Endang alias Abu Rafi alias Pak Jenggot memiliki kemampuan meracik bom.

Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo membenarkan adanya penangkapan terhadap Endang. Saat ini tim Densus 88 tengah mengembangkan penangkapan Endang ini.

“Masih didalami oleh tim Densus di lapangan,” kata Brigjen Dedi saat dihubungi detikcom, Jumat (17/5/2019).

Endang ditangkap di rumahnya di Jalan Nanggewer, Kecamatan Cibinong, Bogor, Jumat (17/5/2019) sore. Tertangkapnya Endang merupakan pengembangan dari penangkapan terduga teroris Tedjo Hadi Broto di Pemalang, Jawa Tengah, pada Sabtu (13/4/2019).

Dari informasi Tedjo ini, diketahui Endang pernah mengikuti pelatihan (i’dad) di Gunung Ciremai, Cirebon, pada Maret 2019. Endang juga memiliki kemampuan membuat bahan peledak.

Dari hasil penggeledahan di rumah Endang, tim Densus 88 Polri menyita sejumlah barang bukti, di antaranya bom jenis TATP, sejumlah paku, buku-buku jihad, hingga buku tata cara meracik bom.

Diketahui, selama Mei 2019, tim Densus 88 Polri telah menangkap total 29 terduga teroris di beberapa wilayah. Para terduga teroris ini tergabung dalam jaringan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD), yang berencana melakukan serangan bom pada 22 Mei 2019.

“Tersangka yang ditangkap 18 orang, ditangkap di Jakarta, Bekasi, Karawang, Tegal, Nganjuk, dan Bitung di Sulawesi Selatan,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan (17/5/2019).

Sisa 11 terduga teroris lainnya ditangkap di sejumlah lokasi di Pulau Jawa. Iqbal menyebut 9 dari 11 orang itu masih aktif sebagai anggota JAD.

“Dari 11 itu, 9 merupakan anggota aktif JAD. Keterlibatan 2 tersangka lain, yaitu deportan, hijrah ke Suriah, belajar membuat bom asap di kamp Aleppo. Barang bukti 11 tersangka ini yaitu 1 pucuk senapan angin, 5 kotak peluru, dan satu pisau lempar,” kata Iqbal.(aud/aan/meni)

Sumber : Detik
Editor : Dedy Suwadha







DEWAN PERS WARTAKEPRI PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
PEMKO BATAM
DPRD BATAM
PEMKAB ANAMBAS
DPRD ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD
WIRARAJA