Sumbar Kembangkan Wisata Geopark dan Rekomendasi Buat Libur Lebaran Anda


Advertorial Biro Humas Pemprov Sumbar

WARTAKEPRI.CO.ID, PADANG-Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) terus berupaya mengembangkan potensi wisata geopark (taman bumi). Saat ini Sumbar telah memiliki 3 Geopark Nasional; yakni Ngarai Sianok- Maninjau, Sawahlunto dan Silokek di Kabupaten Sijunjung.

Berikutnya Sumbar akan menyiapkan 4 kawasan lagi untuk ditetapkan dan disertifikasi oleh Kementerian Pariwisata RI sebagai geopark nasional.

“Empat kawasan tersebut yakni; kawasan Danau Singkarak, Talamau (Pasaman Barat), Lembah Harau di Kabupaten Limapuluh Kota dan Solok Selatan,” kata Kepala Dinas Pariwisata Pemprov Sumbar, Oni Yulfian melalui Kepala Bidang Destinasi Wisata, Doni Hendra, Rabu (15/05/2019) di Padang.

Dijelaskan Oni, georpark atau taman dunia menjadi konsep wisata baru yang saat ini tengah dikembangkan Kementerian Pariwisata, termasuk juga Pemprov Sumbar. Konsep geopark mengacu pada pengembangan kawasan yang memberikan pengaruh terhadap konservasi, edukasi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga :  Irwan Prayitno Raih SINDO Goverment Award 2018 Karena Sukses Kembangkan UKM di Sumbar
Objek Wisata Batu Runciang

Konsep tentang geopark diperkenalkan pertama kali oleh UNESCO pada 2000-an. Geopark tidak hanya menjaga kelestarian alam, namun juga meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Konsep pengembangan kawasan wisata alam dengan prinsip konservasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat melalui pariwisata kini tengah menjadi perhatian masyarakat dunia. Semua negara berusaha menjaga dan meningkatkan kualitas geopark dalam upaya memenangkan persaingan bisnis pariwisata global. Jika produk pariwisata suatu negara tidak menerapkan prinsip-prinsip ramah lingkungan, maka akan ditinggalkan wisatawan.

Pengembangan geopark oleh Pemprov Sumbar juga termasuk dalam Rencana Induk Pengembangan Pariwisata (RIPP) Provinsi Sumbar. Poin yang akan dimasukan ke dalam RIPP Sumbar yang akan berlaku untuk 5 tahun yang akan datang ada empat, yakni meliputi; 1). Geopark, 2). Wisata halal, 3). Reaktivasi Jalur Keretapi pembawa batu bara dari ombilin Sawahlunto yang melewati 7 daerah kota dan kabupaten. 4). Destinasi Digital.

Baca Juga :  PB IDI Kerahkan Tim Medis dari Darat, Laut, dan Udara ke Palu

Salah satu geopark di Sumbar yang baru saja keluar sertifikatnya dari Kementerian Pariwisata sebagai geopark nasional adalah Geopark Silokek di Kabupaten Sijunjung.

Sertifikat Geopark Nasional untuk Silokek diserahkan oleh Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Arief Yahya kepada Bupati sijunjung, Yuswir Arifin di Museum Tambang Antam Kecamatan Nanggung Kabupaten Bogor Jawab Barat, pada akhir tahun lalu. Destinasi wisata Silokek Kabupaten Sijunjung selama ini sudah terkenal dengan pasir putih.

Bupati Sijunjung, Yuswir Arifin kepada media ini mengaku gembira penetapan Silokek sebagai Geopark Nasional. ”Alhamdulillah, Silokek sudah ditetapkan sebagai Geopark Nasional oleh Komite Nasional Geopark Indonesia,” kata Bupati Yuswir Arifin.

Geopark Silokek/Foto Istimewa

Ke depan, ia berharap, Geopark Silokek bisa menjadi bagian dari Geopark Unesco Global Geopark (UGG). Dukungan semua pihak sangat diperlukan karena banyak persyaratan yang harus dipenuhi.

Baca Juga :  Danlanal Natuna Sambut 500 Peserta Pelantara 2016 ‎

Menurut Kadispar Oni Yulfian, pengembangan geopark merupakan bagian dari upaya Pemprov Sumbar mendorong pertumbuhan atau peningkatan kunjungan wisatawan ke Sumbar. Tahun 2018 lalu, angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Sumbar sebanyak 54 ribu orang turis.

Wisman tersebut mayoritas berasal dari Malaysia. Tentu ini sehubungan dengan adanya penerbangan langsung pesawat Air Asia dari Kuala Lumpur, Malaysia ke Bandara Internasional Minangkabau (BIM) pulang-pergi (PP). Sedangkan angka kunjungan wisatawan nusantara ke Sumbar sebanyak 8 juta orang.

Pelaku pariwisata Sumbar, Widadi mengatakan secara keindahan destinasi wisata di Sumbar tidak diragukan lagi. Namun yang penting diperhatikan oleh stake holder adalah kualitas kebersihan pada setiap destinasi tersebut. “Keluhan dari wisatawan, terutama adalah soal kebersihan. Ini mesti menjadi perhatian bersama,” kata Widadi. (ERZ)

Editor : Dedy Suwadha

Ikuti Berita Terbaru Kami


DEWAN PERS WARTAKEPRI PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
PEMKO BATAM
DPRD BATAM
PEMKAB ANAMBAS
DPRD ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD
WIRARAJA
AWAL BROS