Kisah Tohri Sepulang dari Penjara, Istri Cantiknya Menghilang dan Gugat Cerai di PA Batam


WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Sudah jatuh ketimpa tangga. Barangkali pepatah lama ini cocok untuk menggambarkan nasib Tohri (51) yang akan diceraikan istrinya di Pengadilan Agama Batam.

Dikisahkan Tohri Rabu (8/5/2019) kepada Wartakepri.co.id, sekitar tahun 2014 merupakan sejarah pertemuan dia dengan Iza Hafifah yang kini menjadi istrinya. Kala itu, Iza begitu sapaan akrab istrinya masih berumur 18 tahun dan masih duduk di bangku kelas II SMA.

Pertama kali bertemu di Desa Kampung Puyung, Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Karena kebetulan sama-sama satu daerah. Saat pertemuan itu saya (Tohri), bukan karena cinta. Kala itu, benih-benih cinta belum tumbuh dari Tohri. Sosok Iza cantik. Ramah sama seperti remaja perempuan sebayanya.

“Saat saya kenal, orang tua Iza yang saat ini menjadi istri saya sudah pisah antara mertua saya laki-laki dan perempuan. Saya merasa kasihan. Seperti tak terurus. Ibu mertua saya dulu lama di Saudi sebagai tenaga kerja wanita. Sementara ayah mertua tak tau kemana,” kata Tohri mengisakan kepada Wartakepri.co.id.

Pertemuan kala itu, Tohri dan Iza ibarat bapak dan anak. Apa lagi, umur Iza dan Tohri terpaut jauh. Beda 28 tahun. Tohri sering membantu keluarga Iza. Tohri terus hadir sebagai sosok ayah di keluarga Iza saat itu.

Baca Juga :  Inul Daratista Disekap di Batam Demi Mengejar Honor Sebanyak Ini

Namun seiring waktu, Tohri mulai menaruh rasa cinta dengan dengan Iza. Iza pun membalasnya begitu. Hingga benih-benih cinta keduanya terjalin. Singkat cerita, kedua sejoli yang beda usia ini hanyut dalam buaian cinta. Ikrar pernikahan pun terjadi.

Setelah terjadi hubungan asmara, sekitar 2017 keduanya sepakat pindah ke Kota Batam. Karena kebetulan, Tohri sejatinya berdomisili di Batam. Iza dan orangtuanya pun tak keberatan hal itu.

Setiba di Batam, cinta Tohri kepada Iza tidak mau begitu saja. Ia ke jenjang serius. Hingga pernikahan terjadi di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Nongsa. Tepatnya, 6 Februari 2017.

Dari hasil pernikahan ini, lahir sosok buah hati mereka tepatnya pada 5 Maret 2018. Berjenis kelamin perempuan. Tohri dan Iza makin erat hubungan cintanya atas kehadiran anak perempuan pertama mereka berinisial MAM.

“Kami tinggal di Kabil. Karena ada rezeki saya maka saya membawa adik ipar ke Batam untuk sekolah. Mereka pun sekolah di Batam,” kata Tohri.

Baca Juga :  Jeka Saragih, Petarung Batam Fighter Club Siap Berlaga di One Pride MMA

Namun, selang beberapa waktu buah hati mereka lahir seolah berubah menjadi air mata. Sebab, Tohri harus manahan sakit berpisah sama anak dan istri selama sekitar setahun karena dirinya ditahan lantaran terbelit kasus hukum sehingga dijatuhi hukuman.

Bagi Tohri, nasib yang ia alami adalah takdir. Namun, dia heran ketika di dalam sel, istrinya berubah 360 derajat. Jarang besuk dan jarang komunikasi. “Waktu saya masuk dulu, mertua perempuan datang dari kampung NTB untuk membantu istri karena saya harus menjalani hukuman dan mereka sepengetahuan saya berdomisili di wilayah Kabil,” ucap Tohri.

Tepatnya 17 Januari 2019 Tohri keluar setelah menyelesaikan masa hukuman. Saat ia pulang ke rumah, mertua mengunci pintu. “Ibu mertua mengatakan, agar selesai dulu masalah tersebut, dikarenakan istrinya telah menggugat cerai dirinya sebagai suami. Sebenarnya saya sudah tahu sebelumnya. Karena pengacara istri saya datang ke rutan dan sodorkan surat,” aku Tohri.

Tohri pun tak habis pikir. Ia berusaha mencari dimana istrinya. Karena di rumah itu hanya ada mertua. Istri dan anaknya tidak dia ketahui. “Keluar begitu saja. Saya tak tahu dimana keberadaan mereka. Akta nikah, KTP dan ATM telah dibawa oleh istri saya bawa,” katanya.

Baca Juga :  Desember 2018, Ikatan Sport Harley Davidson Kepri Ikuti Sumatera Bike Week di Medan

Dari situ, Tohri yang tidak muda lagi mengalami keputusan asaan. Selain harus kehilangan istri, ia juga masih dibayang-bayangi dinginnya penjara saat itu. Ia mengharapkan istri kasih support. Malah sebaliknya Istri berniat menceraikan.

Tohri mengaku sangat mencintai Iza yang merupakan istrinya. Iza dan anaknya adalah segalanya. Karena bagi Tohri, Iza merupakan perempuan terakhir dalam hidup nya.

“Saya enam kali nikah. Istri 1-5 pisah juga dan Iza adalah keenam. Saya ingin dia terakhir dalam hidup saya. Semua jumlah anak saya ada delapan anak,” katanya.

Harapan Tohri tidak ingin ada perceraian dengan Iza. Sangat kecewa dengan semuanya sebab Iza melalui pengacara mengajukan gugatan cerai di PA Batam. Dan Kamis (9/5) ini masih mediasi.

“Saya sangat berharap akan selalu bersatu dengan Iza dalam bahtera rumah tangga hingga akhir hayat. Apa pun keinginan dia sebagai suami, pasti saya akan mampukan semampu saya,” demikian kata-kata terakhir Tohri di akhir wawancara dengan Wartakepri.co.id. (Joni Pandiangan)

Ikuti Berita Terbaru Kami


DEWAN PERS WARTAKEPRI PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
PEMKO BATAM
DPRD BATAM
PEMKAB ANAMBAS
DPRD ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD
WIRARAJA
AWAL BROS