Ketua Dewan Pers Yosep Adi di Workshop Pemilu 2019: Publik Terkesima Seolah Pilpres Cuma Satu Pasang Saja



WARTAKEPRI.co.id,BATAM – Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo, membuka secara langsung kegiatan Workshop Pemilihan legislatif dan pemilihan Presiden Tahun 2019, Rabu (24/4/2019) di Nagoya Hill Hotel Batam. Workshop peliputan pasca pemilihan legislatif dan presiden ini pertama kali di Indonesia.

” Dengan demikian, Batam merupakan Provinsi pertama kalinya menggelar Workshop peliputan pasca pemilihan legislatif dan presiden pada 17 April 2019 lalu,”ujar ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo Rabu (24/4/2019)

Menurut Yosep, Pemilu 2019 sudah usai saat ini sedang dalam perhitungan suara, jadi nantinya akan di umumkan, namun sudah ada yang mengumumkan kemenangan. Maka fenomena ini selalu muncul seketika sehingga ada istilah FB berjasa, bisa menjalin silaturahmi selama pemilu ini, misalnya teman lama tidak jumpa, kita bisa ketemu, dunia medsos sudah tidak sehat lagi,”tutur Yosep.

Selain itu, Yosep menyebut, Pemilu 2019 ini hanya 20 persen angka golput nggak banyak pemilih, sebelumnya angka mencapai 23 persen golput. Kita tau bahwa, sarana legitimasi politik bagi pemerintahan yang akan berluasa sehingga kebijakan dan programnya menjadi absah,”sebutnya.

“Pemilu yang paling rumit itu ada di Indonesia, rumitnya minta ampun KPU membatasi, 6 jam harus selesai. Beda negara lain 1 bulan di kasih waktu. Banyangkan saja hitungan saat ini yang meninggal petugas Pemilu mencapai 116 orang, ini pemilu yang paling rumit dan ambusius,”ungkap Yosep.

Situasi pasca pencoblosan kedua kubu mengklaim kemenangan, para pendukung menggalang massa dan opini, media sosial menyebarkan hoax dan ketakutan, benyak ekspose.

Public terkesima dengan pemilu tahun ini, seolah kita memilih 1 pasangan, padahal ada 2 pasangan. Muncul ancaman poeple power, sementara ada yang rawat inap 85 orang, rawat jalan.

Yosep menegaskan, Pemilu sudah selesai, namun belum ada pengumuman resmi KPU, Jadi mau pak Jokowi tidak terpilih, beliau akan tetap melanjutkan usaha kayunya, begitu juga dengan pak Prabowo jika tidak terpilih tetap melanjutkan usahanya, jadi pertanyaannya, Mau jadi apa.?

” Untuk itu, pesan saya kepada Wartawan, kita harus jadi pelayan bagi masyarakat, bagaimana intinya kita bisa melayani kepentingan publik, mari kita tingkatkan profesionalisme sebagai wartawan,”tegasnya.

Yosep juga menyampaikan, Demokrasi kita harus diselamatkan terlebih dahulu. “Ingat kita adalah negara demokrasi. Lima tahun sekali ini kita manfaatkan dengan baik,”tutupnya.(*)

Tulisan : Taufik Ch
Editor : Dedy Suwadha







DEWAN PERS WARTAKEPRI PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
PEMKO BATAM
DPRD BATAM
PEMKAB ANAMBAS
DPRD ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD
WIRARAJA