BNNP Kepri, Ungkap Kasus Peredaran Narkotika Sekaligus Pemusnahan Barang Bukti 4,5 Kilogram





WARTAKEPRI.co.id,BATAM-Badan Narkotika Nasional Provinsi kepulauan Riau (BNNP) kepri mengungkap satu kasus peredaran gelap Narkoba yang terjadi di wilayah kepualuan Riau, barang bukti Narkotika golongan 1 jenis sabu seberat bruto 2.135 gram dengan jumlah tersangka 1 satu orang

Turut hadir dalam keterangan pers, kepala BNNP kepri, Kabid Pemberantasan, Kejaksaan Negeri Batam, Dir PAM BP Batam, Kepala Bea dan cukai Tipe B Batam, Lanal Batam, Kepala Bandara Hang Nadim Batam, Dir Res Narkoba Polda kepri dan para undangan lainnya.

Dari kronologi kejadian pada Rabu 10 April 2019, sekitar pukul 11.00 Wib bertempat di KFC pasar Fanindo Tanjung Uncang kecamatan Batu Aji kota Batan provinsi kepri, telah dilakukan penangkapan terhadao 1 orang laki laki dengan inisial R (31) Tahun WNI karena diduga telah melakukan tindak pidana penyelahgunaan dan peredaran gelap Narkotika golongan 1 jenis Sabu dengan cara memiliki, menguasai, menerima, menyerahkan dan menjadi perantara dalam jual beli Narkotika,”ujar Kepala BNNP kepri Brigjen Pol Richard M.Nainggolan Kamis (18/4/2019) saat gelar keterangan pers di BNNP Kepri.

Berdasarkan kejadian tersebut di atas, maka 1 orang tersangka beserta barang bukti diamankan dan di bawa ke kantor Badan Narkotika Nasional kepulaun Riau guna dilakukan proses penyidikan.

Selanjutnya,Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepulauan Riau (BNNP Kepri) melakukan pemusnahan barang bukti Narkotika Golongan I jenis Sabu seberat bruto 4.511,12 (empat ribu lima ratus sebelas koma dua belas) gram dan jenis Ekstasi sebanyak 918 (sembilan ratus delapan belas) butir / 400 (empat ratus) gram dari 11 (sebelas) orang tersangka dengan jumlah 6 (enam) kasus peredaran gelap Narkoba jaringan sindikat Narkotika yang terjadi di Wilayah Provinsi Kepulauan Riau.

Sementara untuk laporan Kasus Narkotika : LKN / 09 / II / 2019 / BNNP-KEPRI, Pada hari Selasa tanggal 19 Februari 2019, sekira pukul 07.50 WIB di Bandara Internasional Hang Nadim, Kota Batam Provinsi Kepri, bertempatan di depan Security Check Point 1 Bandara Internasional Hang Nadim Kota Batam, Provinsi Kepri telah dilakukan penangkapan terhadap 1 (satu) orang laki-laki atas nama L (36 Thn) WNI karena diduga telah melakukan tindak pidana penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika Golongan I jenis Sabu seberat bruto 315 (tiga ratus lima belas) gram yang disimpan didalam tas ranselnya.

“Kemudian dilakukan pengembangan dan penangkapan di Gate A8 Keberangkatan Bandara Internasional Hang Nadim sekitar pukul 08.30 WI terhadap 1 (satu) orang laki- laki bernama L (30 Thn) WNI yang didapati Narkotika Golongan Golongan I jenis Sabu seberat bruto 307 (tiga ratus tujuh) gram yang disimpan didalam perut. Atas kejadian tersebut diatas, maka tersangka beserta barang bukti diamankan dan dibawa ke kantor Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepulauan Riau guna dilakukan proses penyidikan,”ungkap Kepala BNNP kepri.

Dari barang bukti Narkotika jenis Sabu yang disita dari tersangka, akan dilakukan pemusnahan sebanyak 564,16 (lima ratus enam puluh empat koma enam belas) gram dan sebanyak 57,84 (lima tujuh koma delapan puluh empat) gram disisihkan untuk uji laboratorium dan pembuktian perkara di persidangan.

Atas perbuatannya tersebut, tersangka dikenakan pasal 114 ayat (2), pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Untuk Laporan Kasus Narkotika : LKN / 10 / II / 2019 / BNNP-KEPRI, kejadian Pada hari Selasa tanggal 19 Februari 2019, sekira pukul 08.00 Wib di Kafe depan Gate A8, Bandara Internasional Hang Nadim Kota Batam Provinsi Kepri, diamankan seseorang laki-laki bernama M (39 Thn) WNI oleh anggota Petugas Bea cukai Kota Batam karena diduga memiliki Narkotika Golongan I jenis Sabu sebanyak 517 (lima ratus tujuh belas) gram.

“Selanjutnya, tersangka beserta barang bukti dibawa ke kantor BNNP Kepri guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut,”bebernya.

Dari barang bukti Narkotika jenis Sabu yang disita dari tersangka, akan dilakukan pemusnahan sebanyak 462,87 (empat ratus enam puluh dua koma delapan puluh tujuh) gram dan sebanyak 54,13 (lima puluh empat koma tiga belas) gram disisihkan untuk uji laboratorium dan pembuktian perkara di persidangan.
Atas perbuatannya tersebut, tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (2), Pasal 112 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,”katanya.

Laporan Kasus Narkotika : LKN / 11 / II / 2019 / BNNP-KEPRI, Pada hari Rabu tanggal 20 Februari 2019, sekira pukul 18.15 WIB di Parkiran Mobil J8 Food Court Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau, telah dilakukan penangkapan terhadap satu orang laki-laki dengan inisial A (50 Thn) WNI karena diduga melakukan tindak pidana penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika Golongan I jenis Sabu seberat bruto 417 (empat ratus tujuh belas) gram.

Kemudian dilakukan pengembangan dan penangkapan terhadap seorang laki-laki berinisial K (41) WNI karena diduga melakukan tindak pidana penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika Golongan I jenis Sabu seberat bruto 4 (empat) gram di dalam bungkus rokok Sampoerna Mild.

Selanjutnya dilakukan pengembangan dan penangkapan lagi terhadap 1 (satu) orang laki-laki dengan nama Z (41 Thn) WNI di salah satu gelper Jodoh Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau.

Atas Kejadian tersebut, maka 3 (tiga) orang tersangka beserta barang bukti diamankan dan dibawa ke kantor Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepulauan Riau guna dilakukan proses penyidikan selanjutnya.

Dari barang bukti Narkotika jenis Sabu yang disita dari tersangka, akan dilakukan pemusnahan sebanyak 394,58 (tiga ratus sembilan puluh empat koma lima puluh delapan) gram dan sebanyak 22,42 (dua puluh dua koma empat puluh dua) gram disisihkan untuk uji laboratorium dan pembuktian perkara di persidangan.

Atas perbuatannya tersebut, tersangka dikenakan Pasal 113 ayat (2), Pasal 114 ayat (2), Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1), UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Laporan Kasus Narkotika : LKN / 12 / III / 2019 / BNNP-KEPRI, Pada hari Jum’at tanggal 08 Maret 2019, sekira pukul 12.30 WIB di Bandara Internasional Hang Nadim, Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau, petugas AVSEC dan Bea & Cukai Bandara Internasional Hang Nadim Kota Batam mengamankan seorang laki-laki yang bernama Y (43 Thn) WNI, karena diduga memiliki Narkotika Golongan I jenis Sabu seberat bruto 1012 (seribu dua belas) gram.

Selanjutnya pihak Bea & Cukai beserta AVSEC menyerahkan tersangka beserta barang bukti diserahkan kepada penyidik BNNP Kepri guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Dari barang bukti Narkotika jenis Sabu yang disita dari tersangka, akan dilakukan pemusnahan sebanyak 940,39 (sembilan ratus empat puluh koma tiga puluh sembilan) gram dan sebanyak 71,61 (tujuh puluh satu koma enam puluh satu) gram disisihkan untuk uji laboratorium dan pembuktian perkara di persidangan.

Atas perbuatannya tersebut, tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (2), Pasal 112 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Laporan Kasus Narkotika : LKN / 13 / III / 2019 / BNNP-KEPRI, Pada hari Selasa tanggal 19 Maret 2019, sekira pukul 14.00 WIB bertempatan di Pelabuhan Tanjung Uma, Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau, petugas TNI AL kesatuan LANAL Batam menemukan 1 (satu) bungkus plastic bening yang berisi kristal yang diduga Narkotika Golongan I jenis Sabu seberat bruto 17,28 (tujuh belas koma dua puluh delapan) gram.

Pada hari Senin tanggal 25 Maret 2019, petugas TNI AL menyerahkan barang bukti tersebut kepada penyidik BNNP Kepri guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Dari barang bukti Narkotika jenis Ekstasi yang didapati tersebut, tidak dilakukan pemusnahan tetapi sebanyak 10 (sepuluh) gram disisihkan untuk uji laboratorium dan sebanyak 7,28 (tujuh koma dua puluh delapan) gram dijadikan untuk pembuktian perkara di persidangan.

Atas perbuatannya tersebut, tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (2), Pasal 112 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Atas perbuatannya tersebut, tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (2), Pasal 112 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Laporan Kasus Narkotika : LKN / 14 / IV / 2019 / BNNP-KEPRI, Pada hari Senin tanggal 01 April 2019, sekira pukul 13.30 WIB di Pinggir jalan depan Perumahan Bida Asri 1 Kecamatan Batam, Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau, telah dilakukan penangkapan terhadap 2 (dua) orang laki-laki dengan inisial A (28 Thn) WNI dan R (41 Thn) WNI karena diduga melakukan tindak pidana penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika Golongan I jenis Ekstasi sebanyak 986 (sembilan ratus delapan puluh enam) butir dan setelah dilakukan penimbangan diperoleh berat bruto 400 (empat ratus) gram yang disimpan di dalam tas ransel berwarna coklat merk Taikes milik tersangka A. Atas Kejadian tersebut, maka 2 (dua) orang tersangka beserta barang bukti diamankan dan dibawa ke kantor Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepulauan Riau guna dilakukan proses penyidikan selanjutnya.

Dari barang bukti Narkotika jenis Sabu yang disita dari tersangka, akan dilakukan pemusnahan sebanyak 918 (sembilan ratus delapan belas) butir dan sebanyak 68 (enam puluh delapan) butir disisihkan untuk uji laboratorium dan pembuktian perkara di persidangan.

Atas perbuatannya tersebut, tersangka dikenakan Pasal 113 ayat (2), Pasal 114 ayat (2), Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1), UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Laporan Kasus Narkotika : LKN / 15 / IV / 2019 / BNNP-KEPRI, Pada hari Senin tanggal 04 April 2019, sekira pukul 08.00 WIB di Bandara Internasional hang Nadim, Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau, anggota Bea & Cukai Bandara Hang Nadim telah mengamankan 2 (dua) orang laki-laki dengan inisial T (29 Thn) WNI dan M (34 Thn) WNI karena diduga memiliki, menguasai dan menyimpan Narkotika Golongan I jenis Sabu seberat bruto 2252 (dua ribu dua ratus lima puluh dua) gram.

Selanjutnya, tersangka, saksi dan barang bukti diamankan dan dibawa ke kantor Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepulauan Riau guna dilakukan proses penyidikan selanjutnya.

Dari barang bukti Narkotika jenis Sabu yang disita dari tersangka, akan dilakukan pemusnahan sebanyak 2149,12 (dua ribu serratus empat puluh sembilan koma dua belas)
gram dan sebanyak 102,88 (serratus dua koma delapan puluh delapan) gram disisihkan untuk uji laboratorium dan pembuktian perkara di persidangan.

Atas perbuatannya tersebut, tersangka dikenakan Pasal 113 ayat (2), Pasal 114 ayat (2), Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1), UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Dari hasil ungkap kasus tersebut, pihak BNNP Kepri menyebur ada 7 kasus dengan modus berbeda, ada yang memasukkan dalam perut, ada yang masukkan dalam tas, asa masuk kan dalam kotak, mereka memodifikasi sehingga tidak bisa dilihat,”sebutnya.

Rata rata semua kasus ini, Ada masuk jaringan dri malaysia dengan tujuan akan dibawa keluar Batam. Ada resedipis, hampir keselurahan dari laut,”tutupnya.(*)

Kiriman : Taufik Ch



DEWAN PERS WARTAKEPRI PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
PEMKO BATAM
DPRD BATAM
PEMKAB ANAMBAS
DPRD ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD
WIRARAJA