PLN Batam Optimis Pasokan Listrik Stabil Selama Pemilu 2019 Walau Ada Gangguan di PLTG Panaran

PLN Batam Optimis Pasokan Listrik Stabil Selama Pemilu 2019 Walau Ada Gangguan di PLTG Panaran



WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Menjelang pelaksanaan Pemilu 2019, bright PLN Batam menngoperasikan seluruh mesin pembangkit untuk menyukseskan pesta demokrasi tersebut. Termasuk menyiagakan 11 unit genset untuk 11 kecamatan di Batam, ditambah dua genset masing-masing di KPU dan Panwaslu.

Direktur Operasi bright PLN Batam Awaluddin Hafid mengatakan, pengoperasian semua mesin pembangkit yang dikelola PLN Batam dan swasta dimaksudkan untuk mengawal pelaksanaan Pemilu 2019 agar berjalan lancar.

Sebanyak 11 unit genset yang disiagakan di tiap kecamatan, KPU dan Bawaslu dimaksudkan untuk mengantisipasi jika terjadi gangguan pada mesin pembangkit di luar perencanaan, sehingga mesin genset tersebut dapat difungsikan.

“Seluruh mesin pembangkit yang saat ini mampu beroperasi kami nyalakan untuk menyukseskan Pemilu 2019. Harapan kami, pasokan listrik tetap handal sehingga tahapan pemilu hingga proses penghitungan suara dan tahapan akhir nanti berjalan lancar,” ujar Awaluddin Hafid, sesaat sebelum kegiatan kunjungan media ke lokasi pembangkit IPP dan PLN Batam, Jumat (13/4/2019).

Sekadar diketahui, dalam beberapa hari ini, pemadaman listrik secara bergilir terjadi di Batam. Hal itu dikarenakan adanya pemeliharaan pada beberapa mesin pembangkit. Selain itu juga ada gangguan dan kerusakan pada mesin pembangkit di PLTG Panaran dan PLTGU Tanjunguncang, Batam.

Awaluddin mengatakan, saat ini sistem kelistrikan Batam-Bintan dari seluruh kapasitas pembangkit mencapai 560 MW. Ada tiga lokasi pembangkit besar yakni PLTU TJK 110 MW (menyuplai 30 persen listrik di Batam), PLTGU Tanjunguncang 200 MW dan PLTG Panaran sekitar 160 MW (menyuplai sekitar 70 persen). Lainnya yakni mesin pembangkit PLTD baik di Batam maupun Bintan.

Bahkan Batam-Bintan, menurut Awaluddin, pernah mencapai beban puncak sebesar 462 MW. Namun secara rata-rata, beban puncak di Batam berkisar 440-445 MW. “Ketika cuaca panas dan kelembaban udara tinggi, secara otomatis penggunaan listrik akan semakin tinggi, sehingga beban puncak juga naik,” ujarnya.

Awaluddin menuturkan, pada Oktober 2018, PLTGU Tanjunguncang tak bisa bekerja maksimal dikarenakan adanya kerusakan pada salah satu mesin pembangkit. Sehingga pasokan listrik berkurang sekitar 50 persen.

“Kami sudah memesan spare part mesin tersebut dari Inggris dan saat ini sedang dalam perjalanan menuju Batam,” ujarnya. Diharapkan pada bulan April ini sparepart tersebut tiba di Batam sehingga dapat segera dipasang dan pembangkit dapat beroperasi lagi.

Kemudian di awal April 2019, sambung Awaluddin, juga terjadi gangguan atau kerusakan pada salah satu mesin pembangkit PLTG Panaran. Kapasitasnya yakni 40 MW. Hal ini juga menimbulkan adanya pemadaman bergilir diakibatkan pasokan listrik Batam berkurang.

“Karena ini sudah mendekati Pemilu sehingga kami meminta pengelola kawasan PLTD Panaran agar mengganti mesin yang rusak. Satu bagian mesin, yakni power turbin sudah tiba, tinggal menunggu satu bagian lagi yang akan dikirim segera ke Batam,” ujranya. Diharapkan pada 24 April 2019 nanti pembangkit PLTG Panaran sudah beroperasi secara normal lagi.

“Saat ini cadangan listrik kita memang sedang tipis. Tetapi kami berupaya maksimal membangkitkan semua mesin pembangkit yang ada, termasuk milik mesin PLTD milik PLN Batam, untuk menyukseskan Pemilu 2019,” ujar Awaluddin.

“Yang namanya mesin tentu juga membutuhkan pemeliharaan dan perbaikan. Ada jadwal dimana mesin-mesin pembangkit kami memasuki tahap pemeliharaan agar mesin mampu bekerja maksimal dan pasokan tetap handal,” tambahnya.

Untuk mengetahui kondisi kelistrikan di Batam, bright PLN Batam mengajak jurnalis Batam berkunjung ke mesin pembangkit IPP dan PLN Batam pada Jumat 12 April 2019. Beberapa lokasi yang dikunjungi yakni PLTU Tanjungkasam, PLTG Panaran, PLTGU Tanjunguncang, Batam Control Centre, Services Business Unit. Kunjungan ke beberapa lokasi pembangkit IPP dan PLN Batam juga dihadiri Sekretaris PLN Batam Denny Hendri Wijaya.

Dalam kunjungan ke PLTU Tanjungkasam, jurnalis mendapat pemaparan dari Direktur TJK Power, Made suwardhana. Made mengatakan bahwa PLTU Tanjungkasam siap menyukseskan Pemilu 2019. Saat ini, dua mesin pembangkit berkapasitas 2 X 55 MW beroperasi secara normal.

“Sejauh ini mesin pembangkit kami beroperasi dengan baik. Tidak mengalami gangguan apapun. Bahkan kehandalan mesin di PLTU Tanjungkasam terbilang baik karena mampu beroperasi secara maksimal di atas rata-rata target yang diberikan PLN Batam.

“Dari tahun 2012 sampai 2019, rata-rata kehandalan pasokan kami di atas 90 persen. Itu artinya mesin pembangkit di TJK Power stabil dalam menyuplai pasokan listrik di Batam,” ujar Made. Memasuki tahun pemilu, kata Made, pihaknya siap menyukseskan Pemilu 2019 dengan tetap menjaga kehandalan mesin.

“Sejauh ini mesin pembangkit PLTU Tanjungkasam dalam kondisi “sehat”. Mesin kami juga beroperasi full. (Mesin) Kami nggak ada masalah. Untuk kelistrikan Batam, Kami menyumbang sekitar 30 persen,” ujar Made sembari mengatakan ke depan akan ada pemeliharaan mayor pada dua mesin yang membutuhkan waktu 45 hari.

Kunjungan dilanjutkan ke PLTG Panaran yang ada di kawasan Tembesi, Batuaji. Di sini rombongan jurnalis diterima oleh Manager Operasi PLTG Panaran Benediktus Lilik Arie Susetyo dan Manager HSE Dwi Wahyu Bayu Kuntoro.

Benediktus Lilik Arie Susetyo, mengatakan, di kawasan yang dikelola Mitra Energi Batam (MEB) ini terdapat lima mesin pembangkit. Empat mesin milik MEB berkapasitas 4 X 40 MW atau 160 MW dan satu mesin milik PLN Batam berkapasitas 24 MW.

Benediktus Lilik mengatakan, saat ini ada kerusakan pada salah satu mesin pembangkit di MEB. Kerusakan terjadi pada bagian power turbin dan gas generator. Hal ini membuat mesin tak bisa dioperasikan, sehingga MEB menggunakan satu mesin cadangan berkapasitas 19 MW.

“Kami sudah memesan mesin pembangkit pengganti. Power turbin sudah tiba hari ini, sedangkan gas generator baru akan diberangkatkan menuju Batam,” ujar Lilik. MEB memesan dan menyewa gas generator tersebut dari Inggris, tepatnya di Skotlandia.

Kerusakan pada salah satu mesin pembangkit ini membuat pasokan listrik yang dihasilkan MEB di PLTG Panaran tak maksimal karena kehilangan sekitar 30 MW. Penyebab kerusakan mesin saat ini ditangani tim ahli di Inggris. Hasilnya nantinya akan disampaikan ke MEB.

“Harapan kami, gas generator bisa secepatnya tiba di Batam. Proses pemasangan dan instalasi mesin pembangkit ini membutuhkan waktu sekitar tujuh hingga delapan hari. Kami berharap pada 24 Apri nanti mesin sudah bisa terpasang dan bisa beroperasi lagi secara normal,” ujarnya.

Kunjungan rombongan selanjutnya yakni di kawasan Batam Control Centre dan PLTD PLN Batam, Baloi, Kota Batam. Di sini, jurnalis mendapatkan pemaparan dari GM Generator dan Tranmission Business Unit Muhammad Nasir. Mesin pembangkit yang ada di PLTD PLN Batam juga digunakan secara optimal untuk mendukung sistem kelistrikan Batam.

“Mesin pembangkit kami yang ada di sini juga dioperasikan untuk mendukung dan menyukseskan pelaksanaan Pemilu 2019 nanti,” ujarnya. (*/anwar/kb)

Editor : Dedy Suwadha







DEWAN PERS WARTAKEPRI PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
PEMKO BATAM
DPRD BATAM
PEMKAB ANAMBAS
DPRD ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD
WIRARAJA