Imigrasi Kota Batam Amankan Delapan Orang TKA Diduga Ilegal Yang Bekerja Pada PT San Hai Plastics



Ikuti Berita Terbaru Kami

WARTAKEPRI.CO.ID, Batam, Warta Kepri – Petugas Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam dikabarkan menggelar inspeksi mendadak alias sidak ke PT San Hai Plastics, Tanjunguncang, Jumat (8/3/2019) hanya mampu menangkap delapan orang TKA.

Delapan orang TKA diduga ilegal menjalani pemeriksaan, dan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas Imigrasi Kota Batam harus membebaskan 5 orang TKA sebab memiliki izin kerja di Indonesia. Selanjutnya Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam hanya mampu menahan 3 orang TKA lainnya.

Baca Juga :  Redaksi WartaKepri.co.id Silahturahmi dan Disambut Baik Pejabat BUBU Hang Nadim Batam

Kepala Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Lucky Agung Binarto membenarkan saat konfrensi Pers bahwa ada sekitaran 20 orang TKA Ilegal yang bekerja di PT. San Hai Plastics, Tanjung Uncang.

“Namun petugas Imigrasi hanya mampu menangkap delapan orang TKA. Jujur kita Imigrasi Kota Batam kekurangan tenaga untuk melakukan pengejaran terhadap TKA diduga Ilegal tersebut,” ujar Lucky saat konfrensi Pers di kantor Imigrasi Kota Batam, Selasa (12/03/2019).

Lucky membeberkan setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas Imigrasi ditemukan tiga orang yang tidak memiliki izin mempekerjakan tenaga kerja asing dan lima orang TKA memiliki izin mempekerjakan tenaga kerja asing (IMTA)

Baca Juga :  Komenter Para Menteri Soal UWTO, Tumpang Tindih Lahan dan HPL di Batam

“Kelima orang TKA yang memiliki IMTA maka selanjutnya dilakukan pembebasan diantaranya empat orang Laki-laki dengan inisial LC, ZP, HS, LC dan satu orang perempuan dengan inisial PW,” ujar Lucky.

Lucky menceritakan bahwa TKA Ilegal lari ke belakang PT San Hai Plastics yang ternyata hutan-hutan bakau. Maka petugas Imigrasi Batam tidak mampu menangkap mereka.

Baca Juga :  Dipasang Tergesa-Gesa, Tiang Lampu di Ruko Aladin Bahayakan Pengendara

“Ketiga TKA ilegal akan dilakukan pemeriksaan tambahan. Ketiga TKA yang tidak memiliki IMTA terdiri dari dua orang Laki-laki dengan inisial CM, ZD dan satu orang perempuan inisial MM,” tambah Lucky.

Lucky menyimpulkan jika terbukti melanggar aturan-aturan hukum maka nantinya akan dipidanakan sebelum dideportasi dan jika tidak terbukti melanggar hukum maka akan dideportasi dan pecekalan untuk masuk kembali Ke Indonesia. (JP)

Ikuti Berita Terbaru Kami


DEWAN PERS WARTAKEPRI PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
PEMKO BATAM
DPRD BATAM
PEMKAB ANAMBAS
DPRD ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
WIRARAJA
AWAL BROS