Debt Kolektor Cekcok Dengan Pemilik Counter HP di Nagoya Hill


Ikuti Berita Terbaru Kami

WARTAKEPRI.CO.ID, Batam, Seorang debt collector Kredit Plus terlibat keributan dengan seorang pemilik counter handphone di Nagoya Hill Batam, Rabu (27/2/2019) sekitar jam 16.20 WIB.

Akibat pertengkaran itu, suasana di basement Nagoya Hill terdengar ricuh.

Peristiwa tersebut bermula saat seorang debt collector Kredit Plus menagih utang pembelian handphone yang dijaminkan oleh Santi, seorang pemilik konter handphone di Nagoya Hill.

Dilansir melalui batam.tribunnews.com, Koko orang tua Santi saat berhadapan dengan debt Collector Kredit Plus, sempat adu argumentasi. “Kamu kalau menagih jangan kasar. Anak saya ini perempuan. Jangan kamu begitu kan. Kamu paksakan orang main bayar. Apa maksud kamu?,” katanya.

Debt Collector itu pun menjelaskan, tak ada niat untuk membentak. Dia hanya menagih sesuai perintah kantornya.

“Saya tidak kasar pak,” jawabnya.

Baca Juga :  Tambahan Ekskavator Baru Datang, Rencana Dioperasikan Daerah Perumahan Ricci Marina

Lagi-lagi kondisi terus bersitegang. Beruntung kejadian itu tidak terjadi, karena beberapa warga dan pengamanan di sana langsung melerai keduanya.

Diceritakan Santi, toko ponsel miliknya yang terletak di Nagoya Hill memiliki seorang pelanggan bernama Dini Hestriani yang membeli satu unit handphone Oktober 2018 lalu.

Karena tidak ada uang tunai, maka Santi mengarahkan pelanggannya yang ia kenal sebelumnya untuk menggunakan jasa Kredit Plus. Selanjutnya, Dini Hestriani mengajukan permohonan pembiayaan kepada Kredit Plus. Hanya saja, sempat terjadi penolakan pada sistem.

“Karena terjadi ini, saya diminta untuk menjaminkan. Karena saya percaya, saya jamin tapi bukan untuk bayar,” kata Santi di lokasi. Setelah terjadi kesepatakan itu, antara Kredit Plus dengan Dini Hestriani menyepakati membiayai pembelian handphone.

Baca Juga :  Jelang Bulan Ramadhan, Tempat Hiburan dan Prostitusi Menjamur di Batam

Dini Hestriani membayar Rp 1.051.000 per bulan dengan masa pembayaran selama sembilan bulan. “Sepakat lah orang itu,” tambah Santi.

Namun di tengah perjalanan, sejak Oktober 2018 hingga Februari 2019 atau memasuki bulan keempat pembayaran, Dini Hestriani tidak muncul alias menghilang. Sementara cicilan pertama sampai keempat Santi mengaku sempat menalanginya.

Namun memasuki bulan ke kelima, debt collector Kredit Plus menagih Santi tepatnya pada Rabu siang. “Saya ditagih begitu kasar sama kolektor nya. Saya sudah bilang, mohon sabar. Saya belum ada duit. Lalu dia marah-marah. Pukul meja konter saya. Saya tak terima lah. Kasar begitu,” aku Santi. Mendengar penjelasan anaknya, Koko begitu kesal dan geram.

Ia mengatakan, sepatutnya, pihak Kredit Plus mengapresiasi anaknya sudah jujur bayar. “Anak saya jujur bayar kok. Tapi saat tak ada duit mohon sabar. Kan dibayar, tapi tagihnya jangan begitu,” katanya dengan nada tinggi.

Baca Juga :  Semrawut Bak Benang Kusut Lalu Lintas Di Batu Aji, Ko Tidak Ada Polisi?

Atas kejadian keributan di konter itu, kemudian Satpam sempat memanggil ke kantornya di Basement Nagoya Hill. Selepas dibicarakan dari situ, terjadi lagi keributan. Beruntung tidak terjadi apa-apa.

Kepala Cabang Kredit Plus Doni yang berada di TKP saat dikonfirmasi membantah jika anggotanya membentak konsumen Santi. “Tidak dibentak. Ini hanya lah miskomunikasi saja,” kata Doni.

Sementara Danton Satpam Nagoya Hill Bangkit Y, mengaku tidak tahu menahu soal hutang-piutang. Hanya saja, bila ada keributan mereka amankan. “Itu saja. Kita menjaga keamanan di sini,” ungkapnya.

Dilansir melalui : tribunnews.com

 

Ikuti Berita Terbaru Kami


DEWAN PERS WARTAKEPRI PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
PEMKO BATAM
DPRD BATAM
PEMKAB ANAMBAS
DPRD ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD
WIRARAJA
AWAL BROS