Kepala Pos Batam Mazni Sebut Hoaks Terkait Surat Batam Dianggap Wilayah Luar Negeri



Ikuti Berita Terbaru Kami

  • 36

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Kepala Kantor PT Pos Indoneisia (Persero) Cabang Batam, Mazni menegaskan bahwa informasi surat yang beredar di kalangan media sosial (medsos) menyebut Batam diangggap wilayah luar negeri untuk jasa pengiriman barang ternyata hoaks.

“Surat tersebut berawal dari internal kami, dimana dari customer servis kami ke kapada saya, ketika saya lihat judul yang berbunyi kepada kepala Kantor PT Pos Cabang dan penggelo agen,” kata Mazni, saat konferensi pers di kantor Bea dan Cukai Tipe B Batam, Selasa (12/2/2019).

Baca Juga :  Nurdin Basirun Janjikan Bonus Besar Bagi Atlet PON Peraih Medali
Menurut Mazni, kata-kata yang paling mengagetkan dirinya adalah yang ada tulisan di garis merah dengan bunyi ‘Kepada para pelanggan yang terhormat’.

“Saya kaget, siapa yang buat kop surat itu, setelah ditanya kepada stafnya dan mengaku ada salah satu pegawai yang membuat,” kata Mazni.

Pegawai yang membuat, lanjut dia, yang berkerja sebagai pelanyan pengiriman barang melalui online. Pegawai tersebut, melayani pelanggan dalam satu hari ada 150 orang melalui daftar online.

“Ketika saking banyaknya pelanggan yang mengirim, dengan capek menjawab pertanyaan pelanggan. Akhirnya, kop surat dia copy dengan lampiran pengumuman tersebut, kata Mazni.

Baca Juga :  Semua Pejabat Polda Kepri Jadi Pembina Upacara di Sekolah

Lanjut Mazni, pihaknya berjanji akan merilis surat resmi yang ada tanda tangan dari Kepala Kantor, dan instansi agar masyarakat tak dibuat bingung dalam hal proses
pengiriman barang melalui jasa perusahaan plat merah ini.

Sebelumnya, warga dibuat heboh, khususnya warga net dengan adanya surat yang dikeluarkan oleh PT Pos Indoneisia (Persero) Cabang Batam.

Dengan berbunyi kantor Pos Batam mengumumkan bahwa berdasarkan keputusan Dirjen Bea Cukai No Kep07/BC/2019 tertanggal 1 Februari 2019 terjadi perubahan alur proses pengiriman barang ke luar dari Batam.

Baca Juga :  Politik Memang Kejam, AT Orang Hebat dan Pintar Berhasil "Dipermalukan"

Kiriman paket/barang yang dikirim keluar Batam diperlakukan sama seperti kiriman incoming internasional. Hal itu terjadi karena status pulau Batam sebagai FTZ (Free Trade Zone).

Secara kepabean ‘pulau Batam dianggap sebagai wilayah luar negeri sehingga kiriman paket/barang wajib diperiksa satu persatu, untuk dicocokan isi dan perhitungan PDRI (Pajak Dalam Rangka Impor).(rg)

Ikuti Berita Terbaru Kami

  • 36

DEWAN PERS WARTAKEPRI
WIRARAJA
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB ANAMBAS
PEMKAB LINGGA
PEMKO BATAM PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
DPRD BATAM