Jalan Poros Kelarik Menjadi Catatan Natuna Untuk DPRD dan Pemrov Kepri



PEMPROV KEPRI

Ikuti Berita Terbaru Kami

  • 0

WARTAKEPRI.CO.ID, NATUNA – Sebagaimana amanat Nawacita ketiga Presiden Republik Indonesia yang telah mengamanatkan pelaksanaan pembangunan harus diselenggarakan dari wilayah pesisir dan perbatasan.

Bersinergi dengan program diatas, Pemerintah Kabupaten Natuna juga berupaya untuk mendorong ketertinggalan dengan daerah lain melalui upaya percepatan pembangunan yang dititik beratkan pada wilayah tingkat desa dan kecamatan.

Salah satunya Kecamatan Bunguran Utara Kabupaten Natuna yang dirasa masih perlu perhatian lebih mengingat fasilitas umum dan sarana pendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat masih sangat minim.

Hal ini disampikan Bupati Natuna, H. Abdul Hamid Rizal, dalam kunjungan kerja di Desa Kelarik Tengah, Kecamatan Bunguran Utara, Senin (11/2/2019).

Bupati Hamid Rizal didampingi beberapa FKPD dan pimpinan OPD sekaligus menutup kegiatan Olaharaga dalam Rangka Ulang tahun Gelora.

Menurut Bupati, infrastruktur yang paling diprioritaskan saat ini adalah pembangunan jalan dan jembatan penghubung baik dari batubi menuju kelarik, maupun dari teluk buton menuju kelarik, sebagai pembuka akses bagi kelancaran aktifitas perekonomian.

Bupati juga menjelaskan bahwa saat ini sektor pariwisata sedang benar-benar digesa percepatannya, melalui program kerja yang disinergikan baik dari tingkat kementerian maupun antara OPD dilingkungan Pemerintah Kabupaten Natuna.

Selain itu, penjabaran dari percepatan sektor pariwisata itu sendiri diharapkan dapat memberikan peluang kerja baru, baik dalam bentuk bidang usaha kerajinan, pelaku kesenian, badan usaha penginapan dan kuliner serta bidang usaha lainnya.

Marzuki SH Bersama Bupati Natuna

Pada kesempatan yang sama, Camat Bunguran Utara, Izhar, menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah daerah atas perhatian terhadap berbagai sarana dan fasilitas yang secara bertahap dalam pelaksanaan untuk pembenahan, terutama jalan penghubung antara ibukota kecamatan dan antar desa.

Masyarakat Lebih Prioritas jalan Lintas Kelarik merupakan satu-satunya jalan darat yang biasa dilalui oleh masyarakat, dari Ranai dan menuju Kelarik dengan ditempuh oleh kendaraan roda dua dan empat.

”Jalan penghubung ini lebih Prioritas segera di lanjutkan oleh Pemerintah Provinsi Kepri sebab, Kalau kita lihat curah hujan yang sering beruntun hingga berhari-hari, nampaknya jalan itu akan rusak hingga tidak bisa digunakan lagi,” kata Izhar di Ranai, Senin (11/2/2019).

Ia menyebutkan, belakangan ini intensitas hujan di Natuna cukup tinggi.

Hal ini membuat debet air yang melintas di setiap sungai yang beradai sepanjang jalan itu, membeludak dan ditambah lagi dengan air yang tidak mengalir melalui sungai.

Di sisi lain, postur jalan itu sebagiannya masih berupa tanah timbunan saja meskipun sudah ada yang berupa tanah keras.

Bukan hanya itu, jalan itu juga tidak dilengkapi dengan perangkat pengaman jalan seperti box culvert dan drainase sehingga air dengan mudah menggenangi jalan serta mengikis tanahnya.

”Kalau ujan beruntun sampai tiga hari sering terjadi, saya rasa di titik- titik tertentu jalan itu akan habis dan tidak bisa digunakan lagi,” sambungnya.

Kondisi Terkini Jalan Poros Kelarik

“Tahun ini menurut informasi belum ada angarkan untuk proyek lanjutan penambahan jalan dari dan menuju kelarik oleh pemerintah Provinsi Kepri,”kata Izhar.

Ia melanjutkan, kerusakan terjadi karena besarnya air akibat intensitas hujan yang berkepanjangan. Dan ia memperkirakan kondisi cuaca seperti ini akan terus berlanjut.

”Kami selaku pemerintah kecamatan berharap jalan itu tidak sampai rusak secara keseluruhan. Dan kami berharap tidak ada korban jiwa dan materil akibat keadaan ini, kami juga mengimbau masyarakat hati-hati melintas di sana dan kalau sekiranya tidak ada keperluan mendesak kami harapkan mereka tidak bepergian melalui jalur itu,” pesannya mengakhiri.

Ketua DPRD Natuna, Yusripandi juga merasa miris dengan keadaan jalan lintas Klarik sehingga mengakibatkan mobilitas warga dari Kecamatan Bunguran Utara menjadi kesulitan.

Akan hal jalan lintas Klarik yang tidak dianggarakan di tahun 2019, Yusripandi memastikan di tahun 2020 nanti sudah dapat dilanjutkan pengerjaan sambungan dari tahun 2018 kemarin.

“Dinas PU Natuna sebagai mitra kerja akan kita minta untuk usulan perioritas nanti di tahun 2020, dan dari DPRD Natuna akan mendukung dan berkordinasi nanti melalui DPRD Kepri Dapil Natuna untuk mengawalnya,” ujar Yusripandi, Awak media berapa pekan lalu.

Hal senada juga disampaikan Marzuki, Wakil Ketua Komisi II DPRD Natua. Ia menjelaskan, jalan poros lintas Klarik yang berstatus jalan provinsi itu seharusnya bisa menjadi usulan prioritas dari Dinas PU Natuna kepada Dinas Provinsi Kepri.

“Seharusnya jalan ini mendapat perhatian, jalan ini merupakan akses masyarakat kita di Kecamatan Bunguran Utara menuju Ibu Kota Kabupaten Natuna, Ranai. Jalan ini cukup strategis,” kata Marzuki.

Marzuki juga mendukung adanya inisiatif Wakil Bupati Natuna, Ngesti Yuni saat kunjungan kerja. Dengan berkordinasi kepada kecamatan agar bisa di gotong royongkan setiap desa wilayah Kecamatan Bunguran utara.

“Sepanjang tidak menyalahi aturan dan punya azas manfaat besar, silahkan aja masing masing desa mengangarkan untuk gotong royong memperbaiki jalan dan jembatan tersebut,” tandas Marzuki.(Hds,Rky)

Kiriman: Rikyrinovsky

Ikuti Berita Terbaru Kami

  • 0

DEWAN PERS WARTAKEPRI PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
PEMKO BATAM
DPRD BATAM
PEMKAB ANAMBAS
DPRD ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD
WIRARAJA
AWAL BROS