Fraksi di DPRD Batam Sepakat Menolak Dilanjutkannya Ranperda Bea Gerbang Pengelolaan Sampah





WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Mayoritas Fraksi di DPRD Kota Batam menolak dilanjutkannya pembahasan Ranperda Bea gerbang atas jasa pengelolaan Sampah. Masalah pengalokasian anggaran 15 persen selama 30 tahun kedepan menjadi faktor utama sejumlah Fraksi menolaknya.

Rapat sendiri dipimpin Ketua DPRD, Nuryanto,SH. diruang Sidang umum DPRD Kota Batam,pada Senin,(11/02/19) siang.

Agenda Rapat untuk membacakan pendapat Walikota Batam terhadap Ranperda penataan dan pelestarian Kampung Tua, sekaligus pembacaan pandangan umum Fraksi terhadap Ranperda Bea gerbang atas jasa pengelolaan Sampah.

Mewakili Walikota Batam, Wakil Walikota Batam, Amsakar Ahmad membacakan sependapat terkait pandangan Ranperda penataan dan pelestarian Kampung Tua.

Sedangkan, untuk Ranperda Bea Gerbang atau jasa pengelolaan sampah diakhir Rapat, kepada wartawan juga akan menunda dilanjutkannya Ranperda Bea Gerbang dan Jasa Pengelolaan Sampah di Telaga Punggur.

” Mayoritas Fraksi menolak untuk melanjutkan pembahasan Ranperda Bea Gerbang dan Pengelolaan Sampah. Artinya kami akan mengikuti dan mengkaji ulang Ranperda ini. Khusus untuk TPA Punggur, saat ini memang sudah harus diperhatikan bagaimana cara mengelola sampah yang semakin banyak, sedangkan lahan semakin berkurang di TPA sana,” jelas Amsakar.

Sebelumnya, dalam rapat mengenai Ranperda Bea gerbang atas jasa pengelolaan Sampah dimana pandangan dari Fraksi partai PPP yang dibacakan juru bicaranya, H. Erizal juga tidak setuju.

” Setelah mempelajari penjelasan walikota Batam tentang penjelasan umum Ranperda dan jasa pengolahan sampah ini, tidak setuju untuk dilanjutkan pembahasan nya, karena kondisi Anggaran defisit bahkan bisa terbebani selama 30 tahun dengan Anggaran 15 persen,” jelas

Sementara itu, Fraksi partai Nasdem Amintas Tambunan menyampaikan kalau partai Nasdem sangat setuju dikarenakan ini hal yang sangat penting untuk kelangsungan lingkungan, kemudian perlindungan terhadap penduduk Kota Batam,oleh karena itu kami setuju bahwa Ranperda ini boleh dilanjutkan untuk pembahasan selanjutnya.

Dalam pandangan umum Fraksi partai PKS, menjelaskan, setelah mempelajari kajian kebutuhan Bea Gerbang atas jasa pengelolaan Sampah PKS sejalan apa yang disampaikan Walikota Batam dalam pengelolaan Sampah sudah menggunakan teknologi yang mampu meminimalkan resitu sampah, agar umur pemanfaatan lahan TPA (Telaga Punggur) lebih maksimal dari pada metode saat ini.

Pandangan umum Fraksi PAN dan Partai Gerakan Indonesia Raya sependapat untuk menolak dilanjutkan pembahasan Bea Gerbang atas jasa pengelolaan sampah, dikarenakan dapat mengganggu terhadap keuntungan Daerah Kota Batam.

Selain itu! pandangan umum Fraksi Hati Nurani Rakyat yang dibacakan oleh, Jeffry Simanjuntak mengemukakan setuju atas Ranperda Bea Gerbang atas pengolahan Sampah agar dapat dilanjutkan sebagaimana mekanisme tata tertib yang berlaku dan segera dilanjutkan ke pansus.

Menanggapi Pandangan umum Fraksi, Pimpinan Rapat Paripurna. Nuryanto SH, akhirnya memutuskan bahwa rencana Ranperda Bea Gerban atas jasa Pengolahan Sampah belum bisa dilanjutkan ketingkat pansus.(*)

Kiriman: Riko/Diki
Editor : Dedy Suwadha



DEWAN PERS WARTAKEPRI PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
PEMKO BATAM
DPRD BATAM
PEMKAB ANAMBAS
DPRD ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD
WIRARAJA
AWAL BROS