Polda Kepri Ungkap Prostitusi Online di Puri Selebrity, PSKnya Harus Lulus Oral Seks



Ikuti Berita Terbaru Kami

  • 0

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Drs. S. Erlangga didampingi Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Kepri Kompol Dhani Catra Nugraha mempublikasi kasus Prostitusi Online dan Tindak Pidana perdagangan Orang, Senin (11/2/2019).

Terungkapnya kasus ini bermula dari tersangka inisial AS Alias A membuat membuka iklan lowongan Pekerja Seks Komersial (PSK) dan membuka iklan Cewek Panggilan Batam melalui internet.

Tempat kejadian perkara di Puri Selebrity 3 – Kota Batam pada Sabtu, 09 Februari 2019 sekira pukul 17.00 WIB,

Adapun kronologis kejadian, pada hari sabtu tanggal 09 februari 2019 sekira pukul 17.30 wib, anggota Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri melakukan pengungkapan kasus terhadap dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan atau tindak pidana informasi transaksi elektronik.

Pengungkapan kasus ini setelah melakukan penyelidikan selama 3 (tiga) bulan sejak bulan Desember 2018. Kemudian melakukan penyamaran dengan memesan Pekerja Seks Komersial melalui website ‘Cewek Panggilan Batam’ dan berhasil menangkap tersangka AS alias A berserta mengamankan 1 (satu) orang korban yang dibawa oleh tersangka dari Jakarta menuju Kota Batam untuk dijadikan PSK.

Kemudian tersangka dan korban dibawa ke Polda Kepri untuk keterangan lebih lanjut. Dari hasil penyelidikan dan penyidikan diperolah keterangan bahwa adapun korban yang telah diperdagangkan oleh tersangka, mulai dari usia 19 tahun sampai 32 tahun.

1. Korban inisial RS Alias E, 19 tahun, daerah asal pangandaran (Jawa Barat).
2. Korban inisial NJ, 20 tahun, daerah asal Cirebon (Jawa Barat).
3. Korban inisial VR, 20 tahun, daerah asal Purwakarta (Jawa Barat).
4. Korban inisial M A F Alias C 32 tahun, daerah asal Medan, Sumatera Utara.
5. Korban inisial FH Alias I, 32 tahun, daerah asal Jakarta.
6. Korban inisial W A W, jawa tengah 23 tahun. Daerah asal Jateng.
7. Korban inisial L, 19 tahun, daerah asal Medan

Terhadap perbuatan pelaku dikenakan pasal 2 Undang-Undang RI Nomor 21 tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang dengan ancaman paling singkat 3 (tiga) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan atau pasal 45 ayat (1) Undang-Undang RI nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang RI nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik junto pasal 64 ayat (1) kuhp.

Adapun barang bukti, 2 (dua) lembar boarding pass kereta api dari cirebon ke Jakarta atas nama Agus Supriadi dan Nurjanah.

Satu) buah handphone merk asus zenfone seri 3 warna hitam dengan nomor 08126684XXXX dan 08133333XXXX. Satu) buah kartu atm BNI dengan nomor kartu 19453416004XXXX.

Uang tunai senilai Rp. 3.250.000,- (tiga juta dua ratus lima puluh ribu rupiah), Uang hasil rental mobil senilai Rp. 500.000,- (lima ratus ribu rupiah).

Satu buah flashdisk yang berisi video oral sex berdurasi 59 detik antara tersangka dan korban saat akan direkrut menjadi PSK.

Satu buah kartu memori micro sd merk v-gen dengan nomor 11855226. Dua lembar boarding pass batik air dari hlp menuju bth atas nama Pelaku dan korban NJ. Dua) butir pil norelut norethusterone (obat penunda haid/pencegah kehamilan.(*)

Sumber: Humas Polda Kepri
Editor: Dedy Suwadha

Ikuti Berita Terbaru Kami

  • 0

DEWAN PERS WARTAKEPRI PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
PEMKO BATAM
DPRD BATAM
PEMKAB ANAMBAS
DPRD ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD
WIRARAJA
AWAL BROS