Paska Dibuka Gubernur Kepri, Mubes Ikatan Mahasiswa Kabupaten Karimun Ricuh



PEMPROV KEPRI

Ikuti Berita Terbaru Kami

  • 0

WARTAKEPRI.co.id, TANJUNGPINANG – Musyawarah Besar Ikatan Mahasiswa Kabupaten Karimun (IMKK) yang dibuka secara resmi oleh Gubernur Kepri Nurdin Basirun, Minggu (10/2/2019) di Hotel Pelangi Km 5 Tanjungpinang berujung ricuh.

Informasi yang diterima WartaKepri sehari setelah kegiatan, menyebutkan kericuhan terjadi ketika sejumlah peserta keluar (Walk Out) dari arena Mubes, karena pimpinan sidang dinilai tidak netral.

Dari lima kecamatan yang hadir dan menjadi peserta Mubes, empat perwakilan saja keluar dan menyisakan perwakilan dari Kecamatan Kundur,

Usman Ali Ketua Himpunan kecamatan Buru pada hari Senin (11/02/2019), kegiatan Mubes ini untuk pergantian masa kepemimpinan terdahulu yang sebelumnya dipimpin oleh Khairil Anam masa periode 2017/2018.

” Keluar karena kenetralan tidak terjadi di didalam forum. Panitia berpihak sebelah, Keputusan mubes sampai saat ini masih belum sah. Karena 4 himpunan kecamatan yang berada di AD ART keluar, karena adanya ketidak netralan maka Mubes tersebut tidak tuntas dan belum mempunyai regenerasi. Ikatan mahasiswa Kabupaten Karimun dipilih bedasrkan musyawarah dan disepakati 1/2n+1 dari setiap himpunan,” ungkap Usman Ali Ketua Himpunan Kecamatan Buru.

Senada dengan Ketua Himpunan Kecamatan Buru, Herliansyah mengatakan bahwa dia dan anggota saya merasa mubes IMKK kali ini tidak ada keadilan sama sekali. Beberapa kali anggota saya ingin memberi opsi tetapi tidak dihiraukan pimpinan sidang (steering comite)

“Ditambah lagi 2 anggota saya terluka akibat perkelahian di dalam mubes tersebut, dan menyebabkan luka memar dikaki dan di dahi. Dari pada melanjutkan Mubes dan berdampak buruk pada anggota saya, saya lebih memilih anggota saya keluar dari ruangan dan menyuruh anggota saya pulang. Agar tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan,” ungkap Herliansyah Ketua Himpunan Mahasiswa Kecamatan Moro yang juga melakukan Woulk out bersama 4 dari 5 Kecamatan yang hadir.

Selain itu Elfan Nurfais Ketua Himpunan Mahasiswa Kecamatan Karimun (HMTBK) sendiri merasa dirugikan pada saat mubes IMKK. Kenapa kami juga memutuskan untuk keluar dari ruang atau forum mubes

” Kami sangat tidak setuju untuk pimpinan sidang. kami memandang atau menilai tidak ada adilnya di forum, percuma kami berargument tetapi tidak dianggap, cuma yang di pandang dari pimpinan sidang hanyalah dari kubu sebelah saja. Sementara pada saat itu mubes IMKK, jadi siapa pun berhak bersuara selama ia berasal dari Kabupaten Karimun ya. Sebab itu untuk menentukan ketua IMKK baru yang bakal meneruskan estafet kepemimpinan selanjutnya, Kami HMTBK merasa sangat kecewa di Mubes IMKK tahun ini,” tambah Elfan Nurfais Ketua Himpunan Mahasiswa Tanjungbalai Karimun

Selain itu Ahadi selaku Ketua Himpunan Kecamatan Durai menegaskan bahwa IMKK bukan hak satu kecamatan, tetapi IMKK hak semua kecamatan.

“Ada ketidak adilan ketika Mubes berlangsung dan apa bila sudah 4 kecamatan sudah menjadi satu suara. Saye rase itu suare yang mutlak jika di bandingkan satu suara. Dan di sini juga ada kecurangan permainan orang di dalamnya. Sehingga kami yang minoritas selalu di abaikan,” ungkap Ahadi Ketua Himpunan Mahasiswa Kecamatan Durai. (*)

Kiriman: Citizen Journalism
Editor : Dedy Suwadha

Ikuti Berita Terbaru Kami

  • 0

DEWAN PERS WARTAKEPRI PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
PEMKO BATAM
DPRD BATAM
PEMKAB ANAMBAS
DPRD ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD
WIRARAJA
AWAL BROS