Kata Jokowi di HPN 2019, Setiap Orang Bisa Jadi Wartawan dan Pemred Sekaligus Membuat HOAX



Ikuti Berita Terbaru Kami

  • 36

WARTAKEPRI.co.id, SURABAYA – Presiden Joko Widodo menyampaikan kegembiraannya atas kepercayaan masyarakat terhadap media konvensional, atau arus utama terverifikasi dibandingkan dengan media sosial.

“Terus terang saya sangat gembira dengan situasi seperti ini. Selamat kepada pers yang masih sangat dipercaya masyarakat,” ujarnya di sela sambutan Puncak Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2019 di Grand City Surabaya, seperti dikutip Antaranews, Sabtu (9/2/2019).

Menurut dia, tidak mudah membuat publik percaya di tengah persaingan media sosial yang marak, bahkan dengan suguhan-suguhan informasinya.

Baca Juga :  Memperingati Hari Pers Segenap Media Natuna Melaksanakan Gotong Royong dan Sosial

Berdasakan data yang disampaikannya, pada 2016 tingkat kepercayaan terhadap media konvensional 59 persen dan 45 persen ke media sosial, kemudian pada 2017 mencapai 58 persen terhadap media konvensional dan 42 persen ke media sosial.

Berikutnya, pada 2018 tingkat kepercayaan terhadap media konvensional mencapai 63 persen dan 40 persen untuk media sosial.

“Dari data itu, semakin ke sini semakin besar kepercayaan publik. Ini harus dipertahankan,” ucap Jokowi.

Baca Juga :  Pembentukan Club PS Gema Minag Batam, Seluruh Anggota Gema Minang Harus Dukung

Era media sosial, kata dia, membuat siapa pun dapat bekerja sebagai jurnalis, tetapi tidak sedikit yang menyalahgunakan media sosial untuk menebar ketakutan di ruang publik.

“Sekarang setiap orang bisa bisa menjadi wartawan dan pemred. Tetapi kadang digunakan untuk menciptakan kegaduhan, ada juga yang membangun ketakutan pesimisme,” katanya.

Presiden memisalkan, saat pemerintah menyampaikan satu informasi yang berisi kabar baik dan fakta, namun yang muncul di ruang publik disimpulkan sebagai satu pencitraan semata.

Baca Juga :  HPN Maluku: Presiden Jokowi Apresiasi Verifikasi Media oleh Dewan Pers ‎

“Ketika pemerintah menyampaikan ‘well infomation society’, jangan diartikan sebagai kampanye atau pencitraan, tetapi itu untuk membangun masyarakat yang sadar akan informasi,” katanya.

Jokowi berharap, di tengah kegaduhan dan masifnya peredaran berita bohong atau hoaks, media konvensional yang profesional dapat menjadi pengendali suasana, mencari kebenaran dan fakta.(*)

Editor : Dedy Suwadha

Ikuti Berita Terbaru Kami

  • 36

DEWAN PERS WARTAKEPRI
WIRARAJA
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB ANAMBAS
PEMKAB LINGGA
PEMKO BATAM PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
DPRD BATAM

Berita Terkait