Mestinya “Eksploitasi” Tambang Bauksit di Kepri Suatu Kebanggaan, Tapi Kenapa Tidak Pernah Dibanggakan?



Ikuti Berita Terbaru Kami

  • 36

WARTAKEPRI.co.id – Geliat sektor pertambangan di Provinsi Kepri senyap seakan tidak menasional. Senyap sejak tahun 2015 larangan ekspor bauksit di sejumlah kabupaten di Kepri seperti Bintan, Tanjungpinang dan Lingga, juga tidak terpublikasi berapa nilai ekspor dari hasil bumi di Kepri ini masuk kedalam kas negara.

Yang, tersisa hanya lubang bekas galian, atau perbukitan yang tinggal hanya tanah merah di tiga kabupaten tersebut, dan masih belum adanya penjelasan proses reboisasi yang harus dilakukan oleh perusahaan yang melakukan penambangan.

Lalu, informasi tentang akan dibuka lag izin kran eksport tambang oleh pemerintah tahun 2018, seperti tambang bauksit di Bintan dan daerah lain di Kepri, juga tidak terdengar seperti apa kebenarannya.

Tidak ada keterangan pers pemerintah daerah, apakah memang sudah ada perusahan yang mendapat izin, atau belum. Lalu bagaimana proses dan apa target pemerintah daerah.

Diam diam, ternyata produksi dan penambangan telah berjalan di tahun 2018. Perusahaan apa yang dapat izin, dan bagaimana nanti tanggung jawab paska tambang juga tidak pernah ada publikasi oleh pemerintah daerah kabupaten, maupun provinsi.

Lalu, sebuah tulisan pajang yang dipublish oleh Antara Kepri, Minggu (3/2/2019) cukup mengagetkan. Kaget, ternyata tulisan ini mengupas begitu dalam tentang praktek Pertambangan yang terjadi di Kepri sejak Maret 2018.

Baca Juga :  Perizinan Diatur Pemprov, PT. Lobindo Tidak Dapat Izin Tambang di Bintan

Dalam tulisan tersebut dijelaskan, pemerintah pusat melalui Ditjen Perdagangan Luar Negeri memberi izin PT Gunung Bintan Abadi (GBA) untuk mengekspor bahan tambang dengan kriteria tertentu.

“Keputusan Ditjen Perdagangan Luar Negeri itu setelah Gubernur Kepri Nurdin Basirun memberi IUP Operasi Produksi melalui Surat Keputusan Nomor 948/KPTS-18/V/2017 tertanggal 10 Mei 2017. Tidak tanggung-tanggung, sejak Maret 2018-Maret 2019 perusahaan itu mendapat kuota batu bauksit seberat 1,6 juta ton. Perusahaan itu pun membangun kerja sama dengan sejumlah perusahaan agar batu bauksit diekspor ke China”

Mestinya, adanya Izin IUP Tambang ini suatu keberhasilan bagi Pemerintah Provinsi berhasil menggerakan sektor tambang di Kepri. Tapi, lagi lagi tidak ada publikasi terkait izin IUP Tersebut.

Seakan mendapat publikasi gratis, adalah Masyarakat setempatlah yang mempublikasikan kalau mereka mendukung izin yang dilakukan oleh PT Gunung Bintan Abadi (GBA).

Dikuti dari tulisan WartaKepri pada 2 Juni 2018 lalu, masyarakat Kabupaten Bintan mendukung keberadaan PT. Gunung Bintan Abadi (GBA) untuk melakukan aktifitas tambang dan ekspor bauksit sebagaimana izin yang sudah dikantongi perusahaan tersebut. Pernyataan tersebut disampaikan oleh tokoh masyarakat Kijang, Asri Suherman kepada wartakepri.co.id.

Menurut Asri, saat ini masyarakat di Bintan sangat berharap izin yang kantongi oleh PT GBA dapat segera dieksekusi untuk melakukan usaha pertambangan dan ekspor bauksit. Sehingga masyarakat Bintan yang saat ini membutuhkan lapangan pekerjaan bisa terserap dan diberdayakan.

Baca Juga :  KPU Tetapkan Bintan 4 Dapil dengan 148 Ribu Penduduk Untuk 25 Kursi DPRD

Namun saat ini, Asri menilai ada pihak-pihak yang ingin ‘merecoki’ geliat industri bauksit yang sedang dimulai PT. GBA ini. Asri menyampaikan, bahwa kepentingan PT. GBA adalah kepentingan bersama masyarakat Bintan untuk mengangkat perekonomian masyarakat dari sektor industri pertambangan.

Data Sembilan Perusahaan

Berdasarkan data yang diterima Antara Kepri.com, ada sembilan perusahaan yang tidak bergerak di bidang pertambangan, namun mendapat ijin khusus untuk mengangkut dan menjual batu bauksit. Ijin itu diberikan PTSP Kepri melalui rekomendasi Dinas Pertambangan dan ESDM Kepri

Perusahaan tersebut yakni Buana Sinar Katulistiwa (BSK) beroperasi di Tembeling, Pulau Dendang, dan Kelong, sedangkan PT Sanghe, HKTR Himpunan Keluarga Tani, CV Kuantan, BumDes Maritim Jaya, PT Gemilang Mandiri Sukses di Gisi, Tan Maju Bersama dan Cahaya Tauhid.

Aktivitas penambangan bauksit terjadi di sejumlah pulau di Bintan, seperti di Pulau Dendang, Pulau Bunut, Pulau Koyang, Pulau Buton, Pulau Malin, Pulau Kelong dan Pulau Tembora. Di Kecamatan Teluk Bintan, juga terjadi penambangan bauksit di sejumlah kawasan.

Dari hasil penelusuran Antara.com di sejumlah kawasan penambangan bauksit, rata-rata kawasan yang dieksploitasi tersebut sudah pernah dieksploitasi beberapa tahun lalu.

Penelusuran Antara di Mantang Lama. Perjalanan dengan menggunakan perahu dari Sei Enam, Kijang menuju Mantang Lama menelan waktu sekitar 15 menit. Aktivitas penambangan bauksit dilakukan oleh perusahaan tertentu yang dikendalikan oleh sejumlah pemain lama.

Baca Juga :  Polisi Pastikan Pengeroyok Omen Suporter Persib Adalah Jakmania

Perjalanan kemudian dilakukan di sejumlah kawasan yang tidak jauh dari pulau itu. Pulau Koyang. Sama seperti di Mantang Lama, puluhan hektare lahan di kawasan itu sudah gundul dan gersang.

Sejumlah warga mengaku mendapat uang kompensasi dari pihak perusahaan sebesar Rp300.000-Rp400.000. Mereka tidak dapat menolaknya karena uang tersebut diduga didistribusikan melalui kepala desa.

Dari Pelabuhan Sei Enam tampak aktivitas penambangan bauksit di Pulau Mantang dan Koyang. Lahan yang dieksploitasi tampak gundul.

Melihat data diatas, sekali lagi ini semestinya adalah prestasi bagi daerah karena tentu akan dapat menambah pendapatan daerah, terutama bagi Pemerintah Provinsi, dan Kabupten terkait tempat lokasi tambang dilakukan tahun 2018.

Jika memang semua hasil tambang masuk pada kas daerah, tentu sebagai pemerintah mempublikasi berapa dana yang telah masuk, dan bagaimana nanti pihak perusahaan akan melakukan proses reboisasi atau rehabilitasinya. Ini penting, mengingat kontrak tambang bauksit sebelum tahun 2014 belum terlihat ada keberhasilan dari reboisasi di bekas tambang.(*)

Foto : Kunjungan KPK ke Smelter di Kabupaten Bintan tahun 2014 silam.
Opini : Dedy Suwadha
Sumber: antarakepri.com dan wartakepri.co.id

Ikuti Berita Terbaru Kami

  • 36

DEWAN PERS WARTAKEPRI
WIRARAJA
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB ANAMBAS
PEMKAB LINGGA
PEMKO BATAM PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
DPRD BATAM

Berita Terkait