Bupati Anambas akan Tutup Seluruh Tempat Hiburan Malam di Jemaja



WARTAKEPRI.co.id, ANAMBAS – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas akan menutup seluruh tempat hiburan malam (THM) yang ada di wilayah Kecamatan Jemaja.

Tindakan tersebut dilakukan berdasarkan adanya permintaan tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat yang resah terhadap aktivitas keberadaan tempat hiburan malam.

“Seluruh tempat hiburan malam akan segera ditutup sepanjang menunggu proses perizinannya dari pemerintah daerah,” kata Bupati Anambas, Abdul Haris dalam Rapat Koordinasi (Rakor) ketertiban masyarakat terkait tempat hiburan malam di aula kantor Kecamatan Jemaja, Rabu (9/1/2019).

Rakor itu juga menghasilkan keputusan pembentukan tim Kecamatan Jemaja oleh Bupati yang berguna untuk memantau tempat hiburan malam dan masuknya minuman beralkohol ke wilayah Jemaja.

Kemudian, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Anambas juga diinstruksikan untuk dapat menginventarisasi pendatang yang tidak jelas pekerjaannya di wilayah Kecamatan Jemaja.

“Saya harap TNI, Polri dan Satpol PP mendukung kegiatan tim Kecamatan Jemaja ini nantinya,” pinta Bupati.

Sebelum menghasilkan sebuah keputusan, tokoh agama Jemaja yang bernama A. Gafar meminta kepada pemerintah daerah, TNI dan Polri untuk menutup tempat hiburan malam.

Ia mengharapkan seluruh tempat hiburan malam di Jemaja ditutup selamanya, bukan hanya bersifat sementara.

“Karena tidak sesuai norma agama dan dapat menyebarkan penyakit kelamin di wilayah Jemaja,” ucapnya.

Hal senada juga disampaikan tokoh masyarakat Jemaja, H. Syamsul Bahri. Menurut dia keberadaan tempat hiburan malam telah meresahkan masyarakat.

“Berisik tengah malam, orang mabuk, penyewaan perempuan serta perjudian karena ini satu paket. Untuk itu wajib ditutup,” tegasnya.

Ketua MUI Jemaja, Amran pada kesempatan itu mendukung langkah penutupan tempat hiburan malam. Ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat termasuk pemerintah daerah serta TNI dan Polri sepakat untuk menutupnya.

Sebab kata dia, saat ini dampaknya telah meluas. Sehingga ada riak-riak menyatakan tidak setuju dengan membawa dalil-dalil yang mereka buat.

“Maka dari itu MUI Jemaja berharap Bupati dapat mengeluarkan sikap tegas menutup tempat hiburan malam ini,” ujarnya.

MUI juga meminta aparat dapat memonitor dan memperketat masuknya minuman beralkohol ke Jemaja. “Harus ada larangan tegas supaya masyarakat tidak mudah mendapatkan minuman beralkohol,” tandasnya.

>Rakor ini dihadiri oleh Bupati Anambas H. Abdul Haris, Asisten 1 Zukhrin, Kasatpol PP Anambas Zairin, Camat Jemaja Abdullah Sani, Danposal Jemaja Letda Arif Budiman, Kapolsek Jemaja AKP Feri Kuswanto, Babinsa Letung Serma Tando, Ketua MUI Jemaja Amran, LAM Anambas, MUI Anambas, KNPI Jemaja dan 50 orang perwakilan masyarakat Jemaja. (mad)



DEWAN PERS WARTAKEPRI PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
PEMKO BATAM
DPRD BATAM
PEMKAB ANAMBAS
DPRD ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD
WIRARAJA
AWAL BROS