Sat Nusa Menggelar Expose Insidentil di Kantor BEI



WARTAKEPRI.CO.ID, Batam – PT Sat Nusapersada TBK yang merupakan perusahaan elektronik yang juga produsen produk elektronik berteknologi tinggi menggelar Publik Expose Insidentil dikantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk memberikan informasi tambahan terkait rencana Perseroan di tahun 2019 serta memberikan klarifikasi terhadap berbagai pemberitaan yang beredar beberapa waktu lalu.

Direktur Utama PT Sat Nusapersada Tbk, Abidin mengatakan, pada tahun 2018 kinerja keuangan yang membaik maka pada tahun 2019 ini akan diadakan RUPS untuk memutuskan apakah akan dibagikan dividen tunai untuk para pemegang saham. Selain itu, Perseroan juga berencana untuk melepas 10% saham Treasury (sellback) di tahun 2019. 

” Sedangkan pada tahun 2018, Perseroan telah memulai pembangunan gedung Pabrik 12 dan Pabrik 12A yang akan mulai beroperasi paling lambat pada akhir bulan Januari 2019. Pabrik 12 yang terdiri dari 6 lantai akan digunakan untuk Project Pegatron sedangkan Pabrik 12A yang terdiri dari 5 lantai akan digunakan untuk divisi Surface Mount Technology (SMT) serta sebagian ruangan akan dijadikan warehouse kemudian lantai 4 dan 5 belum ditentukan penggunaannya untuk apa, kemungkinan akan digunakan untuk project baru ditahun 2019,” ujar Abidin di kantor BEI,Batam Center, Kamis (3/1/2019).

Abidin menegaskan, terkait isu yang beredar mengenai PT Sat Nusapersada TBK mendapatkan kontrak untuk memproduksi smartphone Iphone, itu tidak benar. Kerja sama dengan Pegatron Corporation bukan untuk memproduksi smartphone Iphone melainkan produk Smarthome. Perseroan juga tidak pernah memberikan pernyataan apapun perihal akan memproduksi Iphone.  “Sementara ini bukan
smartphone tapi smarthome,“ jelas Abidin. 

Ia juga, menghimbau kepada rekan rekan media untuk mengacu pada keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Perseroan kepada Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia.

Adapun produk Smarthome yang kita rakit seperti meliputi gateway, router, modem, smart speaker, Internet Protocol Camera (IP Cam), dan sebagainya.

Abidin menambahkan, Smarthome merupakan pasaran dari Amerika Serikat dan kita akan ekspor perdana tanggal 24 januari 2019. Sedangkan untuk kontrak kerja PT Satnusa dengan Pegatron akan berlangsung selama 3 tahun plus 1 tahun. Kemudian, kontrak akan diperbaharui secara berkelanjutan. Sementara jumlah karyawan yang akan direkrut untuk produk Smarthome sendiri sebanyak 2000 orang karyawan.

” Meski ekspor ditargetkan sudah dapat direalisasikan pada akhir bulan ini, tapi produksi penuh diperkirakan bisa terwujud pada pertengahan 2019. Pasalnya, Pegatron membutuhkan waktu untuk memindahkan, memasang, dan mengesahkan peralatan sebelum pabrik dapat beroperasi penuh,” tutup Abidin.



DEWAN PERS WARTAKEPRI PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
PEMKO BATAM
DPRD BATAM
PEMKAB ANAMBAS
DPRD ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD
WIRARAJA
AWAL BROS