Demi Mendapat Banyak Like di Media Sosial, Warga Malah Asik Berselfie di Bekas Lokasi Tsunami



Ikuti Berita Terbaru Kami

WARTAKEPRI.CO.ID, Tsunami yang terjadi di selat sunda beberapa hari yang lalu menjadi sorotan media asing. Bukan hanya karena dianggap bencana yang cukup langka, melainkan aksi beberapa warga yang berfoto atau melakukan selfie di tempat terjadinya bencana membuat perhatian publik.

Salah satu media asing, The Guardian, menyeroti aktifitas warga yang justru menjadikan kondisi pasca-tsunami untuk berswafoto atau selfie.

Warga yang berselfie di sekitar lokasi bencana tersebut, tertangkap kamera Jamie Fullerton, jurnalis The Guardian.

Jamie mengaku terkejut melihat hal tersebut saat meliput bencana tsunami di kawasan Banten.

Keterkejutannya tak lain karena banyak orang yang selfie di daerah bencana tersebut.

Yang lebih mengejutkan bagi Jamie yakni ketika tahu alasan mereka berselfie di lokasi bencana.

Baca Juga :  Jumlah Korban Akibat Gempa di Jepang Bertambah

Kepada Jamie, mereka mengaku berselfie untuk eksistensi serta mendapatkan banyak like di media-media sosial.

Jamie pun menulis berita terkait hal tersebut dan kemudian hal yang diberitakannya menjadi sorotan.

Pemberitaan tersebut menjadi sorotan karena warga yang berselfie dinilai kurang berempati terhadap korban bencana.

Dan hal sebut dianggap tak seharusnya dilakukan dalam kondisi seperti ini.

Berikut isi laporan berita Jamie di situd The Guardian yang berjudul “Demi mendapat lebih banyak likes”: pencari selfie tsunami Indonesia.

Orang-orang tersebut berfoto di depan tanah yang dibanjiri air dengan sejumlah kendaraan dan sampah yang terbawa gelombang tsunami.

Dalam sebuah foto, ada empat perempuan berhijab yang tersenyum ke arah kamera smartphone. Salah satunya bahkan mengacungkan jari, membentuk huruf V.

Baca Juga :  Apakah Anda Anggota dari 144 Aliran Agama Menyimpang versi MUI

Dan yang paling wah adalah, latar belakang selfie mereka merupakan hamparan ladang pembantaian yang dilakukan gelombang tsunami,” tulis Jamie dalam artikel berjudul ‘Destruction gets more likes’: Indonesia’s tsunami selfie-seekers, dalam laman daring The Guardians, Rabu (26/12/2018).

Satu di antara empat wanita tersebut mengatakan, ia telah menempuh perjalanan dua jam ke lokasi dari Kota Cilegon.

Dia dan teman-temannya memberikan sumbangan pakaian untuk orang-orang yang kehilangan tempat tinggal akibat tsunami.

“Foto ini diunggah ke Facebook sebagai bukti bahwa kami benar ke sini dan memberikan bantuan,” ujar salah satu wanita yang berselfie.

Sementara itu, salah seorang warga lain yakni gadis asal Jawa Tengah menuturkan bahwa ia tidak kecewa dengan keputusannya untuk meninggalkan Jakarta tempat dia berlibur dan melakukan perjalanan tiga jam dengan mobil ke Banten.

Baca Juga :  Hadiri Pemakaman Cucu, Menko Polhukam Wiranto Ungkap Rasa Sangat Sedih

“Saya ingin melihat kehancuran dan orang-orang yang terkena dampak,” katanya.

Ketika ditanya berapa banyak foto selfie yang dia ambil di daerah itu, dia lantas tertawa. “Banyak! Untuk media sosial, grup WhatsApp.”

Foto-foto pemeberitaan Jamie pun menjadi sorotan karena dari berbagai gambar yang dijepret, tak terlihat bahwa orang-orang ber-selfie sambil menunjukkan kesedihan mereka.

Bahrudin, salah satu warga yang terdampak tsunami mengaku kecewa dengan para pecinta selfie yang jauh-jauh datang ke desanya.

Pria yang menjabat sebagai ketua petani setempat itu mengaku kecewa saat ditanya bagaimana perasaannya melihat lokasi bencana jadi populer di media sosial.

Dilansir melalui : Tribunnews.com

Ikuti Berita Terbaru Kami


DEWAN PERS WARTAKEPRI PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
PEMKO BATAM
DPRD BATAM
PEMKAB ANAMBAS
DPRD ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
WIRARAJA
AWAL BROS