Waspada! Derma Skin Care Ternyata Kosmetik Ilegal Hasil Oplosan



WARTAKEPRI.CO.ID – Mungkin produk kosmetik Derma Skin Care sudah tidak asing lagi ditelinga para wanita. Pasalnya produk ini juga lumayan terkenal karena diendors oleh beberapa artis.

Sayangnya, produk ini ternyata dinyatakan sebagai produk ilegal. Berdasarkan temuan polisi, Kosmetik Kecantikan Derma Skin Care Beuaty ini ternyata hasil oplosan sejumlah merek dan belum meiliki izin alias ilegal.

Polisi berhasil membongkar pabrik pengoplos kosmetik, Derma Skin Care di Kediri, Jawa Timur.

Setelah ditelusuri, pabrik kosmetik merek Derma Skin Care tersebut tidak mengantongi izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Selain itu, pemilik pabrik kosmetik oplosan tersebut pernah “endorse” para artis ternama dari Jakarta.

Baca Juga :  HUT TNI AL ke 72, Sebanyak 255 Personil Ikuti Donor Darah di Makolanal Batam

Polisi telah menetapkan KIL, salah satu pemilik pabrik, menjadi tersangka. Produk kosmetik oplosan milik KIL diberi merek ‘Derma Skin Care Beauty.

Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Timur, berhasil membongkar praktik produksi kosmetik dan obat ilegal di Kediri, Jawa Timur.

Dalam penggerebekan tersebut, polisi mengamankan salah satu pemilik pabrik berinisial KIL.

KIL mengaku, mengoplos bahan kosmetik merek terkenal dan mengemasnya lagi menjadi produk kosmetik dengan merek yang dibuatnya sendiri. Bahan-bahan tersebut berasal dari produk kosmetik merek terkenal seperti, Marcks Beauty Powder, Mustika Ratu, Viva Lotion, Sabun Papaya, Vasseline, Sriti, dan sebaginya.

Baca Juga :  Teknologi Baru Tawarkan Program Bayi Tabung Cuma Rp 13 juta

“Produk kosmetik ini tidak memiliki izin edar dari BPOM,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Timur, Kombes Akhmad Yusep Gunawan, Selasa (4/12/2018).

Selain produk kecantikan seperi krim, cairan pembersih wajah, bedak, serum, dan masker, pelaku juga memproduksi obat-obatan untuk kecantikan.

Pemasaran produk tersebut telah sampai ke Surabaya, Bandung, Medan, Jakarta, dan Makassar,” kata Kombes Akhmad Yusep.

Sementara itu, polisi terus mendalami kasus tersebut, termasuk informasi ada sejumlah artis ibukota yang pernah disewa untuk mempromosikan produk milk KIL tersebut. Para artis tersebut mempromosikan produk kosmetik ilegal tersebut melalui media sosial Instagram.

Baca Juga :  Kegiatan Donor Darah ATB Merupakan Program Rutin Tiga Bulan Sekali

Keenam artis itu adalah VV, NR, MP, NK, DJB, dan DK.

Namun, polisi masih mendalami apakah keenam artis tersebut mengetahui atau tidak jika produk yang dipromosikannya ilegal dan tidak memiliki izin edar.

“Jika diperlukan, kami akan panggil keenam artis itu untuk dimintai keterangan sebagai saksi,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Timur, Kombes Akhmad Yusep Gunawan, Selasa (4/12/2018).

 

Dilansir melalui : Tribunnews.com


DEWAN PERS WARTAKEPRI
WIRARAJA
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB ANAMBAS
PEMKAB LINGGA
PEMKO BATAM PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
DPRD BATAM
DPRD LINGGA