Fakta Terbaru Mengenai Pambunuhan Pekerja PT Istaka Karya di Papua



WARTAKEPRI.CO.ID – Kasus pembantaian para pekerja PT Istaka Karya yang tengah menyelesaikan proyek Trans Papua menjadi sorotan publik.

Proses evakuasi mayat yang diduga adalah korban penembakanpun tidaklah mudah. Ada 28 orang yang diketahui merupakan anggota PT Istaka Karya. Tujuh orang sudah diketahui mengenai kabarnya, sementara 21 orang lainnya masih belum bisa dipastikan kondisinya.

Sementara 16 orang yang diduga kuat adalah karyawan PT Istaka Karya telah ditemukan aparat penegak hukum dalam keadaan meninggal dunia.

Diduga, mereka adalah korban pembantaian oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Puncak Kabo, Kabupaten Nduga, Minggu (2/12/2018) lalu.

Sebanyak sembilan warga, termasuk empat karyawan PT Istaka Karya, telah dievakuasi ke Timika, Papua, menggunakan helikopter miliki TNI AD, Kamis (6/12/2018).

Baca Juga :  Presiden Jokowi : HIPMI Goes to School Dapat Mempengaruhi Anak Muda di Bidang Kewirausahaan

Salah satu di antaranya merupakan seorang anak kecil yang merupakan anak dari seorang mantri Puskesmas Distrik Yigi, yang berhasil selamat dari aksi pembantaian KKB.

Setibanya di Bandara Mozes Kilangin, delapan warga kemudian dibawa ke Posko TNI Polri di hanggar bandara. Sembilan warga yang telah berhasil dievakuasi di antaranya empat warga asli Papua dan lima orang non-Papua.

Sebelumnya, proses evakuasi 16 jenazah pegawai PT Istaka Karya di Puncak Kabo ke Timika, Kamis (6/12/2018) diwarnai penghadangan oleh pemberontak bersenjata.

Sayangnya, cuaca yang buruk mengambat proses evakuasi tujuh jenazah pekerja PT Istaka Karya pada Kamis (6/12/2018) siang. Setidaknya ada sembilan jenazah yang berhasil dievakuasi ke Timika bersama beberapa masyarakat sipil yang ada di Mbua.

Baca Juga :  Muhammadiyah Puasa 6 Juni, Pemerintah Putusakan Sidang Setelah Magrib

Sedangkan tujuh jenazah masih tertahan di Mbua, lantaran helikopter tak mampu masuk ke wilayah tersebut akibat cuaca yang buruk.

Dari 16 jenazah yang ditemukan di Puncak Kabo, tujuh diantaranya telah berhasil dikenali, Kamis (6/12/2018) malam. Sebanyak sembilan jenazah berhasil dievakuasi ke Timika, untuk dilakukan outopsi terhadap identitas para korban.

Dari sembilan jenazah tersebut, sebanyak tujuh jenazah berhasil dikenali identitasnya oleh tim forensik dari kepolisian dan PK Uncen yang melaksanakan autopsi di RS Charita Timika.

Berikut nama 7 korban meninggal dunia yang teridentifikasi :

1. Agustinus ( Karyawan PT Istaka Karya)

2. K Jepry Simaremare (Karyawan PT Istaka Karya)

3. Carly Fatrini (Karyawan PT Istaka Karya)

4. Alpianus M (Karyawan PT Istaka Karya)

Baca Juga :  Kolonel Inf Fachri Himbau Agar Bisa Menjaga Kekompakan

5. Muhamad Agus (Karyawan PT Istaka Karya)

6. Fais Syaputra (Karyawan PT Istaka Karya)

7. Yosafat (Karyawan PT Istaka Karya)

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cendrawasih Kolonel Inf. Muhama Aidi menjelaskan, dengan datangnya tujuh jenazah tersebut maka sudah ada 16 jenazah berhasil di evakuasi ke Timika. Selanjutnya seluruh jenazah akan diidentifikasi.

Sampai Jumat (7/12/2018), baru 16 jenazah ditemukan.

Sebanyak 19 orang dipastikan meninggal dunia dan dua lainnya masih hilang.

“Jadi sudah ada 19 orang kita pastikan meninggal. Lalu masih ada dua orang masih kita cari. Sedangkan korban selamat ada tujuh orang,” ungkapnya melalui telepon seluler ke Kompas.com.

 

 

Dilansir melalui : solo.tribunnews.com

 

 

 


DEWAN PERS WARTAKEPRI
WIRARAJA
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB ANAMBAS
PEMKAB LINGGA
PEMKO BATAM PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
DPRD BATAM
DPRD LINGGA