Polda Kepri Gagalkan Penyelundupan 29 Orang ke Malaysia, Dimana 21 Warga dari Nusa Tenggara



WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Tim Direktorat Reserse Umum Polda Kepri berhasil menggagalkan upaya perdagangan manusia ke luar negeri Malaysia. Total korban yang akan dijual keluar negeri sebanyak 29 orang.

Keberhasilan ini dipublikasi Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Erlangga, Kamis 6 Desember 2018, sekira pukul 10.30 wib bertempat di Pendopo Polda Kepri. Selain dewasa, ada satu anak dibawah umur.

Kronologisnya, pada hari Senin tanggal 04 Desember 2018 sekira pukul 18.00 wib anggota Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri melakukan penyelidikan terhadap informasi tentang adanya pemberangkatan calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) Ilegal yang akan dilakukan di sekitar Pantai Batu Besar, Nongsa, Kota Batam.

Baca Juga :  Polda Kepri: Warga NTB Atas Nama Kasi DPO Kapal TKI Tenggelam di Mersing Malaysia

Selanjutnya anggota Subdit IV yang dipimpin oleh Kasubdit IV sekitar pukul 20.00 wib menemukan adanya 2 (dua) unit kendaraan roda 4 (empat) yang bermuatan calon PMI Ilegal yang akan diberangkatkan untuk bekerja di negara Malaysia melalui jalur laut tepatnya di pantai Batu Besar, Nongsa, Kota Batam sebanyak 29 (dua puluh sembilan) orang serta berhasil mengamankan 4 (empat) orang pelaku yang diduga sebagai pengurus calon PMI Ilegal.

Pelaku berjumlah 4 (empat) orang dengan inisial Z bin r alias l (merupakan sebagai penanggung jawab). Rm alias i ( merupakan pemilik kapal untuk mengangkut pmi ilegal). M bin d (merupak penampung dan pengantar pmi ilegal) dan J ( orang yang mengarahkan pmi ilegal saat menaiki kapal).

Baca Juga :  Kapolda Kepri: Hindari PerbuatanĀ Tercela yang Rugikan Institusi dan Pribadi

Saksi-saksi atau korban berjumlah 29 orang, berasal dari Daerah Flores 15 orang, Daerah Lombok 6 orang, Daerah Sumba 1 orang, Daerah Makasar 4 orang, Daerah Aceh 1 orang, Daerah Bengkulu 1 orang dan Daerah Medan 1 orang.

Barang bukti 1 (satu) buku kwitansi warna cokelat tentang pembelian minyak kapal. Uang tunai senilai Rp 10.200.000 (Sepuluh Juta Dua Ratus Ribu Rupiah). 4 (empat) Unit Handphone. 1 (satu) unit Mobil Toyoya Avanza warna putih BP 18XX FO. 1 (satu) unit Mobil Mitsubishi Pajero warna hitam silver BP 19XX ZN. 5 (lima) buku Paspor yang sudah tidak berlaku. 1 (satu) unit kapal pancung warna biru merah dengan 2 (dua) mesin gantung merek yamaha 200 pk dan 115 pk beserta kunci

Baca Juga :  Terdakwa Amat Muhajir, Serahkan Bukti SMS Darwin Pada Hakim Agus Rusianto

Terhadap perbuatan pelaku dikenakan pasal 2, pasal 4, pasal 6 dan pasal 10 Undang-Undang Republik Indonesia nomor 21 tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang dan pasal 81 jo pasal 83 Undang-Undang Republik Indonesia nomor 18 tahun 2017 tentang perlindungan Pekerja Migran Indonesia dengan ancaman hukuman paling lama 15 (lima belas) tahun penjara.(*)

Sumber : Humas Polda Kepri
Editor : Dedy Suwadha


DEWAN PERS WARTAKEPRI
WIRARAJA
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB ANAMBAS
PEMKAB LINGGA
PEMKO BATAM PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
DPRD BATAM
DPRD LINGGA



Berita Terkait