Hati-hati Warga Natuna! Jalan Berlubang Ada di Berbagai Titik Rawan



WARTAKEPRI.co.id, NATUNA– Ruas jalan lintas Batubi Kecamatan Bunguran Tengah dan jalur sungai hulu menuju Cemaga kecamatan Bunguran Selatan, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepri, kondisinya sangat memperihatikan banyak lubang ruas jalan tak sedikit bertebaran krikil krikil kecil.

Hal itu membuat pengendara yang melintas harus ekstra hati-hati karena sangat rawan mengalami kecelakaan.

Dari hasil pantauan Natuna Terkini di lokasi, terlihat badan jalan rusak parah dan berlubang hingga 2-3 cm.

Kerusakan badan jalan ini pun ada sekitar setengah meter lebarnya dan berdekatan.

Menurut warga sekitar, tidak sedikit pengendara melintas hampir terjatuh, bahkan berapa tahun lalu ada seorang perawat meningal dunia karena menghindari lobang cukup dalam dijalur yang menghubungkan Desa Air Lengit dengan Desa Gunung Putri.

Baca Juga :  Hore..! Tarian Melayu Dan Goyang Maumere Meriah HUT KE-60 PIA Addya Garini

“Kalau jalan yang rusak dan berlubang itu, sebenarnya sudah pernah diperbaiki namun hanya tambal sulam saja. Nah di tengah dilewati kendaraan lagi, khususnya kendaraan roda empat yang mengangkut beban berat, jalan itu kembali rusak lagi,” kata Hardi salah satu warga berjalan kaki di sekitar Bendungan Tapau, Kamis (05/12/2018).

Menurut Hardi, lubang yang ada di beberapa ruas jalan itu belum parah. Namun, karena tidak segera mendapat penanganan, akhirnya kerusakan jalan itu semakin parah dan mengancam pengguna jalan yang melintas.

Masih kata Hardi, sudah banyak pihak yang turun kelokasi, termasuk diantaranya pemerintah Kabupaten, provinsi bahkan sampai dengan DPR RI. “Namun kunjungan mereka belum berdampak pada perbaikan jalan ini. Buktinya sudah dipenghujung tahun juga tak kunjung diperbaiki,” tandasnya.

Baca Juga :  Akhirnya Bupati Natuna Surati Presiden Jokowi Karena Harga Tiket Pesawat
Tokoh Masyarakat Kecamatan Bunguran Selatan Kab Natuna

Sama halnya dengan Gunawan, pria parubaya tokoh masyarakat Kecamatan Bunguran Batubi ini justru berbeda pendapat. Menurutnya pembangunan jalan aspal di Kabupaten Natuna mempunyai spesifikasi pekerjaan yang berbeda.

“Artinya begini, pekerjaan yang dilakukan oleh perusahaan lokal dengan perusahaan luar Natuna itu juah berbeda. Saya pun tidak paham kenapa seperti itu. Namun faktanya, jalan yang dikerjakan oleh kontraktor lokal ya begini ini, cepat rusak,” sebutnya.

Kenapa kalau kerjakan oleh provinsi justru Berbeda secara kwalitas dengan kontraktor  Natuna yang mengerjakan pembangunan jalan aspal Kelarik dan Teluk Buton. “Kita puas dengan hasilnya,” tutur Gunawan sambil berlalu.

Baca Juga :  Polres Natuna Tangkap Pemain Baru Narkoba BB Sebanyak 7 Gram

Salah satu pengguna Roda Empat, Aripin menyebutkan titik rawan kecelakaan lalu lintas umumnya karenakan jalan berlubang seperti terlihat di Bunguran Selatan.

“Kalau dilihat dari arah Sungai Ulu ke desa Batu Gajah jalan ini sudah hancur tak berbentuk. Tapi pas di Cemaga Utara jalan kendaraan berlubang ,” ujar  Aripin tokoh masyarakat Cemaga.

Menurut Aripin jalan berlubang ini sudah beberapa kali diperbaiki, baik itu warga sendiri yang memperbaiki maupun pemerintah melalui Dinas PUPR namun tidak berlangsung lama ketahanan jalan tersebut.

” Sudah sering jalannya dicor, tapi kalau hujan langsung rusak, karena air tergenang terus makanya cepat rusak, “pungkas Aripin.(*)


DEWAN PERS WARTAKEPRI
WIRARAJA
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB ANAMBAS
PEMKAB LINGGA
PEMKO BATAM PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
DPRD BATAM
DPRD LINGGA