5 Produk Apple yang Gagal di Pasaran



WARTAKEPRI.CO.ID – Siapa yang tak mengenal produk Apple. Setelah sukses dengan beberapa seri Iphone, Apple kembali merilis produk Iphone Xr, Xs dan Xs Max beberapa waktu lalu.

Namun, belum banyak yang tahu bahwa perusahaan Apple dulunya tidak sesukses seperti sekarang ini. Beberapa hal seperti strategi yang salah dan banderol harga yang tak masuk akal, membuat Apple yang dulu tak tampak seperti saat ini.

Berikut deretan gadget Apple yang paling gagal di pasaran, seperti yang dilansir dari Listverse.

Jika berbicara soal PC atau komputer desktop, salah satu pionir kesuksesannya adalah salah satu produk Apple yakni Apple II di tahun 70an. Meski demikian, kesuksesan ini ingin dipertahankan karena tingginya persaingan Apple dengan IBM ketika itu.

 

  1. Apple III

Dengan ini, lahirlah suksesornya bernama Apple III. Dengan berbagai aspek yang masih dipertahankan dari Apple II, Apple III menambahkan beberapa inovasi fitur seperti desain tanpa kipas yang membuat komputer ini lebih tidak berbunyi, serta opsi memori 512KB yang sudah sangat banyak di masa itu.

Ketika barang sampai di tangan konsumen, ternyata keluhan muali berdatangan. Terutama soal overheat tanpa adanya kipas. Overheat ini membuat dalam beberapa waktu saja, komputer tak bisa berfungsi.

Baca Juga :  Dari Kunjungan AKER Norwegia, Ternyata di Laut Barat Sumatera Ada Sumber Minyak dan Gas

Terlebih lagi, harga Apple III dibanderol sebesar 3.495 USD hingga 4.995 USD, yang merupakan harga yang tidak masuk akal untuk ukuran tahun 1980, atau bahkan 2018.

 

2. Newton

Newton adalah sebuah proyek dari CEO Apple yang juga mantan bos minuman ringan Pepsi, John Sculley. Newton adalah Personal Digital Assistants atau kita kenal dengan istilah PDA. Ini adalah gadget revolusioner di zamannya, namun memiliki cacat yang sulit diperbaiki.

Newton memperkenalkan fitur mengubah tulisan jadi ketikan, di mana coretan kita yang kita gores di PDA menjadi teks komputer. Permasalahannya, hal ini sama sekali tidak sempurna, dan salah melulu. Hal ini bahkan sampai jadi bulan-bulanan di acara komedi sketsa di AS, di kartun The Simpsons, dan juga di berbagai komik strip yang muncul di koran-koran AS.

 

3. PowerMac G4 Cube

Di tahun 2000, Apple merilis sebuah komputer desktop bernama PowerMac G4 Cube. Komputer ini berbentuk kubus dan bisa jadi merupakan komputer dengan bentuk paling menarik pada masanya. Bahkan, komputer ini sekarang dipajang di Museum of Modern Art di New York.

Baca Juga :  China Protes Perubahan Di Peta Laut China Selatan Menjadi Laut Natuna Utara

Namun yang membuat komputer ini masuk dalam jajaran produk gagal Apple adalah penjualannya yang rendah. Komputer ini dulu dijual dengan harga 1.800 USD, sementara terdapat komputer dengan spesifikasi sama yakni PowerMac G4 yang harganya 200 USD lebih murah. Pada dasarnya, Apple hanya menjual bentuk kubus yang unik dari Cube.

Akhirnya, di penjualannya yang tepat satu tahun, penjualan PowerMac G4 Cube dicabut.

 

4. Lisa

Komputer di zaman sekarang menggunakan basis GUI atau Graphical User Interface. Hal ini berarti komputer kita berjalan dan kita operasikan dengan mengklik deretan ikon yang merepresentasikan folder, file, jalannya software dan direktori tertentu.

Namun sebelum komputer berbasis GUI, semua masih berbasis teks. Jika menggunakan komputer semacam ini, Anda harus mengetik command untuk menjalankan program.

Apple adalah mengubah industri komputer dari command menjadi GUI dengan lahirnya MAC di tahun 1984. Namun hal ini harus dibayar dengan kegagalan terlebih dulu. Pasalnya, setahun sebelumnya, Apple merilis LISA. Sebuah komputer yang sebenarnya adalah cikal bakal Mac.

Baca Juga :  Inilah Harapan Pihak Facebook Dengan Adanya Fitur Stories di Aplikasinya

Harganya yang mahal (hampir 10.000 USD di tahun tersebut) dan performanya yang lambat membuat konsumen rela menunggu inovasi yang lebih mentereng. Dan benar, hanya dalam waktu setahun saja, Mac dirilis. Harganya pun lebih murah dan performanya lebih cepat.

 

5. Pippin

Pippin adalah usaha Apple untuk masuk ke pasar konsol game, bersaing dengan Sony dan Microsoft. Permasalahannya, Pippin bukanlah benar-benar konsol game, karena ini hanyalah Macintosh Classic II yang dimodifikasi sehingga berfungsi seperti konsol game. Dan tak llupa, diberi joystick atau game kontroler.

Tujuan Apple sebenarnya tak jelas dan tak ada yang mengetahui. Disebut Apple ingin para developer berbondong-bondong untuk menciptakan game yang cocok dengan Mac, namun hal ini juga tidak pasti.

Konsol Game ini hanya dijual di Jepang, dan dalam waktu singkat dijual di AS. Namun tak sampai satu tahun saja, Pippin dicabut dari peredaran.

 

Artikel ini telah tayang di Merdeka.com dengan judul 5 Gadget Apple yang Paling Gagal di Pasaran.


DEWAN PERS WARTAKEPRI
WIRARAJA
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB ANAMBAS
PEMKAB LINGGA
PEMKO BATAM PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
DPRD BATAM
DPRD LINGGA