Rencana Astaka MTQ Akan Dijadikan Museum



WARTAKEPRI.CO.ID – Pemerintah Kota Batam berencana untuk menjadikan eks Astaka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Nasional di Batam sebagai museum. Namun, untuk hal ini pemerintah masih menunggu waktu.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata mengatakan, saat ini mereka sedang mematangkan konsep, apa saja yang akan dihadirkan di eks astaka tersebut.

“Pemerintah Kota Batam memang akan menjadikan bangunan itu museum nantinya. Tapi untuk membuat museum, kita sangat berhati-hati,” kata Ardi, sapaannya, Selasa (4/12/2018).

Baca Juga :  Jelang Puasa, Restoran Seafood Jawa Melayu Tanjung Piayu Laris Manis

Menurutnya, keberadaan museum tersebut akan dijadikan sarana edukasi bagi masyarakat. Karena itu, mereka tak mau asal jadi saja.

“Rencananya ada tempat untuk gallery di sana. Temanya apa, masih kita cari. Bisa jadi terkait sejarah Batam dulu hingga saat ini,” ujarnya.

Saat ini, mereka masih dalam tahap pengumpulan dokumentasi maupun barang-barang bersejarah terkait Batam. Kebanyakan dokumentasi maupun barang-barang itu, masih dimiliki pihak keluarga.

“Yang kita siapkan lebih ke gallery dan materi di dalamnya. Kita coba segerakan jadi museum, tapi memang ini juga butuh anggaran dan perlu keahlian,” kata Ardi.

Baca Juga :  Video Gunung Agung Bali Meletus Direkam Pilot Pesawat hingga Kenekatan Pengendara Mobil

Soal anggaran, selain mengandalkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Batam, Disbudpar juga akan melobi Kementerian Kebudayaan dan Pendidikan untuk mendapat bantuan dana.

Sementara itu, saat ini bagian dalam bangunan eks astaka MTQ tingkat nasional tersebut, belum banyak difungsikan usai penyelenggaraan event akbar 2014 lalu.

Beberapa event seperti Seleksi Tilawah Quran (STQ) memang sempat digelar di sana. Namun tak banyak. Sedangkan bagian luar astaka, kerap dijadikan tempat latihan komunitas atau pelajar.

Baca Juga :  Nongsa Point Marina  Tawarkan  Menu Seafood Steamboat untuk Berdua

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad berharap, museum ini nantinya bisa menjadi destinasi baru. Tidak hanya bagi masyarakat Batam tetapi masyarakat luar. Keberadaan museum ini diharapkan bisa memberi ruang singgah informasi sejarah.

“Kalau sudah jalan, nanti kita akan buat Unit Pelaksana Teknis yang khusus mengelola museum ini,” kata Amsakar beberapa waktu lalu.

 

Dilansir melalui : Tribunnews.com


DEWAN PERS WARTAKEPRI
WIRARAJA
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB ANAMBAS
PEMKAB LINGGA
PEMKO BATAM PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
DPRD BATAM
DPRD LINGGA