Kepri Menekankan Inflasi di Triwulan III 2018



Ikuti Berita Terbaru Kami

  • 40

WARTAKEPRI.CO.ID :  Tekanan inflasi di Kepulauan Riau mengalami pelemahan pada triwulan III 2018. Yakni 3,18 persen (year on year/yoy), Iebih rendah dibanding triwulan sebelumnya dengan inflasi sebesar 4,06 persen (yoy).

Kelompok bahan makanan mengalami inflasi sebesar 5,02 persen (yoy) dengan andil sebesar 1,09 persen (yoy). Inflasi ini Iebih rendah dibandingkan triwulan II 2018 yang tercatat sebesar 8,14 persen (yoy). Komoditas utama penyumbang inflasi kelompok ini adalah beras dan daging ayam.

“Oktober, Kepri mencatatkan inflasi 2,7 persen (yoy) dengan komoditas utama penyumbang inflasi adalah cabai merah dan rokok kretek. Sementara inflasi nasional tercatat 3,16 persen (yoy). lnflasi Kepri tahun kalender (Januari-Oktober) tercatat sebesar 1,85 persen (year to date/ytd),” ungkap Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kepri, Gusti Raizal Eka Putra dalam Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Triwulan III di Grand I Hotel, Jumat (23/11).

Baca Juga :  Harga Gas Naik 40 Persen, Gubernur Kepri Kaget dan Ini Respon PLN serta Kadin Kepri

BI berharap inflasi di dua bulan terakhir bisa dijaga. Sehingga target inflasi tahunan 3,5 plus minus 1 persen dapat tercapai.

“Insya Allah tetap yakin bisa kita jaga. Meski agak sedikit kerja keras. Perlu langkah khusus untuk menjaga tekanan inflasi di akhir tahun yang biasanya tinggi ini,” kata Gusti.

Upaya yang dilakukan untuk menekan inflasi antara lain dengan meluncurkan mobil Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Mobil TPID ini berkeliling di Kota Batam menjual produk pangan hasil petani lokal binaan BI dan pemerintah daerah. Cara ini, menurut Gusti cukup efektif tekan inflasi seperti yang sudah dilakukan di Kota Tanjungpinang.

Baca Juga :  2019 BI akan Longgarkan Makroprudensial Genjot Pariwisata

“Beberapa waktu lalu harga cabai di Pinang sempat Rp 55.000 per kilogram. BUMD (badan usaha milik daerah) beli cabai dari petani dan jual dengan harga Rp 40.000. Pedagang jadi turunkan harga juga, karena mereka pasti khawatir dagangan tak laku dan cabai membusuk. Jadi cukup efektif intervensi harga. Batam mungkin tidak banyak, terbatas, tapi kalau tiap hari, pasar juga juga pasti gerah,” sebutnya.

Baca Juga :  Segera Hadir Kawasan Industri Baru di Sebayur Singkep Barat Lingga, Ini Keunggulannya

Dilansir melalui : Media Centre Batam

Ikuti Berita Terbaru Kami

  • 40

DEWAN PERS WARTAKEPRI
WIRARAJA
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB ANAMBAS
PEMKAB LINGGA
PEMKO BATAM PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
DPRD BATAM
DPRD LINGGA



Berita Terkait