Anggota DPR Usul DAK Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Secara Nasional



WARTAKEPRI.co.id – Dana Alokasi Khusus (DAK) terkait pengelolaan sampah plastik yang berpotensi dijadikan pembangkit tenaga listrik perlu didukung pelaksanaannya, demi mengentaskan permasalahan sampah di Indonesia.

“Saya usul ada DAK untuk membantu terealisasinya pembangkit listrik tenaga sampah,” kata Anggota Komisi VII RI Kurtubi di Gedung DPR RI, Jumat (23/11).

Adanya usulan ini, kata dia, menjadikan alternatif dalam mengurangi permasalahan sampah didalam negeri.

Melalui teknologi itu, sampah dapat berkurang secara drastis dan pemenuhan tenaga akan listrik dapat dikurangi.

“Kami dukung DAK pembangkit listrik tenaga sampah,” imbuhnya.

Kondisi saat ini, banyak tempat pembuangan akhir (TPA) yang terdapat tumpukan sampah yang menggunung dari berbagai jenis sampah.

Kemudian, kesadaran masyarakat dalam membuang sampah dan pengelolaannya masih belum dilakukan dengan baik.

Hal itu menyebabkan, banyak sampah yang dibuang secara sembarangan yang mengakibatkan pencemaran.

Baca Juga :  Group Kompang Karimun Juara Umum di Festival Kepri Berkompang 2017

Menurut dia, sampah saat ini sudah banyak yang mencemari lingkungan dari mulai tanah, laut, hingga sungai.

Akibatnya, mengancam kehidupan ekosistem mahkluk hidup atau hewan yang berada dilingkungan yang tercemar oleh limbah sampah.

“Sebenarnya didaerah lain banyak lingkungan yang tercemar limbah dari sampah, oleh karena itu perlu penanganan secara nasional,” katanya.

Sampah di prov kepri

Permasalahan sampah di kota Batam sudah menjadi masalah yang serius. Setiap harinya jumlah sampah yang menumpuk dan tak dapat terurai terus bertambah di TPA Telaga Punggur.

Sebagai kota yang berada di wilayah pulau, Batam memiliki luas lahan yang terbatas. Pemanfaatan teknologi untuk mengubah sampah menjadi energi menjadi solusinya.

Di lansir Dari RRI Batam, Rencana konversi sampah menjadi energi di Batam telah mencuat sejak tahun 2014 lalu.

Pemerintah kota Batam mengklaim pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) dengan kapasitas 10 megawatt (MW) sebagai upaya mengurangi volume sampah di TPA Telaga Punggur.

Baca Juga :  Wow... Pemko Batam Terapkan E-Retribusi Pengolahan Sampah

Badan Perencanaan Peraturan Daerah (Bapperda) DPRD Batam mengungkapkan penerapan teknologi WTE di Batam saat ini sudah tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) kota Batam tahun 2016 – 2021.

“Untuk mendukung rencana itu, Batam sudah memiliki perda pengelolaan sampah. Kedepannya kami memang ingin pengelolaan sampah berbasis teknologi. Pengelolaan sampah juga sudah harus 3R, mulai dari reduce, reuse, dan recycle,” ungkap ketua Bapperda DPRD Batam, Sukaryo waktu lalu.

Secara nasional, rencana penerapan teknologi WTE di TPA Telaga Punggur telah mendapat dukungan dari Pemerintah Pusat.

DPRD Kota Batam kini sedang berupaya agar subsidi konstruksi dari Pemerintah Pusat yang semula rencananya sebesar 13 persen dari nilai investasi dapat naik menjadi 40 persen. Hal itu bertujuan untuk meringankan beban yang harus dipikul oleh APBD Kota Batam.

Baca Juga :  Pisah dan Penyambutan Imang Job Marsudi Sebagai Pejabat Baru Kejari Lingga

Berdasarkan data Kementerian ESDM, Batam memiliki kapasitas sampah sebesar 760 ton/ hari.

Potensi itu dapat menghasilkan listrik sebesar sekitar 9,12 MW bila dikelola menggunakan metode pembakaran.

Sementara bila dengan metode biogas hanya mampu menghasilkan listrik 1,3 MW.

Pengelolaan sampah dengan teknologi WTE ini nantinya akan dilelang kepada pihak swasta.

Sehingga pemerintah kota dan DPRD kota Batam saat ini juga tengah menyusun rancangan peraturan daerah (ranperda) tentang Bea Gerbang dan Jasa Pengelolaan Sampah.

“Memang hampir semua investor sedang dalam posisi menunggu, karena masih ingin menghitung nilai Return of Invesment (RoI). Makanya kita siapkan ranperda bea gerbang agar menjadi jaminan terhadap investasi mereka,” ujar dia.(Inf)


DEWAN PERS WARTAKEPRI
WIRARAJA
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB ANAMBAS
PEMKAB LINGGA
PEMKO BATAM PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
DPRD BATAM
DPRD LINGGA



Berita Terkait