Rashida Tlaib dan Ilhan Omar Jadi Wanita Islam di Amerika yang Kalahkan Kandidat dari Partai Donald Trump



Ikuti Berita Terbaru Kami

  • 58
  • Share

WARTAKEPRI.co.id, WASHINGTON – Pendukung Partai Demokrat di dua negara bagian Amerika disebut menang dan mendudukan dua Wanita Muslim sebagai anggota Kongres Amerika Serikat (AS). Keduanya Rashida Tlaib perempuan Palestina-Amerika dan Ilhan Omar, keturunan Somalia dan akan mewakili Negara Bagian Michigan dan Minnesota.

Tlaib dinyatakan menang tanpa perlawaan di Michigan. Mengetahui Tlaib menang Omar pun segera mengucapkan selamat kepada rekannya yang juga berasal dari partai Demokrat tersebut.

” Selamat kepada saudariku Rashida Tlaib atas kemenangan Anda. Saya tidak sabar melayani (rakyat) dengan kamu, Insha Allah,” tulis Omar, di akun Twitter-nya, Rabu (7/11/2018), dikutip Republika.co.id.

Sementara Omar berhasil mengalahkan lawannya dari Partai Republik Jennifer Zienlinski di Minnesota. Ia berhasil mendapatkan suara 78,2 persen sementara Zienlinski hanya mendapatkan 21,8 persen.

Omar pun mengucapkan terimakasih kepada rakyat Minnesota yang telah memberikan kepercayaan untuk menggantikan Keith Ellison mewakili mereka di Kongres.

Omar datang ke AS pada usia 12 tahun dan dengan terang-terangan mengkritik dan menentang kebijakan Presiden AS Donald Trump yang melarang masuknya imigran dari negara-negara Muslim. Omar didukung oleh beberapa organisasi sayap partai Demokrat.

Rashida Tlaib

Kampanye Tlaib pun tidak jauh berbeda dengan Omar. Ia juga berjanji untuk mempertahankan jaminan kesehatan dan sosial serta mencegah pemotongan bantuan pemerintah bagi yang membutuhkan. Tapi Tlaib juga berjanji untuk menghentikan pemotongan pajak untuk perusahaan besar.

Artinya Tlaib menentang keringanan pajak untuk miliarder dan perusahaan-perusahaan kaya dan memaksa negara untuk mengembalikan uang jutaan dolar ke ribuan orang yang tertipu oleh tunjangan pengangguran.

Hal ini yang membuatnya berhasil menarik banyak suara. Tlaib berhasil mendapatkan suara dari kelas menengah dan menengah bawah apa pun warga kulit mereka.

Tlaib memang keturunan Palestina tapi ia lahir dan tumbuh besar di Detroit. Ia belajar di sekolah negeri di sana dan lulus di SMA Southwestern. Ia melanjutkan sekolahnya di Wayne State University di Detroit dan meraih gelar hukum di Western Michigan University.

Menduduki kursi Kongres bukan sejarah pertama yang Tlaib torehkan. Ia juga mencetak sejarah dengan menjadi perempuan muslim pertama yang terpilih sebagai anggota legislatif di Negara Bagian Michigan.

Dia kemudian bekerja sebagai pengacara dan mengadvokasi perusahaan nirlaba Sugar Law Center for Economic and Social Justice di Detroit. Tlaib juga bekerja untuk memerangi sikap anti-Arab dan anti-Muslim.

Seperti Omar, Tlaib juga banyak didukung organisasi sayap partai Demokrat. Ia didukung Democracy for America, People for Bernie, Our Revolution, the Progressive Change Campaign Committee, dan Greater Detroit Democratic Socialists of America.

Kedua perempuan ini berhasil lolos menjadi anggota Kongres AS setelah meluasnya perasaan negatif warga AS terhadap Muslim Amerika.

Baru-baru ini Muslim Advocates mengeluarkan laporan yang menyatakan 80 kandidat politik menggunakan retorika anti-Islam dalam kampanye mereka pada tahun 2017 dan 2018.

Tapi kedua perempuan Muslim tersebut berhasil membalikan pandangan negatif. Kampanye-kampanye dan jejak hidup mereka berhasil menarik banyak suara dari berbagai kelas dan warna kulit.

” Mereka mendefinisikan ide seperti apa perempuan muslim seharusnya terlihat, melakukan apa, seperti apa dan saya pikir orang-orang akan terus terpesona oleh mereka,” kata CEO Empowering Engaged Muslim Americans (Emgage), Wa’el N. Alzayat dalam akun Twitter Emgage USA.

Sumber : AP/Reuters
Editor : Dedy Suwadha

Ikuti Berita Terbaru Kami

  • 58
  • Share

WIRARAJA
DEWAN PERS WARTAKEPRI
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB ANAMBAS
PEMKAB LINGGA
PEMKO BATAM PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
DPRD BATAM
DPRD LINGGA

Berita Terkait