Kemenpar RI Sosialisasi Penanganan Krisis Bencana Untuk Wisatawan Jika Terjadi di Suatu Daerah



Ikuti Berita Terbaru Kami

  • 58
  • Share

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata (Kemenpar), menciptakan suasana yang sangat kondusif di dalam mengembangkan industri pariwisata di Indonesia dan khususnya di daerah masing-masing. Untuk itu, perlu adanya penanganan terhadap bencana, yang mana jika tidak dilakukan dengan baik akan menjadi krisis.

Kegiatan forum ini digelar bertemakan parawisata Core Ekonomi Negara Indonesia, Diseminasi Informasi Krisis Keparawisataan. Pada forum tersebut dihadiri oleh, Kepala Biro Komunikasi Kemenpar RI Guntur Sakti, Kepala Bagian Bidang Managemen Krisis Parawisata, Kepala Dinas Parawisata Kepri Buralimar, Plt Kadispar Batam, Ardi Wiranata, Kadispar Tanjungpinang, Kadispar Bintan Lucky dan Asosiasi Parawisata di Kepri.

Dalam sambutannya, Kepala Bidang Managemen Krisis Parawisata, Desi Rohayati menyampaikan, krisis dimana suatu proses yang tidak kita inginkan terjadi.

Pada prinsipnya, krisis ini harus membentuk suatu proses dan respon yang cepat didalam penanganannya. Untuk mempengaruhi perkembangan situasi yang ada, sehingga dari yang tidak normal menjadi kembali berjalan normal. Bencana dan krisis ini tentu saja berbeda, ketika bencana datang kepada ekosistem parawisata sehingga ada ekosistem yang berdampak dari bencana itu sendiri.

“Maka kebencanaan itu akan kita bagi kedalam tiga kategori atau level, yaitu Krisis pemasaran, Sumber daya parawisata, serta Destinasi dan infrastruktur,” terangnya Dewi, Kamis (01/11/2018) di Hotel Pacific Batam.

Berikut kategori krisis yang mempengaruhi industri parawisata, diantaranya Krisis Pemasaran Berdampak pada menurunnya jumlah kunjungan wisata, dan terjadinya eksodus wisatawan di daerah tersebut.

Parameter yang dapat menjadi penyebab, adanya isu kesehatan, sosial, politik, kebudayaan, serta ekonomi. Untuk itu harus mencegahnya agar krisis ini menjadi image yang lebih baik.

Krisis sumber daya parawisata Wisatawan yang terdampak, di destinasi wisata pada daerah yang terjadi bencana. Fokus memberikan pelayanan hingga fasilitas gratis bagi wisatawan agar dapat dievakuasi yang keluar dari daerah krisis tersebut. Krisis destinasi dan infrastruktur Terjadinya bencana geologi, vulkanik, cuaca ekstrim dan kerusakan lingkungan.

Krisis ini sangat berat dampaknya, penanganannya lebih kompleks dari bencana lainnya, mulai dari mengumpulakan informasi pelaporan dan destinasi yang berdampak, action plan, serta pelayanan kepada wisatawan.

Lanjut, Desi Rohayati mengatakan, dan pada tahapan pemulihan bencana, kita melakukan survei serta analisis data krisis, dengan status masing-masing daerah yang berdampak tersebut.

” Harapan alur yang dilakukan ini, dapat diadopsi oleh krisis Kepariwisataan di daerah masing-masing,” akhir Kepala Bidang Managemen Krisis Kepariwisataan.(*)

Kiriman: Andi Pratama
Editor: Dedy Suwadha

Ikuti Berita Terbaru Kami

  • 58
  • Share

WIRARAJA
DEWAN PERS WARTAKEPRI
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB ANAMBAS
PEMKAB LINGGA
PEMKO BATAM PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
DPRD BATAM
DPRD LINGGA

Berita Terkait